jakarta-selatan

BMW Next Vision 100, Inikah Bentuk Mobil 100 Tahun Yang Akan Datang?

  • Mar 14, 2016
  • 832 Dilihat

7 Maret 2016 lalu menjadi momentum bersejarah bagi BMW AG. Pabrikan asal Munich, Jerman itu merayakan 100 tahun keberadaannya. Perayaan, mungkin kata yang sederhana untuk mendeskripsikan kegiatan yang dilakukannya.


Peluncuran mobil baru, tur keliling dunia, perubahan website, dan banyak gelaran-gelaran di setiap negara, tentu membuat rangkaian perayaan sepanjang tahun ini kian menarik. Namun ada satu poin menarik yang kami garis bawahi dari perayaan seabad BMW. Adalah hadirnya mobil konsep bernama BMW Vision Next 100.


Mobil konsep ini menjadi sangat menarik karena BMW AG nampak memilih melihat dan mengembangkan visi seabad ke depan ketimbang terlena bernostalgia dengan satu abad yang telah mereka lalui.


CEO BMW mengendarai Next 100


BMW tak mau sekadar menghadirkan mobil yang bisa berjalan secara otomatis (self driving) yang sekarang sudah mulai dikembangkan banyak merek. Pabrikan ini ingin melihat lebih jauh dari itu. Ini tentu bukan hal yang mudah, pasalnya tim desainer harus bisa menebak kebutuhan masa depan dan memvisualisasikan bagaimana masyarakat masa depan berkendara dengan tetap menggunakan prinsip yang telah digunakan BMW sejak dahulu. Di sinilah jati diri BMW sebagai kendaraan yang nyaman dikendarai coba diaplikasikan, untuk masa depan.


Itu adalah tujuan utamanya, untuk menciptakan bukan hanya sebagai kendaraan masal yang didesain untuk khalayak, namun kendaraan yang sangat personal dan mampu mencocokkan dengan berbagai kebutuhan pengendara, atau sebagaimana BMW menyebut, Ultimate Driving.


Head of BMW Group Design, Adrian van Hooydonk menyebutkan, “Jika, sebagai desainer mampu berimajinasi, maka ada kemungkinan hal itu dapat menjadi kenyataan. Tujuan kami dengan BMW Vision Next 100 adalah untuk mengembangkan skenario masa depan yang akan menjadi bagian dari masyarakat. Ini akan membuka kesempatan bagi kami untuk menawarkan pengemudi lebih banyak lagi panduan untuk mendapatkan pengalaman berkendara yang lebih intens.”


Alive Geometry


Inilah pemeran utama dlam rangkaian ulang tahun satu abad BMW. Meskipun berwujud konsep, namun prototype Next 100 sudah bisa bergerak, bahkan melenggang mengelilingi panggung ketika mobil masa depan ini diperkenalkan di hadapan khalayak. Anda bisa melihat dari video, Next 100 nampak seperti mobil futuristik dengan bentuk bodi yang sangat dinamis. Bukan sekadar dinamis, namun bodinya memang dapat menyesuaikan bentuknya.


Tampak Belakang next 100


Pada beberapa panel bodi, BMW menerapkan teknologi Alive Geometry. Menurut Holger Hampf, Head of Design User Experience BMW AG, “Dalam mobil autonomus drive, mobil tak hanya bisa bergerak secara otomatis, namun turut aktif beradaptasi ketika menghadapi berbagai kondisi. Hal ini dimungkinkan dengan teknologi Alive Geometry.”


Caranya adalah dengan mengaplikasikan sejenis panel-panel tiga dimensi yang ditempatkan di eksterior dan interior kendaraan. Material penyusunnya tidak perlu melalui proses manufaktur yang menyita banyak tenaga dan biaya, namun dicetak menggunakan teknologi 4D printing.


Pada bagian bodi luar, Alive Geometry dimanfaatkan untuk mendukung stabilitas dan kenyamanan ketika berkendara. Panel-panel bodi akan bergerak-gerak mengikuti pergerakkan mobil dan situasi jalanan. Sedangkan untuk interior, panel diaplikasikan pada struktur dashboard untuk memvisualisasikan ragam informasi yang dapat mendukung kenyamanan pengendara.


Dashboard Next 100 juga canggih


Mobil yang bisa beradaptasi, itu mungkin frasa yang tepat untuk mendeskripsikannya secara singkat. Adaptasi mobil di bagian interior juga bisa dilihat dari kokpit pengemudi yang akan bertransformasi ketika mode autonomus dinonaktifkan. Kemudi akan terlipat secara otomatis dan tersimpan rapi untuk mengadaptasikan lingkungan kabin sebagai ruang yang nyaman agar pengemudi bisa nyaman berinteraksi sebagai penumpang.


Ease Mode dan Boost Mode


Mode berkendara diklasifikasikan menjadi dua mode untuk mendukung kenyamanan di dalam mobil. Ease Mode dan Boost Mode. Kedua mode ini menentukan seberapa banyak panduan yang akan diberikan kendaraan.


Pada Boost Mode, semua sistem terkonsentrasi untuk fitur-fitur yang dapat meningkatkan performa berkendara. Misalnya dengan menyajikan visualisasi jalur untuk berkendara yang optimal dengan membaca medan dan memberi gambaran layaknya racing line. Posisi duduk pun diubah agar pengemudi dapat mendapatkan posisi berkendara yang optimal.


Begitu Ease Mode diaktifkan, seketika mobil akan menyalakan sistem autonomus dan aktif menjaga keselamatan berkendara. Bahkan sistem menggunakan fitur-fiturnya untuk mendeteksi poin-poin lanskap menarik di sekitar mobil dan menyajikannya sebagai informasi pada penumpang.


Mobil yang sungguh pandai beradaptasi. Inikah bentuk mobil yang akan dinikmati oleh anak cucu kita nantinya? Mari kita berharap demikian



Baca Juga: Supercar Listrik Yang Fenomenal Dari Geneva Motor Show 2016

Shares

Mobil Pilihan

  • Populer
  • Terbaru
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi
Pilih kota untuk memulai pencarian
Atau pilih dari daftar kota populer