Impresi Perdana Alke ATX 340E, EV Niaga Unik dari Italia

Impresi Perdana Alke ATX 340E, EV Niaga Unik dari Italia

Ajang pameran Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2022 memberikan kesempatan untuk bertemu dengan beragam kendaraan listrik unik. Salah satunya adalah Alke ATX 340E yang tersedia di area test drive pameran yang berlangsung hingga 31 Juli 2022 tersebut.

KEY TAKEAWAYS

  • Alke ATX 340E

    Kendaraan niaga listrik dari Italia
  • Diboyong oleh PT Groen Indonesia

    Terkenal dengan distributor produk pengelolaan kebersihan dan pengolahan sampah di perkotaan
  • Kendaraan niaga asal Italia ini menyapa pengunjung pameran dan didatangkan oleh PT Groen Indonesia. Perusahaan ini dikenal sebagai distributor produk-produk dalam pengelolaan kebersihan dan pengolahan sampah di perkotaan.

    Kendaraan yang disebut electric utility vehicle ini memiliki desain yang unik. Sekilas mengingatkan pada produk Mercedes-Benz Unimog U530. Ini karena penampang kaca yang lebar di bagian depan dengan grille menjorok ke depan serta penggunaan kabin tunggal dua orang untuk pengoperasiannya.

    Alke ATX 340E

    Eksteriornya cukup futuristik dengan pewarnaan hitam dan putih ala panda. Lampunya model bulat terpisah dengan bumper berukuran besar. Teknologi penerangannya sudah menggunakan LED dengan daytime running light yang terkesan modern.

    Baca juga: ABC Jual Baterai Lithium Produksi Lokal untuk Kendaraan Listrik, Harga Mulai Rp60 Ribu

    Meski kendaraan niaga untuk perkotaan, namun dimensinya terhitung cukup besar. Ukuran dimensi panjang sasis 3.220 mm, jika ditambah bak menjadi 3.530 mm. Lebarnya 1.650 mm, tinggi 1.980 mm dan jarak sumbu roda sekitar 2.130 mm. Model ini menawarkan berbagai ukuran baterai sehingga membuat perbedaan daya angkut yakni mulai 875 kilogram sampai 1.100 kilogram. Model dan ukuran bak juga beragam, mengikuti kebutuhan dengan kemampuan penarik hingga 2.000 kilogram dan berat kendaraan sekitar 4.500 kilogram.

    Alke ATX 340E

    Puas memandang tampilan luar, kini giliran masuk ke dalam. Desain Italia terasa saat membuka pintu model suicide door. Jika dipikirkan, model pintu ini cukup memudahkan pekerja yang menggunakan kendaraan listrik ini karena biasanya menggunakan baju kerja yang tebal.

    Masuk ke interior, perhatian langsung tertuju pada dasbor dan lingkar kemudi. Desain dasbor tidak bisa dikatakan sederhana. Banyak lekukan juga tombol-tombol yang bahkan tidak terlihat oleh pandangan mata. Perlu beberapa waktu untuk mempelajari apa saja fungsi tombol tersebut. Soal lingkar kemudinya cukup unik karena hadir dengan bentuk tiga palang yang lucunya tidak bisa menjadi penanda bahwa kemudi ini tengah mengarah lurus. Jadi perlu sedikit memutar beberapa kali lingkar kemudi agar yakin bergerak ke arah yang dituju. Namun setelah kendaraan bergerak masalah ini tidak begitu terasa.

    Alke ATX 340E

    Speedometer dan penunjuk kondisi kendaraan seperti status baterai, energi hadir dalam bentuk jarum penunjuk dan berada di bagian tengah dasbor. Hadir juga beragam tombol pengoperasian kendaraan seperti wiper, fog lamp, AC, pemanas kaca, serta tombol mode motor penggerak ke depan, belakang dan N atau netral saat berhenti.

    Duduk di balik lingkar kemudi memberikan kesan yang menarik. Penampang kaca berukuran besar dan posisi duduk terkesan tinggi. Kaca depan bisa dibuka sedikit untuk sirkulasi udara dan kaca samping kiri kanan juga dibuka secara konvensional.

    Alke ATX 340E

    Langkah menggerakkan kendaraan ini cukup mudah. Tekan tombol motor penggerak ke F (front) dan menginjak pedal akselerator maka kendaraan bergerak maju. Torsi motor listriknya langsung terasa besar di putaran awal.

    Hal menarik lainnya, posisi duduk terasa tegak dengan posisi pedal akselerator ada di bagian bawah yang membuat badan membentuk sudut 90 derajat. Tidak bisa dikatakan nyaman saat menginjak pedal akselerator berukuran kecil tersebut sebab bagian tungkai kaki tidak bisa leluasa bergerak layaknya mobil konvensional. Cukup melelahkan bila belum terbiasa mengendarai EV ini.

    Alke ATX 340E

    Alke ATX 340E ini memiliki kecepatan maksimal 44 km per jam dengan jarak tempuh hingga 200 kilometer tergantung dengan kapasitas baterai yang dipilih. Dalam area terbatas yang disediakan, kecepatan kendaraan ini sangat meyakinkan. Belum lagi bicara torsi motor listrik dengan tenaga 14 kW dan torsi 113 Nm yang langsung terasa begitu menginjak pedal akselerator.

    Soal pengereman, EV ini sudah menggunakan rem cakram di depan dan tromol di belakang. Tidak lupa teknologi regeneratif juga sudah bisa dirasakan di kendaraan ini.

    Fitur lainnya di kendaraan ini seperti seatbelt tiga titik, immobilizer, steering lock, buzzer untuk bergerak mundur, central door lock serta mode berkendara ECO atau Sport. Kendaraan niaga ini juga masih bisa ditambah kenyamanannya seperti, kamera belakang, head unit untuk hiburan termasuk speaker serta beberapa fitur lainnya tentu dengan tambahan dana. Waktu pengisian dayanya mulai dari 0 sampai terisi penuh membutuhkan waktu sekitar delapan jam dan life cycle baterai ada di angka 1.500 kali.

    Alke ATX 340E

    Soal harga, karena kendaraan ini bisa disesuaikan dengan berbagai kebutuhan di bidang industri maupun perkotaan, maka bergantung pada spesifikasi. Namun sudah ada gambaran sedikit mengenai dana yang dibutuhkan untuk menghadirkan Alke ATX 340E ini yakni mulai Rp500 jutaan sampai Rp1 miliar lebih. (STA/TOM)

    Baca juga: Bedah Keunggulan Rakata NX3, Motor Listrik Seharga Rp41,1 Juta yang Mirip NMax

    Jual mobil anda dengan harga terbaik

    Pembeli asli yang terverifikasi Pembeli asli yang terverifikasi
    Listing gratis Listing gratis
    Daftarkan mobil Anda

    GIIAS 2022

    Anda mungkin juga tertarik

    • Yang Akan Datang

    Video Mobil Terbaru di Oto

    Oto
    Tonton Video Mobil

    Artikel Mobil dari Carvaganza

    Artikel Mobil dari Zigwheels

    • Motovaganza
    • Tips
    • Review
    • Artikel Feature