Empat Nama SUV Jadi-jadian yang Meramaikan Lansekap Mobil Tangguh

Empat Nama SUV Jadi-jadian yang Meramaikan Lansekap Mobil Tangguh

Beberapa tahun belakangan tipe bodi SUV dan sejenisnya sedang berada di puncak kejayaan. Nyaris semua pabrikan latah hadirkan model SUV anyar. Jenama yang sempat tak disangka akan meramaikan – seperti Lamborghini, Bentley, atau Rolls-Royce – malah sudah mengikuti tren. Nah, boleh dibilang tingginya pamor menciptakan banyak nama baru.

Tapi ternyata dalam skenario mobil jangkung tersisip identitas lama. Bukan pemain veteran seperti Range Rover atau Land Cruiser, melainkan nameplate dengan jabatan baru. Menarik garis keturunan, sangat sedikit atau bahkan tidak ada keterhubungan dengan dunia SUV. Seperti seleksi berikut ini.

toyota yaris cross

Toyota Yaris Cross

Kalau mendengar kata Yaris satu atau dua tahun lalu mungkin terbayang sebuah hatchback perkotaan nan kompak. Tapi di tahun ini, Toyota mengubah pandangan itu ketika platform TNGA milik Yaris versi global diotak-atik menjadi crossover mungil. Tanpa nama baru, tanda pengenal model hatchback ditempelkan “Cross”. Dan jadilah panggilan untuknya, resmi mendebut April lalu.

Dari segi dimensi, ia menduduki posisi di bawah C-HR. Mengusung jarak antarsumbu roda sependek 2.560 mm dengan overhang panjang. Tubuhnya mengembang dari Yaris XP210, dicatatkan lebih panjang 240 mm, melar 20 mm, dan tumbuh tinggi 90 mm. Meski tidak dipahat seagresif sang kakak, tetap saja terlahir menjadi sebuah mobil tegap.

Baca juga: Suzuki Pamer Across, Kembaran Toyota RAV4 Berteknologi Plug-in Hybrid

Pun dibekali potensi AWD dengan sokongan pembangkit hybrid. Di balik bonnet tersemat unit tiga silinder 1.500 cc dan satu motor listrik, hasilkan tenaga gabungan 116 hp. Sebuah keistimewaan karena komposisi ini masih jarang diadopsi lawan sekelas. Sistem AWD menyuguhkan potensi lebih, siap menggerakkan roda belakang ketika dibutuhkan.

Toyota Corolla Cross

Toyota Corolla Cross

Mirip eksekusi Yaris Cross, Toyota juga melakukan improvisasi di atas platform Corolla. Penamaan serupa - tempel Cross, beres - dan seketika keluarga Corolla kedatangan anggota baru. Ia mendebut di Bangkok, Thailand pada 9 Juli 2020.

Berdiri di atas platform TNGA-C, Corolla Cross mendapat beberapa titik penyesuaian. Terutama di suspensi karena melekat torsion-beam anyar, optimalisasi geometri, berikut penerapan bushing suspensi lebih lembut. Langkah ini dilakukan agar pengendalian tetap stabil dalam menghadirkan kenyamanan. Basis pembangun kemudian dibungkus tubuh SUV bergaya bak RAV4 yang sudutnya dilembutkan.

Unit 2ZR dipercaya sebagai pencipta gerak, beroperasi mandiri atau dibarengi motor listrik pada model hybrid. Opsi konvensional dipersenjatai enjin empat silinder 1.800 cc 2ZR-FBE dengan total output 140 PS/177 Nm. Sementara itu, tipe hybrid dibekali mesin 2ZR-FXE dan Toyota Hybrid System II. Tanpa sistem AWD, seluruh varian di Negeri Gajah putih menggerakkan dua roda depan. Tenaga tersalur lewat transmisi Super CVT-I (konvensional) atau eCVT (hybrid).

Eclipse Cross

Mitsubishi Eclipse Cross

Andai pernah menonton film Fast and Furious, tentu ingat dengan kupe berkelir hijau tunggangan sang aktor utama. Itulah Mitsubishi Eclipse, masuk dalam anggota kupe (dan cabriolet) ‘Tiga Berlian’ dari era 1990-an hingga 2010-an. Sempat hilang dari peredaran, Eclipse kembali melantai dalam wujud crossover pada 2018.

Gaya tangguh dicipratkan sedikit nuansa kupe. Mungkin itu penunjuk hubungan darah dengan asal usul. Sisanya beda total karena Eclipse Cross tidak lagi berbentuk mobil berpostur pendek. Masyarakat Indonesia mungkin mengenal cukup dekat karena Eclipse Cross datang menghampiri. Ia resmi mengisi line-up Mitsubishi di pertengahan 2019 lalu sebagai crossover kelas premium. Dibanderol Rp 484,65 juta hingga Rp 489,65 juta tergantung warna karena hanya ada satu varian: Ultimate.

Potensi memacu berasal dari mesin MIVEC 4B40 berkapasitas 1.500 cc disokong dorongan turbo. Ekstraksi tenaga dicatatkan sebesar 163 PS pada 5.500 rpm. Teknologi turbo masa kini ciptakan keunggulan karena torsi puncak 250 Nm datang di putaran serendah 1.800 rpm. Putaran ke roda depan terlaksana melalui transmisi CVT rasa delapan percepatan.

Mustang Mach E

Mustang Mach-E

Era elektrifikasi bukan sekadar wacana lantaran mayoritas pabrikan sudah mengarah ke sana. Tak kecuali Ford, memboyong nameplate legendaris Mustang. Meski begitu, ia tidak terlahir sebagai kupe, apalagi muscle car elektrik. Kebutuhan pasar memengaruhi jati diri Mustang di zaman setrum karena sekarang sudah bertubuh SUV dan disematkan nama panjang Mach-E.

Menyoal desain, tak bisa dipungkiri rupa Mustang Mach-E paling nyeleneh. Profil SUV kupe melunturkan guratan ikonik fastback. Namun karena membawa nama legendaris, Ford tetap mempertahankan ciri khas. Secara siluet tidak lembut dan ‘back to basic’ seperti kebanyakan EV. Usaha preservasi desain pun dieksekusi dengan membuat garis bonnet panjang, sehingga posisi kabin lebih mundur. Mencirikan postur mobil Rear Wheel Drive.

Lewat pembangkit elektris, Ford dengan mudah mendefinisikan esensi Mustang meski bertubuh gambot. Dipastikan kuat, pada model jarak jauh saja punya potensi memacu hebat. Akselerasi 0-100 kpj diraih dalam tempo sekitar 6 detik berikut didukung kapabilitas menempuh jarak sejauh 482 km. Lebih mantap lagi varian GT, diklaim membutuhkan waktu sekitar 3 detik untuk mencapai 100 kpj. (Krm/Tom)

Baca juga: AC Cobra era 1960-an Dilahirkan Kembali Dalam Jumlah Terbatas

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store