LSUV Berteknologi Kontrol Stabilitas Elektronik, Apa Saja Pilihannya?

LSUV Berteknologi Kontrol Stabilitas Elektronik, Apa Saja Pilihannya?

Kontrol stabilitas elektronik, fitur canggih yang bertujuan meningkatkan keselamatan dan pengendalian mobil. Dahulu perangkat itu hanya bisa ditemukan pada mobil-mobil premium. Seiring perkembangan zaman, pabrikan maupun pelanggan semakin melek terhadap kebutuhan yang berhubungan dengan keselamatan. Kini model-model berbanderol lebih terjangkau pun telah dibekalinya.

Ya, sesuai namanya, fitur ini mampu mengontrol perilaku kendaraan ketika dikemudikan. Terutama saat bermanuver. Gejala understeer maupun oversteer bisa lebih minim bahkan dieliminasi. Selain itu, komponen pintar ini juga bekerja sama dengan fungsi keselamatan lain, seperti Anti-lock Braking System (ABS). Memastikan risiko selip akibat jalan licin bisa dihindari.

Lantas apa saja modelnya? OTO akan berbagi pilihan LSUV (Low Sport Utility Vehicle) yang dimodalinya. Meski beberapa tersedia di varian teratas saja.

Mitsubishi Xpander Cross

Mitsubishi Xpander Cross

Mobil besutan Mitsubishi ini belum lama hadir di Tanah Air. Merupakan versi lebih tangguh dari LMPV (Low Multi Purpose Vehicle) Xpander ini dilengkapi banyak fitur, termasuk kontrol stabilitas elektronik. Dengan penyebutan yang berbeda, yakni Active Stability Control (ASC). Terdapat tiga varian yang bisa dipilih : manual dengan banderol Rp 272,7 juta, otomatis Rp 282,7 juta dan Premium Package A/T Rp 292,7 juta. Tersedia dalam banyak pilihan kelir bodi : Quartz White Pearl, Jet Black Mica, Sterling Silver Metallic, Graphite Grey Metallic dan Sunrise Orange Metallic. Bila memilih yang termahal, Anda bakal disuguhkan visual yang lebih mewah, berkat pelapis kulit, kaca film V-Kool dan emblem masif di kap mesin.

Xpander Cross ditenagai mesin MIVEC empat silinder berkubikasi 1,5 liter. Daya dorong tertinggi yang dihasilkan mencapai 105 PS di putaran 6.000 rpm, dengan momen puntir 141 Nm yang keluar di 4.000 rpm. Spesifikasi transmisinya 5-speed untuk manual, sementara otomatis konvensional 4-speed.

Disetel agar dapat melintasi berbagai kondisi jalan dengan tingkat kesulitan sedang, Mitsubishi menyetelnya agar memiliki ground clearance 225 mm. Desain tubuhnya pun dibuat mendukung. Terlihat dari underguard yang terpasang di depan, belakang dan samping. Sistem peredaman pun diperkuat dengan meeting ulang rebound spring. Hasilnya mobil lebih nyaman saat diajak bertualang.

Fitur keselamatan lain juga bisa ditemukan padanya, seperti Hill Start Assist (HSA) dan Emergency Stop Signal (ESS). Proses parkir juga makin aman dan mudah, lantaran memiliki kamera belakang yang tangkapan imajinya diproyeksikan di head unit layar sentuh 7 inci. Ini masih ditambah sensor parkir. Selain ASC, perangkat canggih lain yang dipunya Xpander Cross adalah Cruise Control. Meski belum adaptif, tapi sangat menunjang ketika dipakai mengemudi di jalan bebas hambatan. Kaki pegal karena terlalu lama menginjak pedal akselerasi bisa dihindari.

Suzuki XL7 Alpha Eksterior

Suzuki XL7

Sama seperti Xpander, mobil buatan Suzuki ini merupakan transformasi LSUV dari Ertiga. Aksen yang diterapkan mirip-mirip, sehingga terlihat lebih kokoh. Bedanya, fitur kontrol stabilitas elektronik hanya bisa ditemukan pada varian tertentu. Ya, XL7 memiliki tiga varian. Terendahnya dinamakan Zeta dengan banderol Rp 230 juta untuk transmisi manual dan Rp 240,5 juta untuk otomatis. Di atasnya Beta dengan harga Rp 246,5 juta untuk manual dan otomatis Rp 257 juta. Paling tinggi Alpha senilai Rp 256,5 juta (manual) dan Rp 267 juta (otomatis). Adapun tipe yang memiliki perangkat yang disebut Suzuki, Electronic Stability Programme (ESP) adalah Beta dan Alpha. Soal warna, XL7 banyak pilihan : Rising Orange + Black (Alpha), Brave Kakhi + Black (Alpha), Pearl Burgundy Red (Beta), Metallic Magma Grey (Beta), Prime Cool Black (Alpha & Beta), Prime Snow White (Alpha & Beta).

Jantung mekanis mengandalkan K15B yang juga dapat ditemukan pada model ikonik, Jimny. Berkubikasi 1,5 liter empat silinder, semburan energi dorong puncaknya 104,7 PS di 6.000 rpm, dan torsi 138 Nm pada 4.400 rpm. Cukup mumpuni untuk melintasi berbagai kondisi jalan, mulai dari perkotaan padat hingga antar kota.

Fitur tertanam cukup lengkap, seperti Hill Hold Control (HHC) untuk menahan mobil saat berhenti di tanjakan. Namun, hanya dapat ditemukan pada opsi pemindah gigi otomatis. Begitu juga kamera belakang. Walau begitu, kemudahan parkir masih ditunjang sensor di buritan. Untuk memberikan kenyamanan kepada seluruh penumpang, terdapat layar sentuh 8 inci yang bisa dikoneksikan ke smartphone. Sayang, tidak ada Cruise Control layaknya Xpander Cross.

toyota rush TRD 2018

Toyota Rush

Andalannya Toyota di segmen LSUV ini terus diperbarui. Model anyarnya punya wujud yang jauh berbeda dari terdahulu, bahkan kini menganut kapasitas 7 penumpang. Kontrol stabilitas elektronik bisa ditemukan pada semua varian Rush. Ada dua pilihan. G yang memiliki tipe manual seharga Rp 255,2 juta dan otomatis Rp 265,2 juta. Kemudian S TRD juga dua opsi : manual Rp 266,6 juta dan A/T Rp 276,6 juta. Toyota menyebut fitur itu dengan Solid Vehicle Stability Control.

Urusan dapur pacu, performanya sebelas-duabelas dengan dua model di atas. Keluaran tenaganya 104 PS di 6.000 rpm dengan torsi 136,3 saat 4.200 rpm. Merek asal Jepang ini menjagokan mesin 2NR-VE empat silinder berkubikasi 1,5 liter. Terkenal punya durabilitas tinggi dan kinerja mumpuni. Disandingkan dengan transmisi manual 5-speed atau otomatis 4-speed.

Pelanggan dimanjakan dengan pilihan corak bodi : White, Silver Mica Metallic, Bronze Mica Metallic, Black mica, Red Mica Metallic dan Bordeaux Mica. Visual menawan turut didukung fitur canggih lainnya, seperti head unit layar sentuh 7 inci, kamera belakang, hingga keyless seperti dua model di atas. Sudah pasti tombol start/stop untuk menyalakan-mematikan mesin. Sistem keselamatan makin mantap berkat enam kantung udara, mencakup : dua di depan, dua di samping dan dua di seluruh jendela sisi.

harga terios

Daihatsu Terios

Kembaran Rush yang diproduksi Daihatsu ini punya banyak varian. Konsumen lebih fleksibel untuk menyesuaikan kebutuhan maupun bujet yang dipunya. Secara performa tak berbeda, Terios mengusung mesin 2NR-VE yang berteknologi Dual VVTi. Nah, opsi yang menganut Vehicle Stability Control (VSC) adalah R, R Deluxe dan R Custom. Pabrikan yang bermarkas di Sunter, Jakarta ini melegonya dengan harga kompetitif. R MT dipatok Rp 244,5 juta, sedangkan yang AT Rp 254,5 juta. Kemudian R MT Deluxe Rp 254,5 juta dan AT Deluxe Rp 264,5 juta. Versi paling mahal dengan penambahan visual, R MT Custom Rp 256,4 juta, dan AT Custom Rp 266,4 juta. Bodinya disepuh pilihan warna : Bronze Metallic, Classic Silver, Icy White, Midnight Black Metallic, Purple Metallic dan Scarlet Red Metallic.

Terkait fitur lain mirip-mirip Rush juga. Tapi ada tambahan Around View monitor untuk memantau kondisi sekitaran mobil dengan sudut 360 derajat. Kamera belakang untuk membantu parkir masih dibantu sensor. Tapi bukan untuk mendeteksi objek di belakang, melainkan di depan. Sektor penerangan juga lebih praktis, karena disokong auto on headlamp. Sayang kantung udara cuma dua di depan.

DFSK Glory 560

DFSK Glory 560

Glory 560 merupakan satu-satunya model yang berasal dari luar Jepang. Ya, model buatan DFSK ini ditawarkan dalam beberapa varian. Opsi dilengkapi Electronic Stability Program (ESP) : L 1.5T MT yang dilego Rp 236,5 juta, L 1.5T CVT Rp 246,5 juta dan L 1.8L CVT Rp 246,5 juta. Masing-masing memiliki spesifikasi berbeda untuk jantung penggerak.

Paling murah menggendong mesin berkode SFG15T-01 berkubikasi 1,5 liter dengan teknologi Turbocharged. Tenaganya 150 PS di 5.600 rpm dan torsi 230 Nm di rentang 1.800 hingga 4.000 rpm. Lalu versi pemindah gigi CVT. Spesifikasinya sama, tapi momen puntirnya lebih kecil sedikit, 220 Nm yang tersedia pada 1.800 sampai 4.000 rpm. Terakhir memakai dapur pacu SFG18 naturally aspirated alias tidak pakai turbocharged. Tenaganya 139 PS di 6.000 rpm dan 187 Nm di 3.600-4.200 rpm. Banyak pilihan.

Soal fitur tidak kalah dengan merek Jepang, layar sentuh di dasbor berukuran 8 inci dan dapat menampilkan GPS Navigation built-in. kemudian Hill Hold Control, kamera belakang dan parking sensor untuk keamanan berkendara. Selain teknologi keyless yang memudahkan, DFSK telah mengganti tuas rem tangan dengan tombol Electronic Parking Brake. Kesannya sangat premium. Terkait kelir bodi ada empat : Phantom Black, Glorious Metallic Red, Elegant White dan Champagne Silver. (Hfd/Tom)

Baca juga: Lima Pilihan MPV Paling Terjangkau dengan Fitur Stability Control

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store