Jeep Wrangler Bertenaga Listrik Sedang Disiapkan, Konsepnya Dijadwalkan Mendebut Akhir Maret

Jeep Wrangler Bertenaga Listrik Sedang Disiapkan, Konsepnya Dijadwalkan Mendebut Akhir Maret

Era elektrifikasi adalah keniscayaan, membuat bermacam nama lama harus nurut ikut peralihan. Tak terkecuali mereka yang tadinya merupakan peminum bensin nomor wahid paling gahar dan piawai bermain lumpur. Salah satunya Jeep, Wrangler nan tradisional mereka mulai digeser ke zona elektrifikasi. Bahkan konon spesies bertenaga listrik murni tengah disiapkan.

Hal ini diketahui dari kampanye iklan Jeep dalam momen olahraga terbesar AS, Super Bowl. Di akhir video terdapat arahan untuk mengunjungi situs Jeep bertajuk “The Road Ahead”. Dalam situs tersebut bisa kita lihat bermacam rencana pabrikan seperti kembalinya Wagoneer, kehadiran model PHEV, hingga sorotan teknologi teranyar. Namun, tersisip pula di dalamnya sebuah konsep Wrangler bertenaga listrik murni.

Dari informasi ini diyakini pergerakan elektrifikasi Jeep akan semakin gencar. Setelah membawa Wrangler memasuki zaman setrum lewat model plug-in hybrid 4xe, tampaknya pabrikan akan melanjutkan perjalanan dengan menghadirkan sang ikon dalam format tenaga listrik murni. Sebutannya sendiri untuk saat ini adalah Wrangler BEV Concept. Masih sebatas konsep dan belum dibarengi informasi mendetail.

electric Wrangler

Kendati begitu, dapat diketahui dari video singkat bahwa wujudnya boleh jadi tidak berubah banyak. Tetap mengisyaratkan rancangan khas Jeep meski organ dalam bakal dirombak total. Mengetahui ia beralih ke pemacu listrik, langsung terbayang mainan remote control pendaki batu. Begitu pula terpancar dari gambaran yang diberikan.

Baca juga: Jeep Gladiator Sudah Bisa Dipesan Konsumen Indonesia, Harga Rp 1,9 Miliar

Potongan gambar memberikan pandangan seperti apa kondisi di balik tubuhnya. Ada sasis ladder frame, paket baterai bertumpuk, dan juga tentunya motor listrik di depan. Dinamo tersebut seperti terhubung langsung ke girboks dan transfercase konvensional demi suguhkan kapabilitas penggerak empat roda. Tidak seperti pabrikan lain dengan komposisi lebih dari satu motor listrik untuk sajikan daya putar di keempat roda. Cenderung tradisional dan begitu identik dengan sebuah mainan R/C rock crawler. Langkah sederhana untuk meyakinkan para purist, mungkin?

Meski begitu, tidak ada kejelasan terkait sehebat apa sang offroader bertenaga listrik menerjang medan berat. Belum ada bocoran soal spesifikasi kemampuan pula. Namun, besar kemungkinan tidak butuh waktu lama untuk menunggu kejelasan Wrangler BEV. Tidak sampai tahunan, rencananya akan dipamerkan bersama jajaran konsep lain dalam gelaran offroad tahunan Easter Jeep Safari di Moab, Negara Bagian Utah, AS. Untuk 2021 sendiri, acara ini digelar mulai 28 Maret hingga 3 April.

Akankah ia menjadi kenyataan setelah terwujudnya versi konsep? Belum ada informasi resmi soal itu. Namun terdapat probabilitas bila melihat jalan cerita model PHEV. Jeep perdana mengenalkan Wrangler 4xe hybrid concept di Januari 2020 dan kemudian versi produksi meluncur di September. Jika melihat pengenalan konsep Wrangler BEV akhir Maret, tidak menutup kemungkinan ia mendebut sebelum akhir tahun.

Jeep Wrangler PHEV

Wrangler 4xe Sebagai Pembuka Jalur Elektrifikasi Jeep

Tidak mengherankan bila Jeep turut membawa Wrangler ke zaman setrum. Pergerakannya sudah diinisiasi lebih dulu oleh kehadiran model 4xe sekitar September. Ya, nameplate ini jelas sulit disandingkan dengan karakter hemat bensin apalagi ramah lingkungan. Tapi begitulah kenyataannya dan belum lama ini resmi didagangkan.

Pada periode peluncuran awal, Jeep menyediakan dua opsi trim yakni Sahara dan Rubicon dalam format empat pintu. Banderolnya dimulai dari 49.490 USD atau sekitar Rp 701,8 jutaan untuk 4xe Sahara sementara Rubicon 53.190 USD, sekitar Rp 754,5 jutaan. Nominal segini diketahui lebih mahal dari versi konvensional. Kendati begitu, ada penyesuaian lewat ekstra fitur opsional.

Ambil contoh di 4xe Sahara, beberapa opsi harus ditambahkan sendiri kalau pilihannya adalah model konvensional. Kabinnya sudah mengadopsi material bangku leather, sarana hiburan Uconnect 8.4 dengan navigasi, dan sistem audio premium Alpine. Sementara di luar ia tampil menawan lewat pelek 20 inci dan LED lighting package. Di samping itu tersemat pula Selec-Trac 4WD dengan gardan tangguh Dana 44 HD.

Jeep Wrangler PHEV

Sama ceritanya di Rubicon, model 4xe kebagian fitur opsional trim sebagai standar. Urusan potensi off road didukung alat bantu rock-crawling lewat transfer case berisi low gear 4:1. Adalah paket 4:1 Rock-Trac heavy-duty full-time 4WD. Di samping itu, kelengkapan ekstra lainnya dipasang berupa Uconnect 8.4 dengan alat navigasi, Alpine premium audio system, dan paket lampu LED.

Inti dari model PHEV jelas terletak di dapur pacu. Dijebloskan unit empat silinder 2,0 liter DOHC direct-injection turbo. Dorongannya lantas disandingkan motor listrik dan eTorque starter-generator yang terintegrasi dalam transmisi. Total tenaga cukup buas, hasilkan 375 hp dengan torsi 637 Nm menuju keempat roda via transmisi 8 percepatan. Di atas kertas jelas melampaui kemampuan unit V6 berkapasitas 3,6 liter.

Bukan sekadar bertenaga, ia membawa sisi ramah lingkungan. Baterai 17,3 kWh memungkinkan Wrangler menempuh jarak sekitar 30 km tanpa perlu menyalakan mesin. Cukup untuk wara-wiri dalam kota dengan kekuatan dinamo sebesar 134 hp/245 Nm. Fleksibel menyesuaikan kebutuhan komutasi, ia siapkan tiga mode berkendara yakni Hybrid, Electric, dan e-Save. (Krm/Tom)

Sumber: Jeep.com

Baca juga: Jeep Siapkan Penantang Fortuner dan Pajero Sport, Berapa Banderolnya?

Jelajahi Jeep Wrangler

Model Mobil Jeep

  • Jeep Wrangler
    Jeep Wrangler
  • Jeep Cherokee
    Jeep Cherokee
  • Jeep Gladiator
    Jeep Gladiator
  • Jeep Compass
    Jeep Compass
Mobil Jeep

Jangan lewatkan

Coronavirus

Anda mungkin juga tertarik

Video Mobil Jeep Wrangler Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil Jeep Wrangler

Bandingkan & Rekomendasi

Tren SUV

  • Yang Akan Datang