• Wishlist

Nissan Umumkan Strategi Baru, Salah Satunya Tutup Pabrik di Indonesia

Nissan Umumkan Strategi Baru, Salah Satunya Tutup Pabrik di Indonesia

Nissan Motor Co., hari ini (28/5) umumkan rencana 4 tahun (hingga tahun fiskal 2023) untuk menjaga perputaran roda bisnisnya. Beberapa proses dipaparkan dalam dua langkah utama; rasionalisasi strategi dan memprioritaskan produk serta pasar tujuan. Salah satu detail dalam rencana ini adalah menutup pabrik Nissan di Indonesia.

Langkah penutupan pabrik Nissan masuk dalam aksi rasionalisasi untuk merestrukturisasi, mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi strategi. Penutupan pabrik di Indonesia nantinya akan berimbas pada sisa satu pabrik di Jawa Barat yang memproduksi model Datsun.

Nissan Thailand plant
Pabrik Nissan di Thailand

Kelak model-model yang diniagakan Nissan untuk Indonesia, akan bersumber dari Thailand. Pabrik di Negeri Gajah Putih jadi satu-satunya fasilitas produksi beroperasi di ASEAN.

Pabrik Nissan di kawasan Purwakarta, terakhir hanya merakit mobil merek Datsun. Tadinya pabrik mesin direncanakan beroperasi untuk menyuplai kebutuhan Mitsubishi Xpander. Kecuali Mitsubishi mencaplok pabrik mesin ini, nampaknya rencana itu harus pupus lantaran fasilitas ditutup sepenuhnya. Pabrik yang memproduksi mobil Nissan, sudah setop duluan sejak Maret 2019.

Untuk diketahui, tutupnya pabrik Purwakarta Nissan tak akan berpengaruh pada penjualan maupun servis di Indonesia. Produksi dan penjualan merupakan dua hal yang berbeda dalam hal bisnis. 

Penutupan pabrik bukan cuma terjadi di Indonesia. Fasilitas produksi di Eropa Barat, tepatnya Barcelona, Spanyol juga akan berhenti. Penyesuaian skala produksi juga disebut akan dilakukan di Amerika Utara dan fokus pada model-model utama saja. Bukan cuma menghentikan produksi, strategi Nissan juga mencakup keluarnya mereka dari pasar Korea Selatan. Bisnis Datsun di Rusia juga dijabarkan ditiadakan. Strategi angkat kaki ini merupakan aksi dari fokus ulang pasar dan produk.

Seluruh detail di atas merupakan bagian dari strategi mengurangi jumlah produksi kendaraan Nissan hingga 20%. Figur ini akan membuat total produksi globalnya hanya 5,4 juta unit. Jumlah model yang diedarkan pun tereduksi. Dari sebelumnya 69 model, jadi 55 model saja.

"Rencana transformasi kami ditujukan untuk memastikan pertumbuhan yang stabil ketimbang memperluas penjualan secara berlebihan," jelas CEO Nissan, Makoto Uchida dalam siaran pers.

Dalam presentasinya, Uchida memaparkan kerugian yang didera Nissan karena wabah COVID-19 di kuartal empat, tahun fiskal 2019. Tak kurang kerugian merek asal Yokohama mencapai USD$ 6,2 miliar. Tekor sebesar ini pertama kalinya dirasakan setelah krisis finansial global pada 2009.

Maksimalisasi potensi kolaborasi dengan merek-merek dalam aliansi juga tetap jadi langkah yang dipertimbangkan dalam transformasi bertajuk Nissan Next itu. Dari sumber lain, disebut bahwa sebagai bagian dari aliansi, Nissan akan fokus dan jadi referensi untuk pasar Cina, Eropa dan Jepang.

"Nissan harus memberikan value pada pengguna di seluruh dunia. Untuk melakukannya, kami harus membuat terobosan dalam hal produk, teknologi dan pasar di mana kami kuat dan kompetitif," tutup Uchida.

Sumber: Asia Nissan NewsAliance 2022 

Baca Juga: Panduan Beli Honda Brio Bekas, Kenali Kekurangan dan Kelebihannya

    • Overview
    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Others
    • Kebijakan Privasi
    • S&K
    • Dapatkan di Google Play
    • Tersedia di App Store