First Drive MG ZS EV: Menguji Model ZS Bertenaga Listrik

Gambar
Review Pengguna

Tak lagi pakai plastik dan beralih ke kantong ramah lingkungan saat belanja, membeli produk organik dari petani lokal, adalah beberapa cara mudah untuk masa depan yang lebih hijau. Tapi produk ramah lingkungan tentu haruslah mampu menggantikan fungsi dari obyek yang ingin kita tinggalkan dan mudah diadaptasikan ke dalam kehidupan sehari-hari. Kami menanyakan pertanyaan yang sama pada MG ZS EV. Dapatkan ia menjadi pengganti mobil konvensional sebagai kendaraan yang benar-benar ramah lingkungan?

Tak Berbeda

Jika tampil sebagai mobil konvensional adalah persyaratan pertamanya, MG ZS EV jelas sukses. Ya, memang ada logo 'electric' kecil di pintu bagasi dan lambang besar di panel samping, namun di luar itu, mobil ini sama saja dengan Compact Crossover SUV modern lainnya.

Eksterior MG ZS EV

Menambah diferensiasi, simbol mobil ramah lingkungannya ditunjukkan dengan desain velg 17 inci yang menyerupai kipas. Lampu depan dengan DRL yang mereka sebut London Eye adalah pengingat sejarah Morris Garage dan menjadi ruang cantik bagi lampu berbasis halogennya. Elemen desain lain yang menyolok adalah desain garis bahu yang terinspirasi dari loncatan Leopard dengan panoramic sunroof seperti yang ada pada Hector. Kerennya, sunroof pada ZS EV bahkan terlihat lebih besar! Kalau membandingkan dimensinya dengan mobil sejenis, ia terlihat sedikit lebih besar dari Hyundai Kona atau Creta (rival terdekatnya).

Bisa disimpulkan, sementara mobil lain tampil jumawa dengan status ramah lingkungannya yang mencolok, MG ZS EV tampil layaknya mobil Compact Crossover SUV racikan Eropa. Bahkan hingga pilihan warna konvensional yang disediakan (merah, silver, biru elektrik) akan membuatnya tak terlihat berbeda. Bahkan selama kami mengendarainya dari Gurugram ke Greater Noida, tak banyak orang menoleh. Jadi, kalau Anda ingin beraksi ramah lingkungan tanpa pamer kesana kemari, nampaknya MG ZS EV sosok yang cocok.

Lebih Baik di Dalam

Kami memang tak pernah suka dengan kualitas dan finishing dari material interior MG Hector. Syukurnya, ZS EV punya batasan berbeda bagi merek MG dengan material dan desain yang modern. Tengok saja kisi AC dan panel kemudinya yang terinspirasi dari Volkswagen, bukti bahwa MG mencoba cara baru pada model ini. Bahkan sekarang sangat banyak material plastik soft touch dan imbuhan material kulit baik itu di dasbor maupun konsol tengah.

Interior MG ZS EV

Panel informasi untuk pengemudi merupakan layar digital di tengah dua buah panel instrumen yang sangat konvensional. Papan kiri menyajikan speedometer sementara kanan, meski tampak seperti takometer untuk RPM putaran mesin, ini malah menyajikan seberapa tenaga yang diinstruksikan pedal pada motor di depan. Di sini juga ada panel kecil seperti indikator bensin namun menampilkan seberapa sisa daya baterai. Terkait instrumen baterai ini, total ada tiga lokasi di mana Anda bisa menemukan informasi status dayanya. Selain di panel tadi, ada dua layar lagi dalam headunit infotainment system 8 inci-nya.

Layar horizontal digunakan kembali pada ZS EV. Sekarang bersistem iSmart EV 2.0 yang sangat intuitif dan punya tampilan lebih mudah digunakan. Walau demikian, beberapa aplikasi di dalamnya, seperti Gaana masih bisa disajikan dengan kontrol yang lebih cocok untuk kendaraan. Beberapa tombol masih terlalu kecil untuk ditemukan dan digunakan saat mobil berjalan. Namun, untungnya sama seperti Hector, layarnya enak dilihat dan relatif tak ada lag saat digunakan.

Urusan kelapangan kabin, ZS EV tak mengecewakan. Dengan pengaturan kursi pengemudi elektrik 6-way, saya dapat dengan mudah menemukan posisi mengemudi paling nyaman dan mudah mengendalikan. Padahal, setir belum teleskopik dan cuma tilt. Pengemudi yang punya badan tinggi mungkin akan sulit mengatur jangkauannya, tapi masih dalam batas toleransi kenyamanan.

Tubuh saya kecil, cuma 155 cm, dan tentunya dengan posisi mengemudi teratur, masih banyak ruang kaki untuk penumpang belakang. Saya bahkan masih bisa meregangkan kaki sedikit dalam posisi ini. Headroom tentunya lapang bagi saya, tapi di belakang, sepertinya penumpang tinggi akan sedikit mengeluh.

Sedikit keluhan kami catatkan pada kursi yang sedikit mendongak. Efeknya, dengkul akan agak terangkat sementara penopang paha bawah sangat minim. Kami juga akan menyanjung jika ada armrest belakang, dan bagi kami ini adalah sebuah kelalaian yang aneh untuk kendaraan di kelasnya. Oke, tempat penyimpanan memang banyak. BIsa menyimpan handphone di mana-mana dengan ketersediaan charger USB. Tapi, tak ada ventilasi AC belakang. Tentunya di India ini masalah besar. Sekadar AC otomatis saja, tak ada, kenapa MG?

Fitur keamanannya cukup lengkap. Ada 6 airbag, ABS dan EBD, rem cakram di empat roda, hill descent, pedestrian alert, bangku dengan kaitan ISOFIX, bahkan notifikasi penggunaan sabuk belakang juga tersedia. Faktanya, mobil ini memang sukses meraih 5 bintang EURO NCAP. Sedikit berbeda, model di Eropa diberi fitur pemandu radar yang tak hadir pada versi India.

Baca Juga: Tangkal COVID-19, MG Berlakukan Standar Baru di Diler

cas MG ZS EV

Cas dengan Mudah

MG sudah menyiapkan 5 cara pengisian mobil listrik untuk memastikan ZS EV tak pernah kehabisan daya. Tentunya hal ini adalah kekhawatiran semua orang dengan mobil seperti ini. Solusi pertama adalah meh memasang fast charger AC 7,4 kW di rumah, kantor atau lokasi manapun yang Anda inginkan. Alat ini akan mengisi baterai ke 100 persen dalam tempo 6-8 jam dari kosong. Peranti dan pemasangannya sudah masuk dalam paket pembelian.

Alat pengecasan berbasis DC Fast Charger juga disediakan di area parkir beberapa dilernya. Pemlik MG dan model kendaraan lainnya bisa memanfaatkan alat ini untuk mengisi hingga 80 persen dalam tempo kurang dari 1 jam. Layanan ini dibangun dengan kerjasama Fortum dan tentunya berbayar via aplikasi mereka. Diprediksi untuk mengisi penuh baterai ZS EV akan memakan biaya Rp 45-60 ribu rupiah. Model charger AC juga disediakan pada lebih banyak jaringan diler di jalur yang strategis, namun butuh waktu lebih lama untuk mengisinya,

cas MG ZS EV

Opsi keempat mungkin akan berguna saat darurat dan tidak ketemu fasilitas pengecasan khusus. Ada kabel charger 10A di bagasi ZS EV. Ia bisa dicolok ke semua soket 15 ampere di rumah atau toko. Namun butuh waktu 16-18 jam untuk mengisi baterai 44,5 kWh hingga penuh.

Solusi kelima, adalah layanan RSA. Fasilitas ini menyediakan layanan darurat berupa derek yang akan membawa mobil secara gratis dalam jangkauan 30 km ke rumah, diler atau fasilitas pengisian terdekat. Layanan ini bisa diakses via iSmart.

Beberapa kota di mana MG sudah merancang infrastruktur pengisian antara lain New Delhi, Mumbai, Bengaluru, Hyderabad dan Ahmedabad.

Asyik Dikendarai

Area lain yang di mana kami rasa mobil listrik ini mudah diterima adalah di balik kemudinya. Dengan tenaga yang mengalir lembut, torsi instan dan tanpa gigi untuk dipikirkan, MG ZS EV sangat natural untuk dikendarai. Kontrolnya terprediksi, mudah dan ada banyak respon. Motor elektriknya memproduksi tak kurang 143 PS dengan torsi 325 Nm. Torsi inilah yang memberi banyak impresi. Untuk membantu menggambarkan, akselerasinya mirip dengan sedan mewah sekelas BMW Seri 5.

Sektor pengendaraan lainnya juga mudah diprediksi. Setir diberi bobot yang pas dan presisi. Pedal gas juga sangat ringan dan intuitif digunakan. Remnya memang agak terlalu empuk dan akan lebih baik jika punya rasa yang lebih menggigit.

mengendarai MG ZS EV

Kualitas pengendalian bisa dibilang nyaman cenderung mengasyikkan. Shocknya siap meredam gucangan bahkan dari polisi tidur yang sedikit tinggi. Ciri SUV yang punya bodyroll saat berguncang tetap terasa, namun masih bisa dikendalikan.

Ada tiga mode berkendara pada ZS EV: Eco, Normal dan Sport yang bakal mengubah respon gas namun tetap memberi tenaga penuh ketika dipijak dalam mode apapun. Mode Eco akan membuat pedal gas sedikit tumpul responnya, namun paling asyik untuk diajak jarak jauh. Kira-kira lebih jauh 7-8 km dari mode Normal. Pilihan Normal akan menyediakan pengendaraan sempurna untuk harian dan memberi kendali yang paling tepat. Sementara mode Sport akan sangat responsif dan membuat harus sangat perhatian pada sisa daya ketika digunakan dalam situasi macet. Mode ini juga paling boros, bahkan bisa membuang 20 km jarak tempuh dibanding Eco.

Mobil ini punya tiga level KERS (Kinetic Energy Regeneration System) yang akan memberikan kita peluang mengisi daya baterai saat panen energi ketika deselerasi. Tiga mode ini akan menentukan seberapa besar engine brake saat pedal gas diangkat. Pada mode Low, mobil akan melaju begitu pedal gas dilepas. Level kedua regenerasi, kita akan merasa ada sedikit pengereman, dan masuk mode ketiga, rem terasa sangat bekerja saat gas dirilis. Rasanya seperti ada orang lain yang sedikit menginjak remnya. Walau demikian, bukan berarti mobil ini bisa digunakan dengan satu pedal saja di dalam kota seperti Nissan Leaf.

Terkait jarak tempuh ZS EV tersertifikasi ARAI mampu mencapai 340 km. Dalam sesi pengujian kami sejauh 65 km dari Gurugram ke Greater Noida, dengan cuaca sedikit berkabut dan berganti-ganti mode, kami kehilangan jarak mencapai 100 km.

Dengan adanya beberapa pilihan mengisi dan juga perlu diingat, layaknya mobil konvensional, kita tak selalu memulai kendaraan dengan full tank, mobil ini masih dapat diandalkan untuk berkendara penuh selama seminggu untuk sekadar pulang pergi kantor-rumah tanpa mengisi penuh lagi. Ingat lagi, kalaupun perlu, Anda tetap bisa mengisinya di rumah cukup satu malam tiap pekannya.

Harga

Harganya mulai Rp 415 jutaan dan untuk tipe termewah, Rp 468 jutaan. Banderol yang terbilang masih relatif terjangkau dan tak mengagetkan untuk mereka yang ingin berganti ke mobil listrik.

Simpulan

Tampilan MG ZS EV

Kembali pada pertanyaan awal, apakah ini pengganti yang tepat untuk mobil konvensional? Tampilannya sama saja dengan SUV pada umumnya. Ruang dan fiturnya juga tak jauh berbeda dari mobil di kelasnya. Yang terpenting, rasa berkendaranya juga. Jadi iya, kami rasa ia bisa jadi subtitusi untuk kendaraan ramah konvensional ke fase ramah lingkungan. MG merakit ZS EV ini di India dan akan dijual sebanyak 1.000 unit pertahunnya. Untuk harga dan kesan berkendara kami, sepertinya target itu bisa dicapainya. 

Reviewer: Alan Richard (Zigwheels India)

Alih Bahasa: Ivan Hermawan (OTO Indonesia)

Jelajahi MG ZS

MG ZS Rp 258,8 - Rp 292,8 Juta Cicilan : Rp 5,9 Juta

Bandingkan & Rekomendasi

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store