jakarta-selatan
kali dibagikan

Bluebird dan PLN Tandatangani Nota Kesepahaman Percepatan Kendaraan Listrik

  • 18 Okt, 2019
  • 1033 Kali Dilihat

Bluebird mendukung pelestarian lingkungan dan pengurangan polusi udara. Ini ditunjukkan melalui kerja sama dengan PLN. Keduanya melakukan penandatangan nota kesepahaman, soal percepatan kendaraan listrik berbasis baterai untuk transportasi jalan, dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).



Penandatangan diwakili Direktur Keuangan PT Blue Bird Tbk, Sandy Permadi dan Plt Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani. Turut hadir Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Momen ini berlangsung di di auditorium BJ Habibie BPPT, Jakarta Pusat, Rabu lalu (16/10). MoU menjadi langkah konkret pengaplikasian Perpres no 55 tahun 2019, tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan, yang sudah dicanangkan sejak 12 Agustus 2019.


"Menjadi penyedia jasa layanan taksi pertama yang menggunakan kendaraan listrik, kami berharap adanya dukungan dari PLN, dan pemerintah dalam menghadirkan peraturan, serta pengembangan ekosistem. Salah satunya charging station, yang mampu mempercepat dan mempermudah implementasi kendaraan listrik,” ucap Direktur Utama Bluebird, Noni Purnomo dalam keterangan resmi yang diterima OTO.com.


Nani mengapresiasi langkah PLN yang menggandeng berbagai mitra, termasuk Bluebird. Sebagai salah satu perusahaan transportasi yang telah melayani masyarakat selama 46 tahun, pihaknya terus berinovasi. Pada April lalu, contohnya, penyedia layanan taksi yang identik dengan biru itu meluncurkan armada kendaraan listrik, meski belum banyak. Setidaknya 25 unit e-Bluebird yang menggunakan produk dari Cina, yaitu BYD e6 telah beroperasi. Lalu ada 4 unit e-Silverbird yang memakai mobil mewah Tesla Model X.


Bluebird BYD e6


Rencananya Bluebird terus menambah jumlahnya. Pada 2020, sebanyak 200 armada listriknya ditargetkan beredar di jalan. Kemudian selama periode 2020-2025, secara bertahap ditingkatkan mencapai 2 ribu kendaraan ramah lingkungan.


Sebagai informasi, penandatangan diikuti jajaran pemerintah terkait dan 20 perusahaan. Mereka datang dari berbagai sektor, termasuk produsen otomotif. Sedikitnya ada lima bagian MoU ditandatangani, yang difokuskan pada pengembangan SPKLU. Sripeni pun mengapresiasi para mitra yang terlibat dalam kerja sama tahap awal. Kolaborasi ini dinilai sangat penting, guna realisasi pemanfaatan kendaraan listrik lebih cepat.


“Kita ketahui bahwa PLN mendapatkan penugasan dari pemerintah. Dalam rangka penyediaan infrastruktur pengisian listrik untuk KBL berbasis baterai. Hal ini juga merupakan bukti komitmen dan kontribusi bersama terhadap program pemerintah, demi terwujudnya kehidupan masyarakat Indonesia yang lebih baik,” ucapnya. (Hfd/Odi)


Baca Juga: Dengan i-MIEV, Mitsubishi Riset Pemanfaatan Energi Terbarukan di Pulau Sumba

Promo Populer di Jakarta Selatan

Video Mobil Terbaru di Oto
  • Mitsubishi Xpander Cross | First Impression | Apa...
    • 13 Nov, 2019
    •  
  • Mitsubishi Xpander Cross | Harga Mulai Rp 267...
    • 13 Nov, 2019
    •  
  • Toyota Corolla Altis Hybrid | First Drive |...
    • 12 Nov, 2019
    •  
  • VW Tiguan Allspace 2019 | First Drive |...
    • 11 Nov, 2019
    •  
  • BMW X1 2019 | First Impression | Apa...
    • 08 Nov, 2019
    •  
  • Wuling Almaz WIND | Review | Mencoba Perintah...
    • 01 Nov, 2019
    •  

Mobil Populer

  • Populer
  • Terbaru
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi