Soal EV: Pemerintah Berlari, Industri Otomotif Minta Pelan-Pelan Saja

Soal EV: Pemerintah Berlari, Industri Otomotif Minta Pelan-Pelan Saja
Contents
Baca SelengkapnyaSembunyikan

Pemerintah terus berlari menyambut tren kendaraan listrik dunia. Target-target sudah dijabarkan bahwa dalam waktu dekat populasi kendaraan listrik akan meningkat dengan Indonesia ditargetkan menjadi salah satu produsen baterai dan kendaraan ramah lingkungan tersebut.

Peta jalan pengembangan kendaraan listrik di Indonesia juga sudah ditetapkan pemerintah melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 27 Tahun 2020 tentang Spesifikasi Teknis, Roadmap EV dan Perhitungan Tingkat Kandungan Lokal Dalam Negeri (TKDN). Ini menandakan keseriusan Indonesia pada target mobilitas masa depan di wilayahnya dan menjadi contoh bagi negara-negara lain di Asia.

"Regulasi ini berfungsi sebagai petunjuk atau penjelasan bagi stakeholder industri otomotif terkait strategi, kebijakan dan program dalam rangka mencapai target Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor hub kendaraan listrik,” ungkap Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat menjadi pembicara di webinar oleh Forum Wartawan Industri (Forwin), Jumat (15/10/2021).

Pemerintah menargetkan produksi BEV pada tahun 2030 dapat mencapai 600 ribu unit untuk roda 4 atau lebih, serta 2,45 juta unit untuk roda 2. Produksi kendaraan listrik diharapkan mampu menurunkan emisi CO2 sebesar 2,7 juta ton untuk roda 4 atau lebih dan sebesar 1,1 juta ton untuk roda 2.

Baca juga: Jokowi Sebut Dua Sampai Tiga Tahun Lagi Mobil Listrik Ramai di Jalanan

mobil listrik spklu

Lalu bagaimana kesiapan dari sisi industri? Indonesia sudah dikenal dengan industri manufaktur otomotifnya yang sangat besar terutama soal produksi kendaraan bermesin konvensional. Ketua V Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Shodiq Wicaksono berharap era kendaraan listrik dan kendaraan konvensional dapat berlangsung secara alami, baik di sisi masyarakat maupun di industri karena banyak faktor yang mempengaruhi.

"Saya mencontohkan saat masyarakat Indonesia menggunakan mobil bertransmisi manual ke otomatis.Ini perlu dilakukan edukasi oleh APM secara alamiah sampai akhirnya ada peralihan. Begitu juga dengan EV ini mungkin bisa dilakukan dengan pendekatan yang alamiah,” ucap Shodiq di waktu yang sama.

Salah satu strategi yang dicontohkan adalah saat pengenalan produksi Low Cost Green Car (LCGC) untuk menurunkan emisi karbon. Shodiq menilai produk yang dikenalkan 2013 lalu saat ini sudah menyumbangkan angka penjualan secara nasional sebesar 20 persen. “Jadi memang stepping menuju pure EV itu perlu dilakukan secara alami,” ucap Shodiq.

Pihak industri otomotif berharap sebelum industri nasional bisa memproduksi baterai kendaraan listrik sendiri, ada dua teknologi lain yang bisa dijadikan tahapan menuju kendaraan listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV), yaitu HEV (Hybrid Electric Vehicle) dan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle).

Pasalnya salah satu yang menjadi strategi untuk mempopulerkan kendaraan listrik adalah harga. Saat ini harga EV menyentuh angka Rp 600 juta sebab lebih dari 40 persen EV harganya berada di baterai. Sebuah angka yang terbilang niche di tengah kemampuan beli kendaraan masyarakat di angka Rp 300 jutaan ke bawah.

“Seberapa cepat kita bisa menuju BEV tergantung kesiapan para stakeholder. Kalau baterai kendaraan listrik yang murah bisa tersedia dengan cepat, dan insentif pembelian atau penjualan BEV bisa diberikan dengan baik maka prosesnya bisa lebih cepat. Artinya ada banyak hal yang harus diperhatikan sebelum mencapai ke BEV,” kata Shodiq.

Baca juga: Target Net Zero Emission, Indonesia Akan Setop Jual Kendaraan Konvensional pada 2050

Mitsubishi Pabrik

Industri Komponen Minta Waktu

Peralihan paradigma kendaraan bermesin menuju kendaraan listrik menurut GAIKINDO sebaiknya juga tidak mengganggu industri pendukung otomotif lainnya. Sebab Shodiq mencatat setidaknya ada 1,5 juta karyawan yang bekerja di industri pendukung otomotif Tier 1 sampai Tier 3 yang perlu diperhatikan karena akan terdampak kebijakan mobil listrik tersebut.

Ketua Umum Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM), Hamdhani Dzulkarnaen Salim memperkirakan sekitar 47 persen perusahaan komponen yang menjadi anggota asosiasinya akan terdampak kebijakan kendaraan listrik.

“Terutama perusahaan yang yang memproduksi mesin dan ribuan komponen di dalamnya, kemudian produsen transmisi juga akan terpengaruh, yang memproduksi tangki dan filter BBM serta oli, sampai exhaust valve pasti akan terpengaruh,” tegas Hamdhani.

Pengembangan kendaraan listrik di Indonesia menurut Hamdhani mau tidak mau membuat anggota GIAMM yang nanti hasil produksinya tidak lagi digunakan untuk membuat komponen baru dengan nilai investasi yang tidak sedikit.

Dalam kondisi disrupsi industri ini, pihak industri komponen berharap pada pemerintah untuk menyediakan waktu bagi mereka mempelajari teknologi yang dibutuhkan. Mengingat peta jalan EV yang sudah diperlihatkan sampai 2050 alias 30 tahun mendatang, industri saat ini kesulitan apabila tiba-tiba harus berganti haluan mengikuti tren listrik.

“Itu semua perlu R&D, penguasaan teknologi, dana, kompetensi dan waktu. Waktu yang terpenting. Sebab itu paling masuk akal menuju era elektrifikasi melalui teknologi hybrid. Jadi kami bangun kompetensi dulu, tidak tiba-tiba harus ke BEV,” ucap Hamdhani.

Terkait polemik tersebut, Dosen Desain Produk FSRD-ITB, Yannes Martinus Pasaribu menilai, pemerintah memegang peranan penting dalam mensukseskan program kendaraan listrik untuk menekan emisi karbon itu.

Menurut Yannes, Indonesia memiliki potensi besar menjadi negara kaya karena menguasai sekitar 23 persen cadangan nikel dunia ditambah memiliki sumber daya elemen penyusun baterai lithium. Apabila seluruhnya dipergunakan sebagai modal mendirikan industri baterai nasional, maka bukan tidak mungkin pada 2030 mendatang Indonesia bisa menjadi negara produsen baterai kendaraan listrik terbaik di ASEAN.

“Untuk menuju ke sana perlu leadership yang kuat. Sementara dalam proses menuju ke sana, Indonesia kan ada potensi penerimaan dari carbon tax minimal Rp 3,03 triliun per tahun. Bagaimana kalau insentifnya diberikan ke stakeholder baik itu masyarakat atau industri agar harga mobil dan motor listrik menjadi menarik,” usul Yannes (Sta/Raju)

Baca juga: Akhirnya Pameran GIIAS Resmi Hadir 11 November Mendatang

Setyo Adi Nugroho

Setyo Adi Nugroho

Pemuda asal Yogyakarta yang gemar fotografi dan dunia otomotif. Adi, begitu ia disapa, sudah cukup lama berkecimpung di jurnalisme. Khususnya otomotif. Salah satu poin paling menarik dari dirinya, sang bapak mengoleksi motor Honda Supra. Berlanjut sampai dirinya yang tetap setia menggunakan moped atau motor bebek Honda Supra di tengah terpaan gelombang skutik.

Baca Bio Penuh

Jual mobil anda dengan harga terbaik

Pembeli asli yang terverifikasi Pembeli asli yang terverifikasi
Listing gratis Listing gratis
Daftarkan mobil Anda

GIIAS 2025

Tren & Pembaruan Terbaru

Anda mungkin juga tertarik

  • Berita
  • Artikel feature

Mobil Pilihan

  • Yang Akan Datang
  • MG 3 hev
    MG 3
    Rp 203,04 Juta Perkiraan Harga Lampung Tengah
    Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
  • Mitsubishi Xpander Hybrid hev
    Mitsubishi Xpander Hybrid
    Rp 405,5 Juta Perkiraan Harga Lampung Tengah
    Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
  • BYD Atto 4 ev
    BYD Atto 4
    Rp 464,33 Juta Perkiraan Harga Lampung Tengah
    Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
  • Neta U ev
    Neta U
    Rp 463,76 Juta Perkiraan Harga Lampung Tengah
    Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
  • CHERY TIGGO 4 PRO
    CHERY TIGGO 4 PRO
    Rp 457,02 Juta Perkiraan Harga Lampung Tengah
    Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
  • TEST JETOUR T2 DI 2 ALAM BERBEDA
    TEST JETOUR T2 DI 2 ALAM BERBEDA
    07 Jan, 2026 .
  • COBAIN CHERY J6T PAKAI OBSTACKLE JALUR OFFROAD, BEGINI SENSASINYA!
    COBAIN CHERY J6T PAKAI OBSTACKLE JALUR OFFROAD, BEGINI SENSASINYA!
    30 Dec, 2025 .
  • FIRST DRIVE HONDA PRELUDE: DEFINISI SPORTSCAR RAMAH PAKAI
    FIRST DRIVE HONDA PRELUDE: DEFINISI SPORTSCAR RAMAH PAKAI
    30 Dec, 2025 .
  •  Veloz Hybrid EV Lintas Nusa (Eps 3): Menantang Batas, Sisir Jalur Magis Banyuwangi ke Gunung Bromo
    Veloz Hybrid EV Lintas Nusa (Eps 3): Menantang Batas, Sisir Jalur Magis Banyuwangi ke Gunung Bromo
    22 Dec, 2025 .
  • NEW TOYOTA VELOZ HYBRID: CEK KELENGKAPAN SEMUA VARIAN
    NEW TOYOTA VELOZ HYBRID: CEK KELENGKAPAN SEMUA VARIAN
    10 Dec, 2025 .
  • TEST DRIVE TOYOTA VELOZ HYBRID, BAWA STANDAR BARU MOBIL KELUARGA
    TEST DRIVE TOYOTA VELOZ HYBRID, BAWA STANDAR BARU MOBIL KELUARGA
    10 Dec, 2025 .
  • TEKNOLOGI HYBRID MILIK TOYOTA YANG BIKIN BERKENDARA MAKIN ASIK DAN MENYENANGKAN
    TEKNOLOGI HYBRID MILIK TOYOTA YANG BIKIN BERKENDARA MAKIN ASIK DAN MENYENANGKAN
    18 Nov, 2025 .
  • ALASAN MENGAPA MITSUBISHI DESTINATOR JADI PILIHAN TEPAT BUAT KELUARGA
    ALASAN MENGAPA MITSUBISHI DESTINATOR JADI PILIHAN TEPAT BUAT KELUARGA
    18 Nov, 2025 .
  • COBA LANGSUNG OMODA 9, SUV KAYAK GINI PANTAS DIJUAL BERAPA?
    COBA LANGSUNG OMODA 9, SUV KAYAK GINI PANTAS DIJUAL BERAPA?
    18 Nov, 2025 .
  • LIHAT MOBIL LISTRIK & KENDARAAN MASA DEPAN HONDA DI JAPAN MOBILITY SHOW 2025
    LIHAT MOBIL LISTRIK & KENDARAAN MASA DEPAN HONDA DI JAPAN MOBILITY SHOW 2025
    18 Nov, 2025 .
Tonton Video Mobil

Artikel Mobil dari Carvaganza

  • BYD Bocorkan Spesifikasi Seal 07, Segera Meluncur Tahun Ini
    BYD Bocorkan Spesifikasi Seal 07, Segera Meluncur Tahun Ini
    Muhammad Hafid, Hari ini
  • New Hyundai Creta Alpha Meluncur Versi 2026, Perkuat Karakter Lewat Visual
    New Hyundai Creta Alpha Meluncur Versi 2026, Perkuat Karakter Lewat Visual
    Anjar Leksana, Hari ini
  • Jadi Merek Terlaris ke-9 di Indonesia, Chery Optimis Sambut 2026
    Jadi Merek Terlaris ke-9 di Indonesia, Chery Optimis Sambut 2026
    Bangkit Jaya, Hari ini
  • Bisik-Bisik Morizo Isyaratkan Toyota MR2 Lahir Kembali di Tokyo Auto Salon 2026
    Bisik-Bisik Morizo Isyaratkan Toyota MR2 Lahir Kembali di Tokyo Auto Salon 2026
    Muhammad Hafid, Hari ini
  • Resonator Siap Debut di Tokyo Auto Salon 2026, Modifikasi Honda Step WGN Ala Amerika
    Resonator Siap Debut di Tokyo Auto Salon 2026, Modifikasi Honda Step WGN Ala Amerika
    Anjar Leksana, Hari ini

Artikel Mobil dari Zigwheels

  • Motovaganza
  • Tips
  • Review
  • Artikel Feature
  • 4 Mobil yang Penjualannya Tamat di Indonesia pada 2025
    4 Mobil yang Penjualannya Tamat di Indonesia pada 2025
    Anjar Leksana, Hari ini
  • Kisah Ajaib "Azul", VW Kombi yang Berdiri Tegak di Tengah Reruntuhan Kebakaran Los Angeles
    Kisah Ajaib "Azul", VW Kombi yang Berdiri Tegak di Tengah Reruntuhan Kebakaran Los Angeles
    Setyo Adi, 05 Jan, 2026
  • Bugatti Solitaire Siapkan Mahakarya Kedua: Veyron Reborn, Hypercar One-Off Edisi Spesial 20 Tahun Veyron
    Bugatti Solitaire Siapkan Mahakarya Kedua: Veyron Reborn, Hypercar One-Off Edisi Spesial 20 Tahun Veyron
    Muhammad Hafid, 05 Jan, 2026
  • Ekspedisi Lintas Nusa: Menemukan Harmoni Alam dan Teknologi Bersama Toyota Veloz Hybrid EV di Panggung Jawa Timur
    Ekspedisi Lintas Nusa: Menemukan Harmoni Alam dan Teknologi Bersama Toyota Veloz Hybrid EV di Panggung Jawa Timur
    Zenuar Istanto, 05 Jan, 2026
  • HMID Mau Meluncurkan Hyundai Creta 2026 dalam Waktu Dekat
    HMID Mau Meluncurkan Hyundai Creta 2026 dalam Waktu Dekat
    Anjar Leksana, 05 Jan, 2026
  • Perlunya Pengecekan Ban Mobil Sebelum Perjalanan Jauh dan saat Musim Hujan
    Perlunya Pengecekan Ban Mobil Sebelum Perjalanan Jauh dan saat Musim Hujan
    Anjar Leksana, 29 Des, 2025
  • Pahami Konsekuensi dan Kesiapan Sebelum Beralih ke Mobil Listrik
    Pahami Konsekuensi dan Kesiapan Sebelum Beralih ke Mobil Listrik
    Setyo Adi, 12 Agu, 2025
  • Termasuk Komponen Vital, Pentingnya Merawat Ban Serep
    Termasuk Komponen Vital, Pentingnya Merawat Ban Serep
    Setyo Adi, 04 Des, 2024
  • Menyiasati Terjebak Macet Horor Berjam-jam
    Menyiasati Terjebak Macet Horor Berjam-jam
    Setyo Adi, 20 Sep, 2024
  • Supaya Hemat Baterai, Terapkan Cara Mengendarai Mobil Listrik Seperti Ini
    Supaya Hemat Baterai, Terapkan Cara Mengendarai Mobil Listrik Seperti Ini
    Anjar Leksana, 06 Sep, 2024
  • Test Drive Mitsubishi Destinator: SUV 7-Seater Turbo yang Sangat Menjanjikan
    Test Drive Mitsubishi Destinator: SUV 7-Seater Turbo yang Sangat Menjanjikan
    Setyo Adi, 01 Sep, 2025
  • First Drive Jaecoo J7 AWD di Medan Offroad: Tangguh Tanpa Modifikasi
    First Drive Jaecoo J7 AWD di Medan Offroad: Tangguh Tanpa Modifikasi
    Muhammad Hafid, 29 Agu, 2025
  • First Drive Jaecoo J7 SHS: Efisiensi Tinggi dan Fitur ADAS Lengkap
    First Drive Jaecoo J7 SHS: Efisiensi Tinggi dan Fitur ADAS Lengkap
    Muhammad Hafid, 29 Agu, 2025
  • First Drive Xpeng G6: Siap Tantang Kelas Premium
    First Drive Xpeng G6: Siap Tantang Kelas Premium
    Setyo Adi, 24 Jun, 2025
  • Test Drive New BYD Seal: Geber di Mandalika, Jajal Suspensi DiSus-C
    Test Drive New BYD Seal: Geber di Mandalika, Jajal Suspensi DiSus-C
    Alvando Noya, 13 Jun, 2025
  • Harga Beda Tipis, Beli Toyota Kijang Innova Reborn 2.4 Diesel atau Zenix 2.0 G CVT?
    Harga Beda Tipis, Beli Toyota Kijang Innova Reborn 2.4 Diesel atau Zenix 2.0 G CVT?
    Anjar Leksana, 02 Jan, 2026
  • 5 SUV Besar Lawan Jaecoo J8 SHS Ardis di Indonesia
    5 SUV Besar Lawan Jaecoo J8 SHS Ardis di Indonesia
    Anjar Leksana, 16 Okt, 2025
  • Nissan R35 GT-R Resmi Pensiun, Warisan 18 Tahun dan Dedikasi Sang “Godfather of GT-R”
    Nissan R35 GT-R Resmi Pensiun, Warisan 18 Tahun dan Dedikasi Sang “Godfather of GT-R”
    Setyo Adi, 08 Sep, 2025
  • Pilihan Mobil Listrik Terbaru Pasca GIIAS 2025
    Pilihan Mobil Listrik Terbaru Pasca GIIAS 2025
    Anjar Leksana, 04 Agu, 2025
  • GIIAS 2025, Jadi Panggung Elektrifikasi Mobil Hybrid dari Segala Segmen
    GIIAS 2025, Jadi Panggung Elektrifikasi Mobil Hybrid dari Segala Segmen
    Setyo Adi, 04 Agu, 2025

Bandingkan

You can add 3 variants maximum*