PLN Harapkan Lebih Banyak Merek Kerjasama Bangun SPLU

PLN Harapkan Lebih Banyak Merek Kerjasama Bangun SPLU

Era kendaraan listrik memang sudah di depan mata. Pabrikan mobil dan motor, berbondong-bondong mengirim kendaraan antiminyak buminya ke Indonesia. Sebagai produsen dan distributor energi listrik resmi di tanah air, Perusahaan Listrik Negara (PLN) pun siap mengakomodirnya. Salah satunya dengan membuka pintu pada BMW yang menawarkan kerjasama.

“Siapapun bisa (bekerjasama dengan PLN), Kami kan penyedia listrik dan SPLU-nya. BMW mempelopori masuk proyek ini ke kami, mereka jadi inisiator. Semoga masyarakat bisa berlomba-lomba untuk menggunakan kendaraan listrik,” jelas M. Ikhsan Asaad, General Manager PLN Distribusi Jakarta Raya, di Jakarta Pusat, hari ini (14/12).

Terkait kerjasama ini, PLN berharap bisa menyerap teknologi kendaraan listrik yang dimiliki BMW. Misalnya, spesifikasi daya yang dibutuhkan, peranti pengecasan, hingga infrastruktur yang dibutuhkan mobil untuk mengisi listrik.

stasiun pengisian listrik umum

Pihak mereka pun membuka tangan sangat lebar bagi pabrikan lain agar melakukan hal yang sama dengan BMW. “Kemungkinan dalam waktu dekat ada produsen lain. Kami lagi mendekati beberapa yang lain, yang punya mobil listrik,” imbuh Ikhsan.

Belum lama ini, Mitsubishi Jepang juga sudah menandatangani kerjasama dengan pemerintah terkait elektrifikasi kendaraan. Mereka menyumbangkan 10 unit mobil llistrik berbagai jenis untuk digunakan oleh institusi di Indonesia.

Untuk diketahui, populasi mobil listrik di tanah air memang masih sangat rendah. Jikapun ada kendaraan hybrid PHEV yang membutuhkan daya listrik langsung, modelnya masih sangat sedikit. Catatan kami, hanya ada BMW i8 yang dijual di tanah air. Itupun jenisnya sportscar hibrida, dan pajaknya masih mahal. Harga off the roadnya saja menyentuh lebih dari Rp 3,4 miliar.

Memang ada merek lain, misalnya Tesla. Sayang mobil murni elektrik itu tak ada kabarnya. Populasinya pun tak terdeteksi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Hal ini lantaran Tesla masuk melalui importir umum yang tak tergabung bersama organisasi tersebut.

Woro-woro mobil listrik memang makin menyeruak sejak Presiden Republik Indonesia menandatangani Rancangan Umum Energi Nasional (RUEN) melalui Peraturan Presiden (Perpres) No 22 tahun 2017. Sejak beleid yang disepakati Maret 2017 itu, satu persatu pabrikan berlomba menunjukkan kesiapan mereka atas kendaraan yang tak meminum bahan bakar minyak.

Semoga saja langkah yang dilakukan BMW dan PLN ini menyulut insiasi pabrikan lain. Khususnya merek Jepang yang sudah memiliki pasar dan infrastruktur kuat di tanah air. (Van/Odi)

Baca Juga: Penjualan Mobil Listrik Bisa Lampaui Mobil Konvensional

GIIAS 2021

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil