• Wishlist

Mobil Legendaris Yang Terpaksa Dipadamkan Tahun Depan

Mobil Legendaris Yang Terpaksa Dipadamkan Tahun Depan

Tahun depan menjadi menarik bagi pasar otomotif dunia, kendati tidak datang dengan mudah. Beberapa pabrikan otomotif harus mengorbankan model-model terdahulu, untuk memberikan jalan bagi yang baru. Jangan heran, mereka juga terpaksa mematikan mobil hebat karena dirasa tidak menguntungkan. Di bawah ini beberapa mobil legendaris yang harus mengalah.



Fiat 500


Mungil, interior sempit, bikin mobil ini tidak terlalu dipercaya untuk tunggangan harian. Bagi mereka penyuka gaya, mungkin cocok. Di sisi lain, ada juga yang bisa mengakomodir adrenalin dengan imbuhan Abarth. Performa membuat mobil ini layak disebut hot hatchback. Hal terakhir itu juga yang membuat lupa betapa Fiat 500 kurang bisa memberikan kepraktisan. Mesin empat silindernya dibekali turbocharger, yang mampu menghasilkan 160 hp. Kami sempat mencicipi mobil ini beberapa tahun yang lalu. Memang, belum bisa menempel, katakanlah, MINI JCW, tapi dimensi kecilnya membuat lincah di perkotaan. Jujur saja kami suka. Dan sedih juga saat FCA (Fiat Chrysler Automotive) memutuskan untuk mematikan mobil ini.



Jaguar XJ


Akhirnya pesaing BMW Seri-7 ini dihentikan produksinya. Meski tampangnya masih sangat bisa menggoda para millenial, tapi masa produksi memang tidak bisa dibohongi. Para penyuka sedan mewah, makin berkurang dan Range Rover jadi pilihan mereka. Dengan dipadamkannya nama XJ, berakhir juga masa kejayaan sedan mewah ini, yang sudah berlangsung selama 50 tahun. Untungnya, Jaguar tidak menampik kalau nama XJ masih ada kesempatan untuk hidup lagi. Tapi pabrikan Inggris itu tidak janji kalau bentuknya masih sedan.



Mercedes-Benz S65 AMG


Masalah S65 lebih banyak bersinggungan dengan sistem penggeraknya yang makin tidak menguntungkan. Di balik moncongnya yang panjang, terpasang mesin V12 bertenaga badak dengan suara layaknya monster yang siap menerkam. Nah, karena dianggap terlalu mahal, tidak ramah lingkungan dan performanya tidak jauh beda dengan S63 bermesin V10, Mercedes memutuskan untuk setop produksi mesin V12. Masuk akal memang. Tapi pecinta otomotif pasti sangat merindukan suara V12 yang merdu itu.



VW Beetle


Generasi terbaru VW Kodok ini cukup menarik untuk dilihat. Rancangan Chris Lesmana (asli Bandung) ini lumayan berhasil. Sejak hadir 2011 hingga 2017, penjualannya tidak bisa dibilang gagal. Desain yang lebih macho tanpa meninggalkan kesan klasik sukses bikin banyak yang suka. Masalahnya arah pengembangan produk VW Group, yang kini lebih memerhatikan kendaraan elektrik, Golf dan Tiguan. Makanya selain New Beetle, jumlah varian Golf juga kena imbas. Terutama untuk pasar Amerika Serikat.



BMW Grand Turismo (GT)


Yes. Seri-3 dan 6 yang di belakangnya ada emblem GT bakal dimatikan. Kami tidak merindukan kedua mobil itu karena bentuknya. Tapi kami suka kabinnya yang ekstraluas. Ruang kaki, kepala hingga bagasi dibuat lebih luas dari versi standar. Makanya bentuknya jadi susah dimengerti. BMW merasa, pergeseran pasar dari sedan ke SUV akan mengganjal kedua mobil ini. Itulah kenapa mereka lebih fokus pada X-Series untuk menangkap peminat BMW yang mencari kepraktisan berlebih. (Ddn/Tom)


Sumber: Berbagai Sumber, Newspress


Baca Juga: 2020 Jadi Tahun Menarik Untuk Otomotif Indonesia