• Wishlist

Suzuki eReady, Skuter Listrik dengan Harga Rp 20 jutaan

Suzuki eReady, Skuter Listrik dengan Harga Rp 20 jutaan

Lain negara, lain pula produknya. Di Taiwan, Suzuki tampak lebih agresif berinovasi. Jika kemarin jagad internet diramaikan oleh Saluto, ada sebuah produk yang luput dari sorotan, yakni eReady. Ia merupakan skutik elektrik murah (Rp 23,8 juta) bertema retro, dengan kemampuan jelajah yang pas buat harian. Motor ini pun sekaligus sedikit membuktikan kesiapan Suzuki di era elektrifikasi mendatang.


Motor listrik terbaru dari Suzuki


Suzuki eReady punya desain sejenis Yamaha E-Fino. Mengadopsi perpaduan gaya retro-modern, dengan kombinasi warna cerah. Plus, memakai roda kecil dengan pelek tiga palang. Dimensinya pun tergolong ringkas, sesuai peruntukannya untuk pemakaian dalam kota. Yang menjadi ciri khas, ia memakai lampu persegi di fasad, dengan pencahayaan full LED. Sayangnya tidak untuk bagian belakang.


Beranjak ke fitur, tentunya sudah dipersiapkan dengan perangkat elektronik. Informasi kendaraan dipresentasikan secara digital, dengan cakupan cukup lengkap. Sebut saja speedometer, riding mode, jarak tempuh dan tentunya penunjuk kapasitas baterai. Walau tak ada smart key system, rasanya masih bisa ditolerir. Mengingat harganya ekonomis.


Lantas soal struktur, eReady memakai model underbone konvensional. Ditopang juga oleh fork teleskopik dan monoshock di belakang. Yang membuatnya atraktif, ban 80/100 10 inci dengan pelek tiga palang tadi kental mencirikan nuansa retro. Hanya saja peranti penahan laju ikut lawas, masih bermodel teromol depan-belakang.


Ketiadaan tangki bahan bakar membuat sang kuda listrik memiliki ruang akomodasi menunjang. Bagasi misalnya, berukuran 15 liter. Tentu saja volume segitu cukup untuk menyimpan banyak barang. Besar untuk dimensinya yang ringkas. Lantas bagian dek, juga rata lantai. Mestinya ruang kaki cukup luas dan ergonomis.


Motor Listrik Suzuki eReady


Nah, masuk ke sektor teknis, Suzuki membekali baterai dengan kemampuan yang relevan untuk dalam kota. Ya, tidak bisa dibilang impresif memang. Namun kami rasa jarak laju sejauh 60 km sudah mencakup kebutuhan. Sayang saja topspeednya hanya 45 kpj. Untuk yang biasa ngebut, dijamin tak akan puas biarpun sudah memutar gas habis. Semetara soal waktu pengisian daya, juga tak bisa dibilang singkat. Dari keadaan kosong, perlu 4 jam hingga terisi penuh.


Walau begitu, mungkin laju lamban bisa terobati oleh fitur mode berkendara. Hal ini bisa dioperasikan lewat tombol di kanan stang. Tertera dua opsi: ECO dan Boost. Sama halnya dengan motor konvensional, perangkat itu mengatur ketajaman respons gas. Alias berpengaruh ke akselerasi. Jadi tak ada urusan dengan top speed layaknya motor listrik performa. (Hlm/Van)


Sumber: Liputan6


Baca Juga: Mengenal Cezeta Elektrik, Skutik Klasik Puritan