Zongshen Aprilia Pagani 150 Mendebut di Cina, Mengadopsi Tema Cafe Racer

Zongshen Aprilia Pagani 150 Mendebut di Cina, Mengadopsi Tema Cafe Racer

Keputusan Aprilia menggandeng Zongshen tampaknya membuahkan hasil. Produk ramuan Italia-Cina berhasil direspons positif, membuat mereka makin agresif. April kemarin baru saja dirilis CR150, scrambler klasik yang pantas jadi lawan Yamaha XSR155. Sesuai ekspektasi, basis itu tak mungkin disia-siakan hanya satu model. Kini, selang dua bulan, versi café racer-nya mendebut di Cina dengan harga Rp 43,6 juta.

Motor bertajuk Pagani 150 ini sedikit lebih mahal. Tapi tentu bukan dialokasikan ke area teknis mesin, fitur, maupun peranti deselerasi. Melainkan untuk mempercantik bagian fasad, fairing, sampai buntut. Paket aksesorinya banyak.

Pemasangan komponen baru berhasil menghilangkan jejak scrambler CR150. Sama sekali tak terlihat mirip. Padahal dari rangka, tangki, mesin, sampai suspensi tak ada yang diubah. Persis.

Efek fairing kit di depan cukup besar. Desain membulat ini cukup merepresentasikan motor balap lawas, apalagi dipadukan lampu bulat dan windshield built in. Finishingnya juga rapi. Paket sayap dibuat seakan menyatu dengan tangki, sampai ke bawah. Ya, bagian kolong terlindungi cover sampai belakang. Detail yang cukup memukau. Dan hal inilah penyebab wajahnya menjadi lain.

Baca Juga: Mengenal Aprilia Storm 125, Skutik Eksentrik Rp 16 Jutaan

Pembedanya lagi, ia memakai model sadel tunggal – menyesuaikan tema. Area penumpang diganti plat meruncing di ujung belakang. Pengemasan kelir pun lebih ekspresif. Tersedia dua opsi berwarna dasar grey metallic, dipasangkan striping biru muda atau merah menyala. Namun keduanya tetap mengenakan sepatu hitam berjari-jari silver, guna mengejar tampilan sporty.

Aprilia Pagani

Jika CR dibekali ban semi tanah, Pagani tentu mengadopsi tipe tapak aspal murni. Sebab habitatnya memang untuk dipacu pada jalan halus, sembari menunduk. Karena itulah handle bar juga diganti model clip on, alias stang jepit. Berikut kaca spion lancip, seakan-akan merepresentasikan aerodinamika.

Lainnya minor saja. Semisal peranti deselerasi, dioptimalkan lewat bentuk cakram wavy dan sedikit lebih besar. Sementara sensor ABS dua kanal bawaan CR ikut diwariskan. Fender roda depan dan belakang turut diganti, lebih menempel ke permukaan ban. Toh tak akan melewati lumpur seperti kakaknya.

Rancang bangun serta pendukungnya sama. Bertumpu pada sasis double cradle,sementara urusan peredaman depan diserahkan ke fork upside down 41 mm. Cukup besar untuk ukuran motor 150 cc. Lantas belakang ditopang dual shockbreaker, sayangnya belum ada informasi lebih lanjut mengenai tipenya (adjustable/fixed).

Sumber tenaga diprakarsai mesin buatan Zongshen, 150 cc DOHC injeksi berpendingin cairan. Dapur pacu ini mengekstraksi tenaga 13,3 Hp/9.750 rpm serta torsi 14 Nm/7.500 rpm. Tak begitu impresif memang, tapi mestinya cukup untuk memangku beban 133 kg.

Jika Masuk Tanah Air, Siapa Lawan Pantasnya?

Kalau CR cocok jadi pesaing XSR155 atau W175 TR, Pagani lebih pantas disandingkan dengan Kawasaki W175 Café. Keduanya menganut “paham” sama. Berikut memiliki tenaga mesin sepantar.

Hanya saja, kehadiran Pagani bakal lebih memikat. Walaupun harganya tembus Rp 40 jutaan, banyak unsur yang tak dipunya Geng Hijau. Sebutlah tampilan café racer ekstrem, suspensi upside down, pendingin cairan, ABS dua kanal, panel meter digital, serta yang paling penting jenama Aprilia! (Hlm/Odi)

Sumber: Greatbiker

Baca Juga: Aprilia Rilis CR150 di Cina, Scrambler Klasik Hasil Kolaborasi dengan Zongshen

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store