Road Test Mazda MX-5: Manifestasi Desain Mazda (Part-1)

Road Test Mazda MX-5: Manifestasi Desain Mazda (Part-1)
Gambar
Review Pengguna

Nama Mazda mungkin tak sebesar Toyota atau Honda, khususnya di tanah air. Penjualannya tak masuk lima besar di data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Pun di dunia, namanya tak bersinar. Namun apakah itu menyurutkan gairah para insinyur dan desainer Mazda untuk berinovasi? Tidak. Tak ada pengaruhnya!

Mazda ibarat seseorang yang idealis. Anti-mainstream. Ketika masing-masing pabrikan merancang sebuah bahasa desain, lalu diterapkan berbeda pada setiap modelnya, Mazda tak demikian. Satu alunan irama desain bernama Kodo diaplikasi semirip mungkin ke semua lininya. Kalau Anda bukan pemerhati Mazda, cukup sulit membedakan mana Mazda2 dan CX-3, atau menentukan mana Mazda CX-5 dan Mazda CX-9. Apalagi ketika melihat Mazda3 dan Mazda6 berjajar.

Nah, Mazda MX-5 adalah sebuah roadster dengan pendekatan berbeda.

Desain khas Roadster

Ya, MX-5 adalah sebuah manifestasi Mazda dalam hal desain. Semua upaya mereka untuk merancang mobil yang merepresentasikan desain Kodo, dibenamkan di sini. Benih-benih dari prinsip menyatukan pengendara dan mobil diramu jadi sebuah perangkat pencipta kesenangan. Mazda MX-5 bukanlah dirancang dari kertas, dan untuk pengendara. Namun dari kebutuhan pengendara, lahirlah sebuah roadster.

Desainnya mirip sebuah sportscar dalam skala dua pertiganya. Bonnet yang besar seolah menyembunyikan mesin buas, buritan pendek yang menjanjikan sensasi oversteering terkendali. Dan utamanya, atap terbuka.

Prinsip atap terbuka memang jadi ciri khas utama MX-5. Varian yang kami uji tipe Soft Top dengan atap kanvas. Sayangnya, tipe yang dijual adalah RF (retractable fastback). Kami sebut sayangnya, sebab, tipe soft top lebih menjanjikan keasyikan mengendarai sebuah roadster. Ketika atapnya dibuka, tak ada batas antara Anda dan lingkungan luar. Visibilitas jadi sangat luas. Sensasi berbeda ditawarkan oleh model RF. Terdapat struktur pilar B yang menghalangi pandangan walau atap dibuka.

Oke, memang pelipatan atapnya lebih canggih karena sistem elektrik, namun soft top tak kalah praktis. Melipatnya masuk atau membuka hanya butuh waktu 3 detik. Tapi itu keputusan prinsipal Mazda. Jenis soft top dirasa kurang cocok untuk pasar negara tropis seperti Indonesia. Dengan cukup tingginya curah hujan dan suhu yang terlalu panas, memang membutuhkan jenis atap tertutup yang lebih andal menjaga suhu dan kesenyapan dalam kabin.

 

Saat atap terbuka, meski terembus angin sekalipun, tak sampai mengintrusi dalam kabin. Konon ini berkat kelihaian desainer Mazda dalam meracik pilar A dan winshieldnya (kaca depan). Struktur dan bentuknya membuat angin lewat begitu saja di atas atap serta di sisi kabin.

Interior ala Kokpit

Kabin, kata yang sering kami gunakan untuk membahas bagian interior dari mobil. Namun di Mazda MX-5, kami rasa kata yang tepat menyebutkannya adalah kokpit. Ya, kata ini memang umumnya digunakan untuk menjabarkan ruang kendali atau kemudi pesawat dan kapal. Kenapa namanya kokpit (cockpit – bahasa inggris) karena lahannya sangat sempit namun mudah menjangkau semua tuas kontrol.

Begitulah rasanya ruang interior MX-5 terbaru, sempit dan hampir tak ada ruang untuk berganti posisi. Saya memiliki postur tubuh tinggi 175 cm dengan bobot 100 kg. Hampir tak ada penyesuaian bangku untuk saya. Maklum, MX-5 hanya menawarkan tiga pengaturan, sliding dan sedikit reclining serta pengaturan sudut ketinggian paha. Begitu dapat posisi paling pas, maka itulah ruang yang Anda miliki sepanjang berkendara. mungkin kesan berbeda bisa dirasa kalau tubuh Anda tak segempal saya.

Meski sempit, nyatanya semua kendali bisa dilakukan dengan mudah dari posisi pengemudi. Mengakses entertainment, memainkan tuas transmisi dan fitur berkendara hingga membuka dan melipat atap bisa dilakukan dengan sedikit gerakan.

Fitur Tepat Guna

Fiturnya sama saja dengan semua model Mazda yang ada di Indonesia. Bahkan dibanding model yang beredar di pasar internasional, kami tak melihat adanya pemangkasan fitur berarti pada Miata anyar. Sistem entertainment yang terintegrasi dengan kontrol mobil sudah digunakan. Layar touchscreen bisa dijadikan visualisasi hiburan maupun informasi mobil. Kontrolnya bisa dengan menyentuh layar, tombol putar di konsol tengah, maupun voice command.

Tata suaranya disusun oleh Bose, brand ternama di bidangnya. Tak kurang sembilan speaker dan satu subwoofer diaturnya. Kami ajak Anda menghitung berapa speaker yang terlihat, kami jamin Anda hanya bisa menemukan empat. Ya, lima lainnya tersembunyi dengan apik di seluruh kabin tanpa mengurangi keasyikan suaranya.

Peranti perlindungan keselamatan MX-5 terbaru kami temukan dalam dua jenis, pasif dan aktif. Yang pasif airbag di depan dan sisi penumpang serta pengemudi. Sedangkan perlindungan untuk pejalan kaki berupa kap mesin yang mudah terlepas. Kap ini dirancang untuk terlepas secara instan dan jadi penyerap benturan begitu menabrak pengguna jalan. Dengan demikian hal terburuk akibat pejalan kaki membentur komponen keras seperti mesin bisa dihindari.

Pendukung keselamatan aktif juga Anda rasakan ketika berkendara. Misalnya lewat suara berdengung via speaker layaknya menginjak speedtrap. Suara ini muncul jika Anda berpindah jalur atau melindas marka tanpa menyalakan lampu sein. Fitur bernama Lane Departure Warning System (LDWS) ini berfungsi menjaga Anda dari melakukan manuver yang membahayakan pengendara lain. (Van/RS)

Bersambung ke Part 2, Sensasi Low Cost Sport Car

Baca juga: Road Test Mazda CX-5: Performa Terbaik Di Kelasnya

Jelajahi Mazda MX 5 RF

Mazda MX 5 RF Rp 808,5 Juta Cicilan : Rp 18,45 Juta

Bandingkan & Rekomendasi

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store