Dua Opsi Sedan Hybrid untuk Mobil Menteri Selain Toyota Crown

Dua Opsi Sedan Hybrid untuk Mobil Menteri Selain Toyota Crown

Menteri dan pejabat tinggi negara tengah dipesankan Crown 2.5 HV G-Executive sebagai kendaraan dinas. Mobil ini terbilang pas untuk membangun paradigma ramah lingkungan serta mendukung elektrifikasi. Sesuai penamaan HV, yang diartikan sebagai mobil hybrid. Namun selain Crown ada dua sedan hybrid lain yang kami rasa cocok juga dijadikan tunggangan dinas mereka.

Mercedes Benz E350 EQ Boost

Tidak pernah salah menggunakan Mercedes sebagai mobil ‘penting’. Merek ini dikenal sebagai kendaraan para petinggi. Contohnya saja tamu kenegaraan yang hadir dalam pelantikan presiden, kebanyakan menggunakan sedan berlogo bintang ini.

Varian E350 EQ-Boost bisa menjadi lawan berat Crown Hybrid. Ia memanfaatkan teknologi mild hybrid 48V. Paduan antara motor listrik dan mesin 2.000cc turbo meningkatkan efisiensi dan keluaran daya mesin. Dari segi konsumsi BBM, E-Class Hybrid ini dapat mencapai 14,5-14,9 km/liter dengan emisi CO2 156-153 g/km.

Kemampuan efisiensi tidak sehebat Crown yang torehkan figur konsumsi BBM 20,8 km/l berikut emisi 112 g/km. Kendati begitu, mesin Mercedes sanggup mengail tenaga hingga 299 Hp berikut momen puntir 400 Nm. Motor listrik menyuntikkan torsi putaran bawah sebesar 150 Nm. 

Satu hal yang tidak dimiliki E350 EQ Boost, eksklusivitas. Bila Crown khusus dipesan sebagai kendaraan dinas, sedan hybrid Mercedes ini dijual untuk umum.

Volvo S90 T8

Volvo S90

Hybrid lainnya datang dari pabrikan asal Swedia. Merek ini pernah digunakan sebagai mobil dinas era Soeharto. Mulai dari seri 264 hingga 960 bertugas membantu beberapa kabinet kerja. Pada masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono, Volvo harus pensiun dari pemerintahan dan digantikan Toyota.

Bayang-bayang keselamatan tinggi kini ditambah nilai efisiensi. Sayang tidak ada varian mild hybrid seperti E-Class atau Crown. Namun, opsi Volvo S90 dinilai paling sepaham dengan persepsi ramah lingkungan. Pasalnya, emisi gas buang tergolong kecil, diklaim paling banyak 57 g/km. Dapur pacu T8 Twin Engine sangat efisien berkat teknologi plug-in hybrid. Rata-rata jarak tempuh diraih hingga 40 km/liter bensin.

Soal tenaga juga tidak boleh diragukan. Mesin 2.000 cc dilengkapi supercharger sekaligus turbocharger. Figur output daya tercatat sebanyak 303 hp dan 400 Nm.

Kedua sedan ini secara dimensi kurang lebih seukuran Crown. Semua tentu menawarkan kenyamanan ala saloon premium serta mengusung teknologi hybrid. Siapapun petarungnya, bisa dipastikan piala mobil dinas menteri diserahkan kepada Toyota Crown 2.5 HV G-Executive.

Pilihan ini sekaligus menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendorong pengembangan kendaraan elektrifikasi yang ramah lingkungan, seperti diungkapkan pada keterangan resmi Kemensetneg. Semoga saja ini bukan omong kosong belaka. (Krm/Odi)

Baca Juga: 

Coronavirus

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil