GIIAS 2019: Bukan Cuma Pajangan, Toyota HiAce Premio Akhirnya Resmi Dijual

GIIAS 2019: Bukan Cuma Pajangan, Toyota HiAce Premio Akhirnya Resmi Dijual

Sempat dikira pajangan, HiAce Premio akhirnya resmi dijual di ujung pekan GIIAS 2019. Eksistensinya, dimaksudkan untuk melengkapi lini HiAce, bukan menggantikan. Ia tampil modern sekaligus memiliki spesifikasi di atas versi sebelumnya. PT Toyota Astra Motor (TAM) melego mobil ini di angka Rp 516,6 juta OTR. Lebih mahal Rp 40 jutaan dari generasi lama.

"Pasar kendaraan komersial diproyeksikan semakin besar, seiring meningkatnya jaringan infrastruktur. Tentunya, hal ini berpengaruh pada pertumbuhan berbagai sektor ekonomi, termasuk industri pariwisata. Kesuksesan itu turut mendorong tumbuhnya pasar kendaraan penumpang, khususnya segmen commercial van. Karena itulah kami tambahkan pilihan model HiAce," kata Marketing Director PT Toyota Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy.

Generasi HiAce yang sudah ada (2012-2019), mencatat market share hingga 98,1%. Karena itu, PT Toyota Astra Motor (TAM) percaya diri menambah lini yang lebih mewah. Tapi bukan berarti menghilangkan yang sudah ada. "Untuk yang lama masih tetap kami jual dan tidak berhenti diproduksi. Justru estimasi pasar ke depan, masih lebih besar untuk generasi sebelumnya. Bisa jadi, komposisi penjualannya 70:30," ucap Anton.

Premio tampil jauh lebih modern dan mewah. Unsur mengotak semakin banyak di sudut depan maupun belakang. Namun, fascianya sangat berubah. Ada tambahan bonnet di depan, guna memenuhi regulasi keamanan di negara asalnya. Bukan hanya itu, bodinya pun tersimak superbesar.

Secara matematis, memang dimensinya ikut berubah. Panjang hampir menyentuh angka enam meter (5.915 mm), melebar hingga 1.950 mm, dan tingginya berkurang jadi 2.285 mm. Lantas jarak sumbu rodanya sepanjang 3.860 mm. Perombakan ukuran ini berpengaruh pada kabin yang meluas serta diklaim semakin nyaman. Uniknya, radius putar justru berkurang sekitar 0,2 meter dari sebelumnya.

Jantung pacu juga tak lagi berkode 2GD seperti dipakai Fortuner, melainkan 1GD-FTV. Artinya mesin diesel yang bersemayam di balik bonnet, memiliki konfigurasi empat silinder segaris berkubikasi 2.8-liter. Racikan itu memproduksi tenaga 156,4 PS dan torsi 419 Nm. Hasil olahannya, dikirim ke roda belakang lewat transmisi manual 6-speed dengan rasio gigi lebar. Sistem ini juga dilengkapi Intelligent Manual Transmission (IMT), berfungsi untuk meningkatkan kontrol sekaligus mengurangi kebisingan kabin.

Disisipkan berbagai fitur keselamatan dan mengendara lengkap. Seluruh kursi, misalnya, kini memakai seat belt tiga titik. Adapun dual SRS airbag di sisi pengemudi dan penumpang depan. Berikutnya sistem pengereman ABS, serta yang terpenting Hill Start Assist (HSA). Kendaraan semacam ini membutuhkannya untuk pencegahan mobil merosot di pendakian. Selain itu, hadir pula Vehicle Stability Control (VSC). Gunanya, membatasi output drive train dan menyeleksi pengereman ke roda secara individual dalam keadaan understeer atau oversteer. (Hlm/Odi)

Baca Juga: Kisah Emosional di Balik Pengembangan Toyota GR Supra

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store