Laba Otomotif Astra Group Jeblok, dari Rp 3,45 Triliun Menjadi Rp 716 Miliar

Laba Otomotif Astra Group Jeblok, dari Rp 3,45 Triliun Menjadi Rp 716 Miliar

Selama paruh tahun pertama 2020, kinerja otomotif grup Astra ambruk 79 persen. Pandemi Covid-19 menjadi pemicu kemerosotan. Mereka hanya mampu menghasilkan pundi keuntungan Rp 716 miliar. Padahal semester pertama 2019, perseroan mampu menggenggam laba bersih Rp 3,45 triliun. Virus itu merontokkan sendi-sendi penjualan yang signifikan pada kuartal kedua. Bahkan sampai manufaktur harus setop produksi.

"Performa bisnis dan keuangan Astra Group sangat terdampak akibat Covid-19. Terutama pada kuartal kedua. Langkah penanggulangan pandemi yang diterapkan di sebagian besar wilayah Indonesia. Berdampak pada operasi kelompok usaha secara substansial. Termasuk penutupan sementara kegiatan manufaktur dan distribusi otomotif. Lalu terdapat peningkatan signifikan jumlah pinjaman direstrukturisasi dalam bisnis jasa keuangan. Selain itu, penurunan harga batu bara menekan bisnis alat berat, kontraktor penambangan dan pertambangan. Pandemi ini serta langkah-langkah diambil, diperkirakan bakal terus memengaruhi kinerja hingga akhir tahun," terang Djony Bunarto Tjondro, Presiden Direktur Astra International, dalam laporan kinerja grup.

Astra International

Kalau dirunut khusus sektor otomotif. Penjualan mobil Astra menurun 45 persen menjadi 139.500 unit, dengan pangsa pasar stabil 53 persen. Lanjut pada kuartal kedua 2020, penjualan roda empat menurun 92 persen, dibandingkan dengan triwulan pertama. Padahal enam model baru dan 10 model penyegaran diluncurkan pada semester pertama tahun ini. Sementara kalau menukil data penjualan nasional Gaikindo, anjlok 46 persen menjadi 261.000 unit selama enam bulan pertama.

Motor dan Onderdil

Di sisi lain, pemasaran sepeda motor secara nasional menurun 42 persen menjadi 1,9 juta unit pada semester pertama 2020. Astra Honda Motor (AHM) ikut terdampak hingga merosot 40 persen. Torehan menjadi 1,5 juta unit, dengan pangsa pasar meningkat dari 75 persen menjadi 77 persen. Kemudian pada kuartal kedua tahun ini, pemasaran sepeda motor Astra dekaden 80 persen, dibandingkan dengan kuartal pertama. Sedikitnya ada tiga model baru dan enam model penyegaran diluncurkan.

Baca juga: Honda CBR250RR SP Meluncur, Pakai Quick Shifter dan Tenaga Meningkat

Bisnis komponen otomotif pun sama. Dengan pemilikan aset 80 persen, PT Astra Otoparts Tbk (AOP) mencatatkan rugi bersih Rp 296 miliar. Angkanya turun dibandingkan laba bersih peridode sama tahun lalu, sebesar Rp 246 miliar. Sebab pendapatan dari segmen pabrikan original equipment manufacturer dan pasar suku cadang pengganti (REM atau replacement market).

ekspor Toyota

Infrastruktur & Logistik

Untuk divisi infrastruktur dan logistik. Grup mencatat rugi bersih Rp 88 miliar, dibandingkan dengan laba bersih Rp 83 miliar pada semester pertama 2019. Terjadi penurunan pendapatan jalan tol. Astra mempunyai pemilikan saham sepanjang 350 km ruas jalan tol yang telah beroperasi. Tepatnya jaringan jalan tol Trans-Jawa dan tol lingkar luar Jakarta. Terjadi penurunan volume lalu lintas sebesar 18 persen pada konsesi jalan bebas hambatan mereka.

Lalu laba bersih PT Serasi Autoraya (SERA) menurun 62 persen menjadi Rp 34 miliar. Menurut perusahaan, marjin operasi lebih rendah. Walau, jumlah kontrak sewa kendaraan naik sebesar 3 persen menjadi 22.900 unit. Dan penjualan mobil bekas naik 3 persen menjadi 15.300 unit.

"Masa ini adalah kondisi yang penuh tantangan dengan gangguan bisnis dan ketidakpastian. Astra Group secara khusus fokus pada pengurangan biaya operasional, belanja modal, pengelolaan modal kerja serta kepastian likuiditas. Neraca keuangan grup tetap kuat dengan tersedianya komitmen fasilitas pinjaman senilai Rp 38,6 triliun. Keselamatan karyawan selama pandemi merupakan prioritas utama kami. Astra telah mengadopsi berbagai tindakan kesehatan dan keselamatan. Kami di seluruh perusahaan merespons dengan profesionalisme serta dedikasi, dalam menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya," pungkas Presdir Astra baru, penerus estafet kepemimpinan Prijono Sugiarto. (Alx/Tom)

Baca juga: Gegara COVID-19, Sejumlah IKM Logam Otomotif Turun Omzet Sampai 90 Persen

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store