Berkenalan dengan Kembaran Daihatsu Ayla, Sirion, dan Terios di Negeri Jiran yang Kaya Fitur

Berkenalan dengan Kembaran Daihatsu Ayla, Sirion, dan Terios di Negeri Jiran yang Kaya Fitur

Tiga model Daihatsu yang kita kenal dipasarkan dengan merek berbeda di Negeri Jiran. Merupakan kembaran dari Ayla, Sirion, dan Terios. Mereka eksis dengan emblem Perodua sebagai mitra lokal dari Daihatsu. Meski begitu, bukan sekadar ganti lencana sebab terdapat banyak diferensiasi. Seperti apa bedanya? Mari kita berkenalan.

Axia

Daihatsu Ayla memiliki nama yang begitu identik dengan hatchback murah. Kelengkapannya boleh dibilang cukup meski kerap kali menciptakan pertanyaan “berharap apa dari mobil semurah ini?”. Headlamp proyektor setidaknya ditemani LED positioning lamp di varian tertentu. Dalam kabin pun melekat sarana hiburan touchscreen dan AC digital. Kendati begitu, tidak ada esensi yang benar-benar mengangkat derajat sebuah hatchback mungil – tak kecuali pada Agya. Paling banter bodikit. Meski hal itu kembali sesuai preferensi dan selera masing-masing.

Perodua Axia

Lain cerita pada kembarannya, Perodua Axia. Digodok lebih berkelas – atau memang standar kebutuhan dan selera pasar sudah tergolong tinggi. Yang jelas, di segi fitur saja mungkin bisa langsung bikin iri. Oke, memang ada varian termurah nan polosan. Namun bila berbicara kelas puncak, yakin Agya-Ayla tak sanggup menandingi kelengkapan dan seleksi trim teratas.

Ambil contoh sistem multimedia, dijebloskan fungsi navigasi dan konektivitas smartphone Smart Link. Tak hanya itu, melekat pula kemampuan kamera pemantau area belakang. Lalu, untuk menyalakan atau mematikan mesin terdapat tombol engine start/stop. Ibarat kelengkapan dasar Agya-Ayla dijadikan satu dan kemudian dibuat lebih komplet. Pun menyoal detail rasa sentuhan, trim termahal memiliki roda kemudi terbungkus kulit.

Baca juga: Sedang Cari Mobil LCGC Keluarga, Ambil Toyota Calya atau Daihatsu Sigra?

Paling menarik justru di sektor keselamatan. Di saat kita masih melihat kontrol stabilitas elektronik menjadi barang eksklusif di sebuah crossover – atau bahkan MPV medium – trim menengah Axia sudah memiliki komponen itu. Bahkan selangkah lebih maju: ada fitur pre-collision. Masuk dalam paket Advance Safety Assist (ASA) 2.0, memberikan peringatan dan bantuan pengereman aktif. Canggih!

Perodua Axia Style interior

Urusan basis rancangan, Axia punya arahan desain berbeda terutama di fasad depan. Kendati begitu, bicara soal varian peningkat gaya – mau di Malaysia atau Indonesia – ada upaya yang cenderung berlebihan. Subjektif memang, tapi terlalu banyak tempelan malah terkesan gurih berlebihan. Di Malaysia sendiri, tersedia Axia dalam trim bernuansa crossover. Melekat cladding hitam nan tangguh di sekujur tubuh. Nyeleneh bukan?

Ya, hatchback mungil Perodua itu boleh tersenyum bangga dengan fitur kompletnya. Namun dalam hal opsi pencipta dorongan, mereka mungkin tidak unggul sama sekali. Seluruh model hanya dibekali pemacu 1KR-VE berkapasitas 1.000 cc. Unit 1.200 cc absen di line up. Dicatatkan total output 68 PS pada 6.000 rpm dengan torsi puncak 91 Nm di 4.000 rpm. Mayoritas trim memanfaatkan transmisi otomatis sementara versi manual hanya terdapat di satu trim terendah.

Myvi

Setingkat di atas Agya, ada hatchback menarik dari Daihatsu. Adalah Sirion sebagai jembatan antara city car 1.200 cc dengan hatchback 1.500 cc. Pada dasarnya, ia merupakan versi Daihatsu dari Perodua Myvi. Nama Myvi sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Perodua dengan Toyota dan Daihatsu. Versi paling baru dari Myvi dirancang Perodua dengan bantuan dari kedua raksasa otomotif. Tidak seperti keluaran sebelumnya yang mengambil basis Daihatsu Boon (Sirion) dari Jepang.

Myvi

Namun tampaknya niat menyesuaikan lenggokan ke market Indonesia tidak sekeras upaya Ayla untuk masuk Malaysia. Diferensiasi antara Myvi dan Sirion tidak begitu banyak di luar. Bahkan secara garis besar boleh disebut serupa seolah sebatas bertukar lambang merek – tidak seperti perbedaan antara Ayla dan Axia. Semua begitu mirip dari depan, samping, belakang, sampai ke sepatunya. Termasuk penyematan fitur seperti lampu LED.

Masuk kabin, rancangan mendasar pun sekilas sama. Lingkar kemudi dibungkus kulit menegaskan kesan premium dibarengi tombol kontrol audio. Smart Entry dan tombol start/stop engine mungkin bukan barang asing, di sana tentu ada. Begitu pula panel AC digital.

Baca juga: Hatchback LCGC Seharga Rp 160 Jutaan, Ambil Honda Brio Satya atau Toyota Agya?

Kendati begitu, Myvi tampak begitu makmur di tanah kelahirannya terutama menyoal fitur hiburan. Di varian termahal ia mengadopsi head unit berisi fungsi navigasi dan konektivitas Smart Link untuk Android. Menariknya lagi, ia memiliki built-in Toll Reader untuk memasuki jalur bebas hambatan tanpa perlu tap kartu. Terkesan maju bukan?

Perodua Myvi interior

Apalagi dalam hal safety features, jauh lebih advance. Kalau Axia saja sudah komplet maka tak perlu mengkhawatirkan kelas di atasnya. Vehicle Stability Control dan Traction Control menjadi barang standar. ABS+EBD pun tidak perlu ditanyakan lagi. Yep, peranti keselamatan ASA 2.0 meliputi pre-collision system, Front Departure Alert, dan Pedal Misoperation Control juga mejeng di model termahal Myvi.

Urusan pemacu, unit empat silinder 1.300 cc 1NR-VE tentu mengisi daftar pilihan. Serupa yang kita temukan di Sirion, sanggup melontarkan tenaga 95 PS di 6.000 rpm. Sementara itu, momen puntir maksimum dicatatkan sekuat 121 Nm di 4.000 rpm memutar roda depan lewat girboks otomatis atau manual. Belum selesai sampai di situ karena tersedia juga pemacu 1.500 cc untuk kasta teratas. Memanfaatkan unit empat silinder 2NR-VE dengan sinergi penyalur daya otomatis. Lebih bertenaga, total ekstraksi mencapai angka 103 PS dengan torsi puncak 137 Nm.

Aruz

Tak mau ketinggalan berkompetisi di segmen SUV 7 penumpang, Perodua kenalkan Aruz awal tahun lalu. Bukan model kembangan sendiri melainkan Terios dengan penyesuaian sana-sini. Langkah diferensiasi serius dikurasi. Lebih dari sekadar mengganti emblem, desain ikut berubah. Pun fiturnya ditambah agar tampil kompetitif melawan Honda BR-V dan Toyota Rush.

Aruz

Dasar rancangan dan komposisi mekanikal sebenarnya tidak ada beda. Di balik bonnet tertanam mesin empat silinder 1.500 cc berkode 2NR-VE yang sanggup memuntahkan tenaga 102 PS di 6.000 rpm. Tendangan torsi 133 Nm di 4.200 rpm akan memutar roda belakang melalui girboks otomatis empat percepatan. Ya, tidak tersedia opsi manual di keluarga Aruz.

Mungkin secara garis besar Aruz tetap menyuarakan nuansa desain Terios Rush. Namun ketika diteliti lagi, jelas banyak bedanya. Lekuk bumper lebih elegan memainkan pahatan lembut kontur permukaan, bukan patahan. Tidak banyak basa-basi. Bingkai foglamp vertikal celong terbenam ke dalam bumper, juga penegasan apron dieksekusi sederhana. Bumper belakang ikut menjadi bagian penyesuaian bersama sepatu 17 inci model mengipas.

Sama halnya dalam kabin, sekilas seperti Terios hanya saja lumayan berbeda ketika ditilik. Tata letak komponen memang mirip, tapi pahatan dasbornya tidak sehambar LSUV Daihatsu. Ada penambahan lekuk dan ornamen metalik. Kemudian di center stack terpajang panel AC dan set tombol kontrol serupa Myvi.

Perodua Aruz safety

Urusan kelengkapan tidak perlu diragukan lagi, lebih memikat sebagaimana hubungan darah di Axia dan Myvi. Contoh di varian atas terdapat bungkusan jok kulit dan lampu LED otomatis. Head unit touchscreen disuntikkan fungsi navigasi sampai konektivitas Smart Link untuk pengguna Android. Tak hanya itu, mejeng pula alat rekam video (DVR) serta sistem pembaca kartu tol terintegrasi.

Lebih komplet juga dalam hal keselamatan. Dari dua varian, semua dibekali enam airbag ditemani EBD, VSC, dan Hill-Start Assist sebagai perangkat standar. Tak ketinggalan alat bantu pengereman ABS+EBD+BA. Semakin hebat lagi di varian termahal. Seperti di model lainnya, ASA 2.0 ikut meramaikan pos jaga perlindungan nyawa penumpang. Terdiri dari Pre-collision Warning, Pre-collision Braking, Front Departure Alert dan Pedal Misoperation Control.

Ketiga model tadi menggambarkan bahwa setidaknya mobil sekelas Ayla, Sirion, dan Terios dapat dibuat lebih canggih lagi. Minimal ada pertimbangan khusus di sektor keselamatan sama seperti Perodua. Sebuah hal mendasar yang cukup krusial. Kalau pabrikan selalu mengacu pada kebutuhan konsumen, jadi pertanyaan adalah: Apa saja yang Anda butuhkan dari sebuah mobil? (Krm/Tom)

Foto: Zigwheels Malaysia & Perodua

Baca juga: Tertarik Beli Daihatsu Xenia, Varian Apa yang Paling Pas?

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store