jakarta-selatan

Tips Posisi Mengemudi Saat Perjalanan Jauh

  • 07 Jun, 2019
  • 419 Kali Dilihat

Saat mudik menggunakan mobil pribadi, Anda menyetir dengan jarak yang cukup jauh. Kalau tidak ada sopir cadangan, perlu mengatur strategi agar tidak mudah lelah dan hilang fokus, sehingga perjalanan aman. Salah satu yang perlu diperhatikan, posisi duduk saat mengemudi. Ini kesalahan yang dilakukan banyak orang, mencari kenyamanan saat mengemudi. Padahal, bukan kenyamanan yang diutamakan saat mengemudi, tapi posisi yang sempurna.



Sony Susmana dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) menyatakan, mengatur posisi duduk mengemudi bukan berdasarkan kenyamanan. Namun harus mengatur posisi sempurna. Kalau tujuannya nyaman, malah bahaya. Karena kalau terlalu nyaman, sopir bisa hilang fokus dan mengantuk. "Yang nyaman biar penumpangnya saja, sopirnya tidak usah," ungkap Sony.


Lantas seperti apa posisi sempurna yang dimaksud? Ada beberapa poin yang disampaikan Sony. Poin pertama tangan yang santai, tidak tegang saat menggenggam kemudi. Posisinya, dikatakan tidak lebih tinggi dari posisi jantung Anda. Jadi, kalau mobilnya mendukung, atur ketinggian kemudi dan posisikan tangan di angka 9 dan 3 seperti pada jam. Dengan genggaman yang santai, ibu jari tidak ikut menggenggam kemudi. Ketika Anda sudah menggenggam kemudi lebih erat, itu jadi indikasi mengantuk atau letih akibat menyetir terlalu lama, sehingga cenderung menahan kemudi, bukan mengontrolnya.



Jarak antara kemudi dan dada Anda berada di kisaran 30 - 40 cm. Tujuannya untuk menyesuaikan dengan jarak kembang airbag. Jarak itu juga secara natural memosisikan sudut tangan yang sesuai dan memiliki kekuatan untuk memutar kemudi secara refleks. Ya, menyetir mobil dengan tangan yang lurus ketika menggenggam kemudi adalah posisi yang salah. Sedang posisi badan harus tegak dan menempel pada sandaran jok. Kepala juga tegak sejajar dengan punggung. Bisa diluruskan dengan mengatur posisi jok dan headrest.


Posisi kaki kanan, harus bisa siaga berpindah antara pedal rem dan akselerator. Sementara kaki kiri, siagakan pada footrest sehingga sigap ketika harus menginjak pedal kopling (mobil transmisi manual). Untuk mobil transmisi otomatis, kaki kiri bisa lebih santai pada footrest.


Ketika semua poin digabungkan, bakal menawarkan posisi mengemudi yang benar, baik untuk jarak dekat maupun jauh. Dengan posisi benar itu juga, bisa menghasilkan pengendaraan yang lebih santai. Jadi, tanpa harus mencari kenyamanan, masih bisa mendapatkan posisi mengemudi yang baik, sigap dan rileks. "Jika pada poin-poin itu posisi pengemudi sudah tidak sesuai atau berubah, artinya sudah lelah dan perlu istirahat," tutup Sony. (Tom/Odi)


Baca Juga: AC Mulai Tak Dingin, Jangan Salah Periksa Komponen

kali dibagikan

Promo Populer di Jakarta Selatan

Mobil Populer

  • Populer
  • Terbaru
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi