Changan Siapkan Uji Coba Baterai Solid-State Golden Bell, Jarak Tempuh Tembus 1.500 Km
Teknologi solid-state dengan kepadatan energi 400 Wh/kg siap diuji ke produk EV sebelum Q3 2026
Changan Automobile mengumumkan rencana strategis mengenai pemasangan uji coba baterai solid-state di berbagai produk mereka. Dijadwalkan terlaksana sebelum kuartal ketiga tahun 2026. Kehadiran teknologi catu daya inovatif ini digadang-gadang akan mampu mengubah dinamika industri kendaraan elektrifikasi secara signifikan karena menyuguhkan kemampuan jelajah yang jauh lebih mumpuni. Hal tersebut diharapkan dapat menghilangkan kekhawatiran terkait jarak tempuh yang selama ini melekat kuat pada segmen kendaraan listrik di mata konsumen.
KEY TAKEAWAYS
Apa rencana Changan terkait baterai solid-state?
Uji coba baterai Golden Bell ke produk EV sebelum kuartal ketiga 2026Apa keunggulan baterai Golden Bell?
Kepadatan energi 400 Wh/kg, jarak tempuh lebih dari 1.500 km sekali isi penuhBaterai solid-state yang digunakan oleh Changan diklaim memiliki tingkat kepadatan energi mencapai 400 Wh/kg serta sanggup menghadirkan jarak tempuh hingga lebih dari 1.500 km hanya dalam satu kali pengisian daya penuh. Teknologi yang dinamakan baterai Golden Bell ini merupakan proyek utama yang sekaligus menjadi ujung tombak bagi inovasi teknologi energi baru milik Changan di kancah global.
Baterai Golden Bell atau yang dikenal juga dengan nama Jinzhongzhao dirancang secara fleksibel untuk berbagai perangkat, mulai dari robotika hingga kendaraan listrik penumpang. Setelah fase uji coba pada produk selesai dilakukan, pihak perusahaan berencana untuk segera melanjutkan ke proses produksi massal serta implementasi secara komersial pada kendaraan mulai tahun berikutnya. Golden Bell sendiri berdiri sebagai merek baterai independen di bawah naungan payung besar Changan dan telah diperkenalkan ke publik pertama kali pada November 2023.
Lebih Aman
Selain menonjolkan performa yang mumpuni, Changan juga memberikan penekanan besar pada aspek keselamatan dalam proses pengembangan baterai Golden Bell. Sistem catu daya ini diklaim memiliki tingkat keamanan hingga 70 persen lebih tinggi karena didukung oleh teknologi diagnosis jarak jauh yang berbasis pada kecerdasan buatan. Sistem pemantauan canggih tersebut memungkinkan dilakukannya analisis terhadap kondisi baterai secara waktu nyata atau real-time guna mengurangi potensi risiko kerusakan maupun kegagalan sistem yang tidak terduga.
Di bawah merek Golden Bell, Changan telah merancang delapan varian sel baterai yang berbeda untuk memenuhi berbagai kebutuhan pasar. Portofolio tersebut mencakup pengembangan teknologi baterai cair, semi-solid, hingga baterai solid-state sepenuhnya. Tujuan utama dari keberagaman ini adalah untuk memberikan fleksibilitas maksimal dalam pengembangan kendaraan listrik maupun berbagai perangkat elektronik lainnya di masa depan.
Guna mendukung ambisi besar tersebut, Golden Bell juga direncanakan untuk memiliki kapasitas produksi total mencapai angka 150 GWh. Kapasitas produksi yang sangat besar ini menunjukkan keseriusan Changan dalam membangun rantai pasokan baterai secara mandiri sekaligus memperkuat posisi tawar mereka di tengah industri kendaraan listrik dunia yang terus berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Uji Baterai Sodium Sudah Berjalan

Di samping fokus mengembangkan baterai solid-state, Changan juga diketahui menjalin kerja sama yang sangat erat dengan CATL dalam hal pengembangan baterai berbasis sodium. Kolaborasi strategis tersebut bahkan telah ditunjukkan melalui sebuah konferensi bersama yang diselenggarakan pada tahun ini di wilayah Yakeshi, China.
Dalam acara tersebut, kedua perusahaan memperkenalkan paket baterai sodium yang diberi nama Naxtra. Teknologi ini memiliki kepadatan energi sekitar 175 Wh/kg serta memiliki keunggulan unik berupa kemampuan untuk beroperasi pada suhu yang sangat ekstrem hingga mencapai minus 50 derajat Celsius. Karakteristik khusus tersebut membuat baterai sodium dianggap memiliki potensi pasar yang sangat besar untuk digunakan di wilayah-wilayah dengan kondisi iklim yang sangat dingin.
Baterai sodium Naxtra ini diklaim mampu memberikan jarak tempuh hingga lebih dari 400 km untuk kendaraan listrik penumpang. Dua model kendaraan pertama yang dijadwalkan akan menggunakan teknologi tersebut adalah Changan Nevo Q05 serta Changan Nevo A06. Selain keunggulan teknis, teknologi ini juga diketahui memiliki biaya produksi yang jauh lebih terjangkau sehingga diharapkan mampu memenuhi beragam kebutuhan konsumen di pasar otomotif. (HFD/ODI)
Baca Juga:
Changan Automobile Luncurkan Strategi Baterai Sodium-Ion dan Uji Ekstrem SDA Intelligence
Jual mobil anda dengan harga terbaik
Pembeli asli yang terverifikasi
Model Mobil Changan
IIMS 2026
Tren & Pembaruan Terbaru
- Terbaru
- Populer
Anda mungkin juga tertarik
- Berita
- Artikel feature
Mobil Unggulan Changan
- Terbaru
- Populer
Artikel Mobil Changan dari Carvaganza
Artikel Mobil Changan dari Zigwheels
- Motovaganza