AC Cobra era 1960-an Dilahirkan Kembali Dalam Jumlah Terbatas

AC Cobra era 1960-an Dilahirkan Kembali Dalam Jumlah Terbatas

AC Cars menghidupkan kembali spesies legendaris mereka: Cobra. Bukan hasil interpretasi dalam bungkusan modern, AC Cobra bakal datang bertubuh klasik nan otentik namun berjiwa muda. Dua model dikeluarkan secara terbatas: AC Cobra Series 1 Electric, dan AC Cobra 140 Charter Edition.

Jika menonton Ford v Ferrari mungkin tahu apa itu spesies yang bernama AC Cobra. Itu, roadster biru tunggangan Carroll Shelby – diperankan Matt Damon – dikenal juga dengan Shelby Cobra. Nah, edisi reborn ini merupakan kebangkitan dari mobil serupa. Ialah legenda berdarah Inggris-Amerika, eksis pertama pada 1962. Di saat itu, sasis dan tubuh racikan AC dari Inggris dijebloskan jantung V8 Ford, ringan sekaligus bertenaga besar.

AC Cobra Series 1 Electric

AC Cobra 140 Charter Edition juga menggendong pemacu Amerika. Mesinnya sendiri merupakan unit empat silinder turbo dari Ford Mustang. Angka 140 menunjukkan kubikasi mesin dalam satuan inci kubik, berarti sekitar 2,3 liter, siapkan tenaga sebesar 355 PS dibarengi torsi 440 Nm. Terdengar menyenangkan karena total bobot diklaim sekitar 1,1 ton saja.

Di lain sisi, AC Cobra Series 1 Electric hadir dengan komposisi baterai dan motor listrik. Sumber daya 54 kWh sanggup membawa Cobra menempuh jarak hingga 241 km. Capaian tenaga diklaim sebesar 313 PS berikut menghasilkan kekuatan memuntir hingga 500 Nm. Namun sebagaimana karakteristik umum mobil listrik, bobotnya lebih berat, disebutkan kurang dari 1,25 ton.

Baca juga: Rolls-Royce Silver Ghost, Pembuktian Kualitas Tinggi Sejak Awal Perusahaan Terbentuk

Potensi jelas boleh dibilang hebat untuk standar mobil era 60-an. Pada model mesin konvensional, akselerasi ke 100 kpj diraih dalam tempo sekitar 6 detik. Lantas bila dipacu habis bakal mentok di 193 kpj. Versi elektrik sedikit lebih loyo dalam hal akselerasi, diklaim sekitar 6,7 detik, tapi identik kalau urusan velositas maksimum.

Cobra elektrik

Secara mendasar, keduanya bisa dibilang sebagai AC Cobra orisinal dengan modifikasi modern. Bayangkan saja, ia dibangun di atas arsitektur sasis ladder frame Cobra. Klasik, sangat jarang bahkan mungkin tidak ada lagi sports car masa kini menganut konstruksi rangka tangga. Adaptasi tentu dilakukan agar komponen elektris bisa bersemayam dengan baik. Kaki-kaki turut disesuaikan, termasuk rem dan sistem kendali, guna memenuhi ekspektasi pengendalian modern.

Begitu pula secara visual, AC siapkan sepuluh kelir klasik untuk Cobra 140 Charter Edition. Di antaranya ada Guardsman Blue, British Racing Green, Wimbledon White, dan lain-lain. Sementara itu, varian elektrik disediakan lima pilihan warna istimewa: Electric Blue, Electric Black, Electric White, Electric Green.

Kabin pun menjadi bagian nostalgia, sederhana tanpa banyak basa-basi. Ia hanya dimeriahkan oleh handstiched leather seat, setir Moto-Lita, berikut sajian panel dengan bezel kromium.

Cobra 140 Charter Edition

Cobra 140 Charter Edition dibanderol 85 ribu Poundsterling, atau sekitar Rp 1,54 miliar. Versi eletrik dilego lebih tinggi dengan saran harga ritel mulai dari 138 ribu Poundsterling (Rp 2,5 miliar). Sebagai informasi, pengiriman direncanakan berlangsung mulai kuartal terakhir 2020. Besar kemungkinan akan menjadi barang incaran kolektor karena hanya diproduksi sebanyak 58 unit per varian.

Upaya Melestarikan Mobil Legendaris

Agar hidup mobil klasik berkesinambungan, cara paling tepat dengan mengubah dapur pacunya. Biar lebih menyesuaikan ketatnya emisi gas buang juga, mengonversi jadi mobil listrik adalah pilihan yang tepat. Volkswagen pernah melakukan hal sama ke Beetle. Dinamai e-Beetle, kemunculannya pun ditonton orang banyak dalam pameran otomotif di Frankfurt, Jerman.

Volkswagen e-Beetle diimbuhi motor listrik, gearbox 1-speed dan sistem baterai yang berasal dari new VW e-up! Tenaga mencapai 82 PS dan melaju dengan kecepatan puncak 150 kpj. Baterai yang menyokong motor listrik ditempatkan di lantai. Ia terbagi menjadi 14 modul, yang masing-masing memiliki kapasitas 26 kWh. Secara kumulatif, sumber daya berbahan baku lithium ion mengirimkan energi sebesar 36,8 kWh. Semuanya dirakit dan diuji oleh Volkswagen Group Commponents. Sementara untuk konversi dilakukan oleh perusahaan eClassic yang berada di Renningen, Jerman. (Krm/Tom)

Sumber: Motor1, ACcars

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Leluhur Mercedes-Benz E-Class

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store