Peta Keunggulan LSUV Tiga Baris yang Penuhi Syarat Relaksasi PPnBM

Peta Keunggulan LSUV Tiga Baris yang Penuhi Syarat Relaksasi PPnBM

Penuhi syarat keringanan PPnBM, sederet LSUV – dan MPV bergaya SUV – dengan tiga baris bangku jadi semakin terjangkau. Tersedia lima pilihan untuk dipertimbangkan dengan pemangkasan harga sampai belasan juta. Belum lagi kalau ada diskon dari diler. Inilah saatnya beraksi kalau sedang mengincar tunggangan keluarga yang tampil perkasa.

Semua kontestan tentu membawa nilai tambah dan diferensiasi masing-masing agar tampil memikat di pasaran. Jangan sampai bingung dalam memilah dan memilih tunggangan mana yang sesuai kebutuhan. Simak dulu peta keunggulan tiap pemain berikut ini.

Titik Harga Termurah – Daihatsu Terios

Jika mencari model termurah di pasaran, Daihatsu bisa dilirik. Merek ini memang tawarkan seleksi kendaraan dengan varian entry-level termurah dibanding kompetitor – contoh Ayla. Tak terkecuali dalam pertarungan LSUV tiga baris, harga Terios Tipe X diposisikan jauh di bawah kebanyakan trim terendah LSUV lain. Saat ini ia dibanderol Rp 200 juta pas (OTR Jakarta) dengan pilihan transmisi manual. Yep, sampai setara Honda Brio trim tertinggi!

Daihatsu Terios

Nilai kepraktisan mendasar SUV tiga baris tentu ia bawa. Dimensi besar menjanjikan kemampuan mengangkut tujuh penumpang. Belum lagi ground clearance tinggi sampai 220 mm, meminimalisir kekhawatiran saat melibas jalan berlubang atau medan kurang bersahabat. Disokong juga konstruksi kaki-kaki tangguh berupa 5-link rigid axle dan Mcpherson Strut lengkap stabilizer depan dan belakang.

Untuk sebuah mobil besar yang murah mungkin sebagian beranggapan kalau ia tampil dan berbekal fitur standaran. Betul secara tampilan memang terlihat polosan, tapi kalau melirik daftar kelengkapan sebetulnya tidak payah. Sudah mengenakan sepatu alloy. Selain itu, unit LED telah terpasang sebagai penerang utama ke jalan, positioning lamp, dan lampu kombinasi belakang.

Baca juga: Toyota Sienta Lebih Murah dengan Relaksasi PPnBM, Pilih Varian yang Mana?

Perbekalan dalam kabin juga tidak sampai kosongan bak mobil komersial. Tetap tersaji kenikmatan dan kenyamanan untuk sebuah mobil keluarga. Contoh head unit touchscreen berisi kemampuan pemutar DVD, USB, dan Aux. Selain itu, terpasang pula panel AC digital di bawah head unit. Terdengar gimik lantaran tidak dibarengi pengatur suhu otomatis. Meski begitu, fungsinya cukup memanja sebab terdapat fitur memory. Tak perlu khawatir soal kenyamanan penumpang belakang. Minimal ada blower AC agar tidak kepanasan.

Beberapa hal mungkin tidak bisa memuaskan hasrat dan membuat Anda harus sedikit berkompromi. Contoh soal keselamatan. Ya, peranti pengereman seperti ABS+EBD disiapkan, menjaga kontrol saat rem mendadak. Airbag dua titik sudah bersiap di pos jaga andai terjadi celaka. Berikut pula sabuk pengaman tiga titik. Namun, jangan harap kehadiran kontrol stabilitas elektronik. Selain itu, sabuk pengaman tiga titik belum eksis untuk seluruh penumpang. Posisi tengah baris kedua yang paling rentan terlempar baru sebatas dilindungi safety belt dua titik. Kalau OCD soal safety, hal ini mungkin agak mengecewakan.

Tak hanya keselamatan, mesin empat silinder 1.500 cc Terios bukan opsi paling bertenaga di kelasnya. Cenderung moderat, hanya sanggup lontarkan tenaga 104 PS di 6.000 rpm, diawali puncak torsi 136 Nm di 4.200 rpm. Tipe X sendiri kurang cocok bila mendambakan kenyamanan pengantar daya otomatis lantaran hanya tersedia dalam paket girboks manual lima percepatan.

Gendong Fitur yang Tak Dimiliki Lawan - Mitsubishi Xpander Cross

Hingar bingar fitur pemanja boleh jadi termasuk dalam prioritas Anda kala mencari tunggangan keluarga. Ada dua petarung tawarkan keunggulan itu dan salah satunya adalah Mitsubishi Xpander Cross. Saat ini model standar bertransmisi manual diberi label Rp 259,54 juta (OTR Jakarta). Sementara itu, opsi otomatis Rp 268,82 juta dan dilanjut ke versi Premium Package A/T seharga Rp 281,36 juta. Sebagai informasi, kelir putih bisa lebih murah Rp 160 ribu.

Mitsubishi Xpander Cross

Urusan fitur, Xpander Cross jadi salah satu kontestan dengan perbekalan komprehensif nan kekinian. Contoh saja di luar, pendar LED dimanfaatkan sebagai penerangan utama, positioning light, hingga ke foglamp depan. Tak ketinggalan menjadi penegas visual lampu belakang. Akses kunci juga menganut sistem smart entry plus start/stop button. Semua ini meramaikan lenggokan tangguh sang Xpander ber-cladding.

Keunggulan utama Xpander justru terletak dalam kabin. Canggih, head unit touchscreen sudah mengadopsi fungsi integrasi smartphone Android Auto dan Apple CarPlay. Bermacam peranti khusus smartphone diterjemahkan dengan baik oleh sarana hiburan sehingga pengoperasiannya mudah. Sebut saja pemutar media berbasis internet, peta navigasi, hingga asisten suara. Kendalinya pun dapat terlaksana via palang setir.

Baca juga: Toyota Avanza Dapat Potongan PPnBM 0 Persen, Simak Rekomendasi Varian Paling Ok

Tidak dimiliki kontestan sekelas, Xpander Cross juga telah dibekali fitur cruise control. Dapat meringankan beban perjalanan jarak jauh di jalan tol berkat kemampuan menahan laju konstan secara otomatis. Tapi harus diketahui, cruise control hanya tersedia di varian bertransmisi otomatis.

Jurus jitu pengangkut keluarga dari Xpander standar tidak dilupakan. Kabin lapang diisi oleh berbagai kompartemen terbuka maupun tertutup nan pintar. Dibarengi pula penyematan power outlet di tiap baris. Tawarkan kepraktisan dan kenikmatan bagi seluruh penumpang. Sisi keselamatan tidak terkompromi oleh keseruan fitur. Sebut saja Dual SRS Airbag, sabuk pengaman tiga titik untuk seluruh penumpang, ABS+EBD, sampai ke Vehicle Stability Control dan Hill-Start Assist.

Agak disayangkan ekstraksi jantung pemacu terkesan biasa saja. Bukan unit paling bergairah dalam ring tinju LSUV. Pengantaran tenaga di versi otomatis juga kurang bersemangat. Sebagai informasi, Xpander Cross menggendong mesin empat silinder 1.500 cc DOHC 16 katup MIVEC. Diklaim torehkan angka 105 PS di 6.000 rpm dan torsi 141 Nm pada 4.000 rpm.

Fitur Canggih Tak Melulu Mahal – Suzuki XL7

Bukan hanya Mitsubishi Xpander Cross, Suzuki XL7 mampu bicara banyak soal fitur memikat. Ditambah pula opsi trim ke bawah yang lebih variatif. Bisa lebih murah, XL7 dipasarkan dalam tiga tingkatan trim yakni mulai dari Zeta, Beta, dan Alpha. Kalau mengincar fitur komplet, tipe Beta seharga Rp 239,4 juta (M/T) atau Rp 249,2 juta (A/T) dapat dipertimbangkan.

Suzuki XL7

Di luar memang belum kebagian lenggokan spesial trim tertinggi. Tanpa atap two tone, upper spoiler, dan beberapa penghias lain. Tapi di harga segitu, perbekalan XL7 cukup menarik meski mungkin agak moderat. Unit pendar LED tak perlu ditanya lagi. Tampil di headlamp, DRL, dan lampu belakang plus light guide. Well, rival seharga seperti Rush Tipe G mungkin telah memiliki perbekalan serupa. Namun tidak untuk smart entry. Kemudahan akses itu telah dimiliki SUV kelas teri Suzuki trim Beta.

Kabin sensasi Ertiga menyimpan deret fitur berkelas. Head unit “stunning” 8 inci Suzuki cukup menarik meski tidak benar-benar sampai menakjubkan. Minimal terdapat fitur konektivitas smartphone walau integrasi belum semulus aplikasi sejenis Android Auto dan Apple CarPlay. Sorotan keunggulan bisa dilanjut ke peranti kontrol AC. Sudah digital bahkan bukan sebatas gimik panel monitor sebab tersemat fungsi pengatur suhu otomatis. Terbilang Lumayan untuk harga jualnya.

Lain cerita kalau bicara soal perbekalan fitur keselamatan. Tidak ada kontestan dengan penjaga sebanyak Rush. Komponen mendasar XL7 pun tidak sekomprehensif itu karena belum semua kebagian safety belt tiga titik. Kendati begitu, sokongan peranti keselamatan sudah terbilang cukup terutama varian Beta ini. Sebut saja Dual SRS Airbag dan ABS+EBD mengisi sebagai standar. Penambahan mulai varian tengah ini adalah kontrol stabilitas elektronik dan alat bantu menanjak. Setidaknya aman untuk dipakai bermanuver.

Jika Beta dirasa kurang greget soal fitur, bisa lirik varian termahal Alpha. Ia membawa teknologi yang belum dimiliki pesaing yakni Smart e-Mirror. Merupakan spion tengah inkonvensional, terpasang layar di balik cermin untuk menampilkan imaji kamera belakang. Menggantikan fungsi pemantau dari dalam kabin ketika diperlukan. Bukan itu saja, terpasang kamera di baliknya dan berfungsi sebagai dashcam.

Kurang lebih diferensiasi utama trim tertinggi terletak di Smart e-Mirror. Lainnya bisa ditemukan seperti penambahan tweeter berikut gaya berbeda dari model lain. Paling terasa kelir eksterior two tone dan pemanis seperti spoiler bokong, garnis pelat nomor, door visor, dan emblem Alpha. Semua ini membuatnya dibanderol paling tinggi, seharga Rp 249,4 juta (M/T) atau Rp 259,2 juta (A/T).

Performa Mesin Paling Hebat – Honda BR-V

Soal kehebatan memacu, dalam pilihan ini tak ada kontestan yang sanggup membayangi pemain Honda. Daihatsu, Toyota, dan Suzuki bermain di angka 100 PS-lebih-sedikit. Sedang Honda BR-V sediakan mesin paling bertenaga. Enjin empat silinder 1.500 cc SOHC 16 katup i-VTEC mampu lontarkan kekuatan sebanyak 120 PS di 6.600 rpm dan momen puntir 145 Nm pada 4.600 rpm. Penyaluran terlaksana ke roda depan via pilihan transmisi manual enam percepatan atau otomatis CVT.

Honda BR-V menanti perubahan

Honda BR-V kini terbagi atas tiga tingkatan trim. Terpasang label Rp 239,5 juta untuk kasta entry-level S M/T. Setingkat di atasnya, E M/T didagangkan Rp 254,6 juta dan E CVT Rp 263,8 juta. Kursi puncak diduduki Prestige seharga Rp 279,6 juta.

Dengan persepsi performa ekstra berimbas pada harga, BR-V akan terasa cukup masuk akal. Tapi kalau sebatas membandingkan fitur mungkin muncul rasa kemahalan. Mungkin juga lebih ke usang karena sampai trim tertinggi saja belum terpasang unit pendar utama LED. Semua mengandalkan headlamp proyektor halogen. Minimal tidak langsung membuatnya terasa kuno sebab akses smart entry plus start/stop button bisa dinikmati mulai dari tipe E.

Akan sedikit mengecewakan dalam kabin varian tengah dan bawah. Contoh di tipe S, belum kebagian head unit touchscreen. Baru sebatas sarana hiburan 2DIN dengan fitur USB, Aux, Bluetooth, dan CD player. Sementara di tipe E, head unit touchscreen tergolong konvensional tanpa integrase atau mirroring smartphone. Ya, sudah menganut AC digital tapi kalau mau climate control otomatis baru eksis di Prestige.

Cerita serupa terjadi di sektor keselamatan. Harus bawa pulang Prestige bila menginginkan alat kontrol stabilitas elektronik dan asisten menanjak. Varian lain cenderung moderat dan biasa saja ketika tidak dibarengi bantuan tersebut. Ya termasuk dalam perlengkapan moderat itu adalah Dual SRS Airbag dan peranti pengereman ABS+EBD.

Kontestan LSUV Honda ini tetap terbilang jangkung berkat torehan ground clearance 201 mm. Angka segitu jelas bukan merupakan keunggulan di antara kompetitor walau sebetulnya berselisih sekitar 2 cm saja. Dalam berkendara pun BR-V kurang memberikan sensasi duduk di sebuah mobil jangkung. Well, tak perlu banyak merengek soal LSUV Honda ini. Bila berminat juga bisa ditahan dulu lantaran boleh jadi sang penerus segera mengaspal.

Standar Keselamatan Tinggi – Toyota Rush

Prioritas utama akan keselamatan penumpang bakal dipenuhi oleh Toyota Rush. Bebas pilih varian, semua gendong perbekalan komprehensif. Mau itu menebus Rp 240,5 juta untuk tipe G M/T atau Rp 249,8 juta buat model bertransmisi otomatis. Tak ada salahnya juga melirik varian tertinggi TRD Sportivo seharga Rp 251,5 juta atau Rp 260,8 juta tergantung transmisi.

rush laku ribuan unit

Ya sebagai pengangkut penumpang, Rush memenuhi standar keselamatan dengan sangat baik. Tanpa membedakan kasta. Petunjuknya bisa dilihat saat memandang center stack. Terpasang indikator sabuk penumpang sebanyak tujuh titik lampu dan tambahan dua buzzer untuk bangku depan. Tujuh posisi duduk tersebut pun mengadopsi perlindungan perangkat tiga titik.

Apakah itu terdengar biasa saja? Coba teliti lagi berapa jumlah airbag dalam kabin. Total enam kantung udara tersembunyi untuk melindungi penumpang. Termasuk di dalamnya bantalan udara frontal, samping bangku depan, dan tirai jendela samping siap melindungi dari kerasnya hantaman. Belum lagi kalau membahas perlindungan selama perjalanan. Bukan sebatas ABS+EBD, pos jaga turut diramaikan oleh Vehicle Stability Control demi mencegah risiko selip saat bermanuver. Mejeng bersama asisten menanjak Hill-Start Assist.

Standar fitur tergolong cukup namun tidak impresif. Di luar, pendar LED ditugaskan menerangi ke jalan kala gelap berikut sebagai light guide. Turut ditemukan pula mejeng dalam visual lampu kombinasi belakang. Kendati begitu, smart entry di handle pintu baru tersedia untuk TRD sementara tipe G sebatas keyless dan tombol menyalakan mesin.

Head unit touchscreen tertanam di dasbor tipe G. Tersaji konektivitas eksternal melalui USB, Bluetooth, dan Aux berikut mirroring. Dapat dimanfaatkan juga sebagai penampil imaji kamera mundur. Selain itu, AC digital non otomatis terpasang di bawah sarana hiburan. Kalau mau lebih canggih, TRD siapkan pengatur suhu otomatis.

Urusan kekuatan memacu sama seperti kontestan lain. Rush tidak menjadi pemain paling bergairah sebab figur ekstraksi berada di batas moderat. Jantung mekanis 2NR-VE empat silinder 1.500 ss hanya mampu lecutkan 104 PS di 6.000 rpm. Tendangan torsi juga biasa saja, sebesar 136,3 Nm di 4.200 rpm. Seluruh putaran mesin kemudian ditransfer ke roda belakang lewat girboks manual lima percepatan atau otomatis konvensional 4-speed. (Krm/Tom)

Baca juga: Tertarik Diskon PPnBM 0 Persen Daihatsu Terios, Ini Rekomendasi Varian Paling Menarik