• Wishlist

Meski Baterai Habis, Ternyata EV Tetap Dapat Beroperasi Untuk Beberapa Kilometer

Meski Baterai Habis, Ternyata EV Tetap Dapat Beroperasi Untuk Beberapa Kilometer

Bayangkan sedang berkendara pakai mobil listrik dan baterai habis. Secara logika, mobil tidak akan dapat berjalan ke manapun bukan? Namun kenyataannya tidak begitu. Hasil pengujian Norway Automotive Federation (NAF) menunjukkan, meski baterai habis KBL dapat kembali melanjutkan perjalanan tanpa diisi ulang.


Pengujian NAF kepada 20 mobil listrik membuktikan  bahwa sebelum mati, banyak peringatan diberikan kepada pengemudi. Bahkan masih dapat berjalan normal setelah peringatan pertama. Kecepatan tetap stabil sampai tersisa beberapa kilometer terakhir. Setelah itu tidak serta merta mobil jadi mogok. Di detik-detik terakhir akselerasi melemah dan kecepatan maksimum dibatasi. Di beberapa mobil, fitur pemanas secara otomatis tidak beroperasi.


Menguji mobil listrik di iklim salju


Oke, mobil jelas akan berhenti beroperasi kala baterai habis. Namun kemudian mereka menemukan fakta unik. Meski sudah dinyatakan KO, ternyata dapat kembali berjalan lagi. Caranya dengan mematikan semua kendali dan tinggalkan setengah sampai satu jam. Setelah itu barulah EV dapat kembali beroperasi untuk beberapa kilometer. Sangat praktis bila ternyata pengguna kehabisan daya dekat dengan stasiun pengisian atau rumah.


Baca Juga: First Drive Mitsubishi i-Miev: Sesuai Estimasi


Ini merupakan salah satu temuan dari pengujian NAF kepada 20 EV terlaris di Norwegia. Sebenarnya, tes dilakukan untuk mengetahui daya tempuh, konsumsi baterai, dan waktu pengisian ulang di iklim bersalju. Agar hasil dapat dikatakan valid, beberapa variabel tes disamakan. Semua mobil menempuh rute dan waktu yang sama. Juga berlaku pada cara berkendara serta settingan climate control.


Rute pengujian dimulai dari Oslo sampai Hafjell sejauh 200 km. Evaluasi ditambahkan bagi mobil berpotensi tinggi, sampai 482 km. Semua menghadapi berbagai kondisi jalan, mulai dari berkendara dalam kota, jalan bebas hambatan, sampai jalan pedesaan. Kecepatan juga variatif, berlari sekencang 60 kpj hingga 110 kpj. Ini bertujuan untuk menjajal EV sampai baterai benar-benar habis.


Baca Juga: Mobil Listrik Plug-in Hybrid Justru Lebih Boros dan Berpolusi, Kok Bisa?


Daftar mobil yang terlibat dalam pengujian ini berasal dari merek ternama. Diantaranya ada Tesla, Audi, BMW, Mercedes Benz, Jaguar, Kia, Hyundai, VW, Jaguar, Opel, Renault, Seat, Skoda, dan Nissan.


Pengujian 20 mobil listrik oleh NAF di iklim salju


Hasil Tes


Penggunaan di iklim dingin membuktikan bahwa rata-rata jarak tempuh EV hilang 18,5 persen dari klaim pabrikan. Hyundai Kona paling mendekati klaim Worldwide Harmonised Light Vehicle Test Procedure (WLTP). Deviasi dinyatakan hanya 9 persen. Dari klaim 449 km, ia sanggup menempuh 405 km dalam pemakaian nyata.


Kontestan terburuk di pembuktian klaim adalah Opel Ampera-e, atau dikenal juga sebagai Chevrolet Bolt. Ia hanya sanggup menempuh 70 persen dari apa yang dijanjikan. Uniknya, Tesla Model S menempati posisi kedua terbawah dengan torehan 74 persen. Meski begitu, Model S menawarkan jarak terjauh dari seluruh pemain EV. Dari klaim 610 km, Model S membuktikan integritas di iklim bersalju sampai 470 km.


Selain pembuktian klaim tempuhan di iklim dingin, 20 mobil ini juga diadu seberapa cepat dalam pengisian baterai. Semua harus berjalan selama minimal dua jam terlebih dahulu untuk menghangatkan baterai. Kemudian mengisi ulang daya ketika sudah di bawah 10 persen. Waktu pengisian lalu dihitung seberapa cepat untuk mencapai 80 persen, sesuai kemampuan kapasitas pengisian fast charging.


Audi e-Tron 55 Quattro menyandang gelar pengisian tercepat dengan torehan 27 menit. Kapasitas charging mencapai puncak 150 kW dan ia sanggup bertahan konstan di kapasitas tinggi. Tesla Model 3 menawarkan keunggulan tersendiri. Dapat diisi dengan charger supercepat 200 kW dan mencatatkan waktu 35 menit. Punya jarak tempuh nyata 404 km, Model 3 merupakan EV dengan pengisian tercepat untuk perjalanan jauh jauh. (Krm/Tom)


Sumber: Naf.no, InsideEVs


Baca Juga: Toyota Indonesia Luncurkan Prius Plug-in Hybrid 2020, Harga Rp 884 Juta