4 Tips Perawatan Mobil Bermesin Turbo Kecil Seperti Toyota Raize

4 Tips Perawatan Mobil Bermesin Turbo Kecil Seperti Toyota Raize

Banyak pertanyaan muncul saat peleuncuran Toyota Raize dan Daihatsu Rocky kemarin. Bagaimaga merawat mesin yang menggunakan turbo? Apakah sulit? Apakah mahal? Mesin berkubikasi kecil berpiston ganjil dan imbuhan induksi turbo. Perangkat ini jelas sebagai barang anyar bagi masyarakat. Mungkin saja sebagian kalangan masih ragu mengenai perawatan mobil berteknologi turbo. Termasuk calon pengguna All New Raize 1.0T. Menurut pabrikan, walau volume bakar kecil, namun tenaga mirip dengan enjin 1.500 cc naturally aspirated. Sebenarnya perawatan mesin ini tidaklah serepot yang dipikirkan.

Asal, pengguna rutin menjalankan servis berkala sesuai rekomendasi. Untuk diketahui, Raize menggendong mesin 1KR-VET berkonfigurasi 1,0 liter turbo 3 silinder segaris. Hasil tarian piston ganjil memberi momen puntir maksimal 140 Nm. Torsi tersedia mulai dari 2.400 hingga 4.000 rpm. Lantas tenaga 98 PS pada 6.000 rpm. Nah, sebetulnya ada beberapa hal harus diperhatikan oleh pemilik. Begini urutan perawatan enjin turbo.

1. Pelajari Buku Manual Kendaraan

Buku manual kendaraan berisi panduan tertulis dan gambar dalam bentuk ilustrasi sederhana. Semua penjelasan mudah dipahami. Di dalamnya, berisi informasi penting seperti garansi, keselamatan kendaraan, instruksi instalasi, identifikasi masalah. Kemudian instruksi pengaturan, spesifikasi produk serta instruksi perawatan serta pemecahan masalah. Dengan membaca buku manual, seharusnya Anda dapat mempelajari cara merawat. Termasuk bagaimana cara memperlakukan mobil turbo yang benar.

2. Gunakan Bahan Bakar yang Tepat

Enjin pemacu berinduksi turbo membutuhkan bahan bakar dengan nilai oktan tinggi. Sebab rasio kompresi ketika pembakaran juga tidak rendah. Asupan bahan bakar yang tidak tepat, seperti nilai oktan di bawah rekomendasi. Bisa membuat pembakaran tidak berlangsung sempurna. Alhasil buncahan daya tidak optimal alias membuatnya kehilangan tenaga. Kemudian, juga menyebabkan knocking atau ngelitik. Dalam jangka panjang jika diabaikan bisa merusak mesin. Kondisi ini juga bakal menghasilkan residu pada gas buang yang menempel di turbin. Jika didiamkan dapat merusak komponen turbo.

Baca juga: Punya Varian GR Sport, Toyota Raize Melantai di Indonesia dengan Harga Mulai Rp 200 Jutaan

Toyota Raize mesin

3. Perhatikan Kondisi Oli Mesin

Komponen turbo mendapatkan oli yang sama dengan cairan untuk melumasi komponen mesin. Mengingat kinerja turbo terbilang berat, karena sanggup berputar hingga 25.000 – 30.000 rpm. Maka hukumnya wajib menggunakan pelumas sesuai kebutuhan untuk memastikan tetap bekerja dengan baik dan menjaga daya tahan enjin. Sesuai rekomendasi pabrikan, gunakanlah oli TMO. Jangn lupa, terus rutin menggantinya waktu servis berkala.

4. Ganti Filter Udara Secara Berkala

Untuk diketahui, turbo mengisap udara dari luar untuk dimampatkan ke dalam ruang bakar mesin. Selalu perhatikan kondisi filter udara supaya memastikannya bekerja optimal menyaring kotoran. Sehingga tidak ikut terbawa. Segera ganti kalau penyaring udara terlalu kotor karena bakal menghambat aliran udara. Sebaiknya jangan dibersihkan, karena membuat elemen rusak, mengingat kuatnya dorongan turbo. Sama dengan oli mesin. Pastikan untuk selalu mengganti saringan udara sesuai ketentuan waktu servis berkala di bengkel resmi Toyota maupun Auto2000.

“Tertarik memiliki All New Raize Turbo? Segera hubungi cabang Auto2000 untuk informasi lebih detail. Selanjutnya lakukan booking pembelian supaya bisa memanfaatkan diskon PPnBM ditanggung pemerintah. Untuk perawatan, pastikan seluruh komponen yang terkait dengan turbo selalu dirawat dengan menjalankan servis berkala di bengkel Auto2000. Atau dapat memanggil layanan THS – Auto2000 Home Service melalui Auto2000 Digiroom,” papar Martogi Siahaan, Chief Executive Auto2000 dalam keterangan tertulis kemarin (30/4).

Gagasan mesin turbo mini atau down sizing sendiri adalah kubikasi kecil. Namun memiliki perangkat forced induction berupa turbo charger. Dengan induksi turbo maka tenaga instan tambahan dapat dihasilkan, bahkan jika dikalkulasi dari mesin yang kapasitasnya lebih besar (1.500 cc). Selain besaran tenaga sama. Enjin mungil ini juga diharapkan memiliki konsumsi bahan bakar lebih irit, dibandingkan mobil nonturbo bertenaga selevel. Namun soal konsumsi bahan bakar kembali lagi pada gaya mengemudi si pengendara. (Alx/Raju)

Baca juga: Daihatsu Rocky Resmi Dijual di Indonesia, Harga Mulai Rp 214 Jutaan

Coronavirus

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil