Generasi Baru Ducati DesertX V2 2026: Mesin Baru, Rangka Baru, Harga Lebih Terjangkau
Adventure bike premium bermesin V2 890 cc, rangka monokok aluminium, dan fitur elektronik canggih
Pabrikan asal Italia, Ducati, akhirnya menepati janji setelah sempat memamerkan prototipe generasi terbaru DesertX di ajang EICMA pada November lalu. Beberapa hari sebelum pengungkapan resmi yang dijanjikan pada Februari, versi produksi 2026 Ducati DesertX V2 resmi diluncurkan lengkap dengan spesifikasi teknis detail.
KEY TAKEAWAYS
Apakah mesin baru DesertX V2 masih menggunakan sistem Desmodromic?
Tidak, Ducati beralih menggunakan sistem pegas katup konvensional dan penggerak rantai untuk mesin V2 890 cc terbaru iniApa material rangka yang digunakan pada DesertX V2 2026?
Ducati menggunakan rangka monokok aluminium cor, meninggalkan desain teralis baja pada model generasi sebelumnyaSecara visual, desainnya memang terasa familiar. Garis bodi masih mengusung karakter rally-raid klasik, terinspirasi motor Dakar era 1980–1990-an. Namun di balik tampilan tersebut, hampir seluruh aspek teknis berubah total. Menariknya lagi, harga justru turun signifikan.
Salah satu kejutan terbesar dari peluncuran ini adalah banderolnya. Ducati DesertX V2 2026 dibuka dengan MSRP $16.995 AS (Rp286 jtuaan). Angka ini lebih murah $2.000 (Rp33 jutaan) dibanding model 2025, meskipun motor berstatus sepenuhnya baru.
Penurunan harga tersebut tidak diiringi pengurangan fitur atau performa. Sebaliknya, model terbaru justru sedikit lebih ringan dan lebih bertenaga. Selain itu, biaya perawatan jangka panjang diklaim lebih hemat berkat penggunaan mesin V2 890 cc generasi anyar, menggantikan unit Testastretta 11° 937 cc sebelumnya.
Saat ini DesertX V2 hadir dalam satu varian utama. Sementara DesertX Discovery dan DesertX Rally generasi lama masih tersedia dengan harga $19.995 dan $23.995. Namun, kedua versi tersebut sudah dihentikan di Eropa karena tidak memenuhi standar emisi terbaru, sehingga masa depannya diperkirakan tidak akan lama.
Mesin V2 890 cc: Tinggalkan Desmodromic, Lebih Modern
Perubahan terbesar terletak pada jantung pacu. DesertX V2 kini menggunakan mesin V2 890 cc delapan katup terbaru Ducati. Unit ini sebelumnya sudah digunakan pada Multistrada V2, Hypermotard V2, Monster, Panigale V2, serta Streetfighter V2.
Mesin tersebut diklaim sebagai V-twin delapan katup paling ringan dan paling kompak yang pernah dibuat Ducati. Langkah besar diambil dengan meninggalkan sistem katup desmodromic legendaris. Kini, poros nok digerakkan rantai dan katup menggunakan pegas konvensional seperti mesin V-twin pabrikan lain.
Meski tanpa sistem Desmo, inovasi tetap hadir. Mesin ini dibekali pengaturan waktu katup masuk variabel, fitur unik di kelasnya. Pada DesertX V2, output berada dalam setelan lebih jinak dengan tenaga 110,3 hp pada 9.000 rpm. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dari pendahulunya yang menghasilkan 110 hp pada 9.250 rpm.
Torsi tetap sama, yakni 92 Nm. Puncak momen puntir kini hadir pada 7.000 rpm, bukan 6.500 rpm seperti sebelumnya. Meski kapasitas mesin lebih kecil, Ducati menyebut 70 persen dari total tenaga puntir sudah tersedia sejak 3.000 rpm, memberikan karakter responsif saat putaran rendah.
Rasio empat gigi pertama dibuat lebih pendek agar motor terasa lebih lincah ketika berakselerasi. Sementara gigi keenam memiliki rasio lebih panjang guna menekan putaran mesin saat cruising serta meningkatkan efisiensi bahan bakar.
Peralihan dari sabuk timing ke rantai, serta penghapusan sistem Desmo, membuat interval penyetelan katup menjadi 45.000 km, naik 16.000 km dari sebelumnya 29.000 km. Penggantian oli tetap setiap 14.500 km atau dua tahun sekali. Data ini mempertegas bahwa motor Italia kini tidak lagi identik dengan biaya operasional mahal.
Tak hanya mesin, struktur rangka juga berubah drastis. Ducati meninggalkan sasis teralis baja khasnya dan beralih ke monokok aluminium cor. Mesin berfungsi sebagai bagian struktural sekaligus kotak udara.
Desain baru ini lebih kompak dan lebih kaku dibanding model lama. Akses filter udara juga dibuat lebih mudah, terutama setelah digunakan di medan off-road. Subframe jok tetap memakai konstruksi teralis baja demi kemudahan perawatan dan efisiensi biaya servis.
Pada sektor suspensi, komponen berasal dari KYB. Garpu depan upside-down berdiameter 46 mm dipadukan monoshock belakang yang bekerja dengan lengan ayun aluminium. Keduanya dapat disetel penuh. Garpu memiliki penyetel independen di tiap kaki, sementara shock belakang dilengkapi penyetel preload jarak jauh agar perubahan setelan bisa dilakukan dengan cepat.
Roda masih mengandalkan model jari-jari kawat dengan ukuran 21 inci di depan dan 18 inci belakang. Ban standar menggunakan Pirelli Scorpion Rally STR.
Secara tampilan, DesertX V2 tetap mempertahankan aura reli klasik. Inspirasi dari Cagiva Elefant masih terasa kuat. Namun seluruh panel bodi kini benar-benar baru, termasuk desain lampu depan dengan interpretasi lebih modern.
Motor 2026 ini tampil lebih ramping berkat penggunaan tangki bahan bakar plastik berkapasitas 18,2 liter, turun dari sebelumnya 20,8 liter. Jika membutuhkan daya jelajah ekstra, tersedia opsi tangki tambahan belakang berkapasitas 8 liter. Kombinasi tersebut tetap menjadikan DesertX V2 sebagai motor petualang jarak jauh dengan fleksibilitas tinggi.
Ducati dikenal sebagai pelopor fitur elektronik canggih, dan DesertX V2 melanjutkan tradisi tersebut. Layar TFT kini menggunakan model 5 inci berorientasi lanskap dengan resolusi 800 x 480 piksel. Tersedia tiga mode tampilan berbeda.
Pengendara dapat memilih enam mode berkendara, seluruhnya bisa disesuaikan preferensi pribadi. Sistem ini mengatur ABS menikung berbasis IMU, kontrol traksi, kontrol wheelie, serta kontrol pengereman mesin.
ABS memiliki empat pengaturan, dua untuk penggunaan jalan raya dan dua untuk off-road. Dalam mode Rally dan Enduro, fitur ABS bahkan dapat dinonaktifkan sepenuhnya demi pengalaman berkendara ekstrem.
Tampilan perdana Ducati DesertX V2 2026 menunjukkan evolusi besar tanpa meninggalkan identitas aslinya. Mesin baru lebih modern, rangka lebih ringan, fitur elektronik makin lengkap, serta biaya perawatan lebih efisien.
Dengan harga lebih rendah dibanding generasi sebelumnya, motor ini berpotensi menjadi pilihan menarik di segmen adventure kelas menengah premium. DesertX V2 bukan sekadar penyegaran, melainkan lompatan signifikan dalam strategi Ducati menghadirkan motor petualang yang lebih rasional namun tetap penuh karakter. (BGX/ODI)
Baca Juga:
Generasi Baru Ducati Hypermotard V2: Lebih Ringan dan Bertenaga
Ducati Monster MY2026: Generasi Baru, Desain Klasik dengan Teknologi Masa Depan
-
Jelajahi Ducati Desert X
Model Motor Ducati
Jangan lewatkan
IIMS 2026
Tren & Pembaruan Terbaru
- Terbaru
- Populer
Anda mungkin juga tertarik
- Berita
- Artikel feature
Motor Unggulan Ducati
- Populer
Bandingkan & Rekomendasi
|
|
|
|
|
|
Kapasitas
937
|
200
|
293.2
|
249.9
|
349.7
|
|
Jenis Mesin
L-Twin Cylinder, 4 Valves, 4-Stroke, Liquid-Cooled, Engine
|
Single Cylinder, 4-Stroke, Air-Cooled, SOHC
|
Single Cylinder, 2-Stroke Engine
|
Single Cylinder, 4-Stroke Engine
|
Single Cylinder, 4-Stroke Engine
|
|
Jumlah silinder
2
|
1
|
1
|
1
|
1
|
|
|
Tren Off Road
- Terbaru
- Yang Akan Datang
- Populer
Artikel Motor Ducati Desert X dari Zigwheels
- Motovaganza
- Tips
- Review
- Artikel Feature