Tesla Dituntut Karena Sikap Rasis

Tesla Dituntut Karena Sikap Rasis

Cukup mengejutkan, masih ada yang bersikap rasis di era modern seperti ini. Apalagi, hal itu terjadi pada perusahaan yang menjadi pelopor kendaraan masa depan. Tesla kini sedang menghadapi tuntutan terkait masalah rasial.

Sebuah gugatan atas nama kelompok atau class action, diajukan karena para pekerja kulit hitam di pabrik Tesla merasa kerap dihina menggunakan kata-kata tak pantas. Pada tuntutan yang diajukan ke Pengadilan Negara Bagian California di Oakland, Senin lalu, Marcus Vaughn merasa pihak manajemen tidak mengakomodir solusi atas permasalahan mereka.

Hal ini (hinaan) menurut Marcus kerap dirasakan saat pekerja sedang berbaur di waktu makan atau saat bekerja. Para karyawan pabrik Tesla di Fremont, California, sering bertikai lantaran masalah rasial. Sialnya, pelaku penghinaan disebut Marcus juga salah satu atasannya yang harusnya bisa memberikan pembinaan serta bimbingan pada tim.

Tesla Model 3 2017 04

Marcus pun Oktober lalu mengalami pemecatan oleh pihak pabrik. Alasannya, kelakuan yang tidak positif. Cukup ironis, padahal Marcus memang korban penghinaan. Apalagi di Amerika Serikat, masalah rasial kerap menjadi isu yang sangat sensitif di berbagai sektor industri.

Seperti dilansir Autonews, Tesla hingga saat ini belum merespons kabar tuntutan kelompok yang diajukan Marcus. Tesla memang kerap mendapat tuntutan dari karyawannya terkait isu ini. Bahkan sebelumnya, sempat diinfokan terjadi kasus penghinaan pada pekerja gay dan karyawan yang lebih tua. Tuntutan pun pernah diajukan lewat pengadilan yang sama.

Untuk diketahui, Tesla merupakan salah satu perusahaan terdepan dalam industri mobil listrik. Teknologinya yang lebih maju, berhasil menciptakan kendaraan yang mampu melaju tanpa bahan bakar minyak.

Merek ini juga dikenal lebih dulu memperkenalkan teknologi Autonomus Drive atau swakemudi. Otonomus, sebuah fitur yang memungkinkan pengemudi melepas kendali dan membiarkan mobilnya mengatur arah dan laju secara otomatis.

Di Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa, Tesla merek yang sangat dipandang dalam hal teknologi. Sejalan dengan majunya perusahaan mengembangkan teknologinya, biasanya kultur perusahaan pun membutuhkan sikap manusia yang lebih maju dalam berpikir. Alhasil, sangat ironis melihat timbulnya sikap rasis. (VAN/DDN)

Baca Juga: Tesla resmi bikin baterai

GIIAS 2021

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil