jakarta-selatan

Begini Cara Kerja Nissan e-Power, Beda dari Hybrid Biasa

  • 11 Sep, 2019
  • 1144 Kali Dilihat

Senin (09/09) lalu OTO.com berkesempatan menjajal teknologi e-Power yang dipasang pada Nissan Note. Lokasi pengujiannya di Bridgestone Proving Ground, Karawang, Jawa Barat. Bila Anda menilai ini adalah sebutan khusus Nissan untuk teknologi hybrid, nyatanya tidak. Meski sama-sama memanfaatkan mesin bensin dan motor listrik, tapi cara kerjanya beda.


kerja teknologi e-power


Teknologi e-Power masih menggunakan mesin konvensional berbahan bakar fosil. Namun, ia tidak terhubung langsung ke roda seperti hybrid, yang membantu kerja motor listrik ketika dibutuhkan. Jantung mekanis ini justru hanya bekerja sebagai perangkat pembangkit tenaga listrik. Lantaran ia terhubung ke power generator.


Skemanya begini: mesin tersambung ke power generator, lalu ke baterai. Kemudian sumber daya itu terhubung ke inverter, baru ke motor listrik yang menggerakkan roda. Inverter dibutuhkan sebagai pengubah arus, lantaran e-Power juga memiliki kemampuan regenerative energy yang dipanen dari sistem pengereman.


skema nissan e-power


Untuk akselerasi, e-Power sepenuhnya berpegang pada output dari motor listrik. Beda dengan hybrid yang pada kecepatan tertentu mendapat bantuan dari dapur pacu konvensional. Tapi saat Note e-Power ditekan pedal gasnya dalam-dalam, mesin itu juga meraung cukup keras, guna menyuplai energi listrik yang besar ke baterai. Sehingga daya yang dimiliki tetap terjaga.


Karena menggunakan mesin sebagai sumber pengisi daya, e-Power tak membutuhkan charging seperti mobil hybrid dan listrik (electric vehicle). Ya, Anda tak akan menemukan colokan charging di Note. Konsumen cuma perlu mengisi bahan bakar. Mobil pun bisa terus bertualang sejauh yang diinginkan.


mesin bensin dan motor listrik


Ini tentu lebih praktis. Aktivitas menunggu mobil dicharge, yang membutuhkan waktu lama bisa terhindar. Sebagai informasi, dikatakan Nissan Motor Indonesia (NMI), volume tangki bahan bakar di Note e-Power mencapai 40 liter. Bila ia diisi penuh dan diajak berjalan, Note yang menggendong mesin berkapasitas 1,2 liter, mampu menempuh 1.400 km dengan konsumsi 37,4 km/liter. Baterai yang dipakai juga relatif kecil hanya 1,5 kWh. Nissan sengaja menggunakannya karena e-Power tak menjadikan baterai sebagai sumber daya utama seperti EV.


Menurut Jauhari Adzannis, Senior Manager Research & Development NMI, teknologi e-Power bisa dijadikan jembatan yang paling pas untuk transisi ke kendaraan elektrik. Mengingat infrastruktur pendukung seperti charging station, saat ini belum memadai. Kendati masih harus memakai bahan bakar minyak, tapi setidaknya e-Power dapat mengurangi penggunaannya. Dengan kata lain, ia jauh lebih ramah lingkungan dibanding mobil bermesin bakar konvensional. (Hfd/Odi)


Baca Juga: Mengenal Teknologi Nissan Leaf, Mobil Listrik yang Segera Dijual di Indonesia

kali dibagikan

Promo Populer di Jakarta Selatan

Video Mobil Nissan Terbaru di Oto
  • Nissan Serena | Community Test Drive | Lebih...
    • 04 Sep, 2019
    •  
  • Nissan X-Trail 2019 | First Drive | Tambah...
    • 18 Jul, 2019
    •  
  • Nissan Livina VL 2019 | Road Test |...
    • 11 Jul, 2019
    •  
  • Nissan Terra | Road Test | Apa Kelebihan...
    • 28 Jun, 2019
    •  
  • Nissan Livina VE | Road Test | Varian...
    • 27 Jun, 2019
    •  
  • Nissan Terra | Semua Yang Perlu Anda Ketahui...
    • 22 Jun, 2019
    •  

Mobil Nissan Pilihan

  • Populer
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi