• Wishlist

Audi Sport R8 LMS Cup Ajak Konsumen Audi Balapan Serius

Audi Sport R8 LMS Cup, one-make race Audi. Dimulai sejak 2012, kini memasuki musim ketujuh di 2018. Uniknya balapan ini, satu-satunya kejuaraan one-make race yang menggunakan mobil balap GT3 full-spec. Model yang dipakai, apalagi kalau bukan Audi R8 LMS GT3, berbasis supercar Audi R8.



Balap Audi Sport R8 LMS Cup juga menjadi bagian dalam program Audi Sport customer racing. Bukan dikhususkan untuk pembalap profesional, melainkan untuk konsumen Audi di Asia yang ingin menyalurkan hasrat balapnya. Disebutnya sebagai Broze Driver, yang levelnya memang di bawah profesional. Mereka dapat membalap di sirkuit ternama dalam rangkaian kejuaraan yang sangat terstruktur.


Sebagai bentuk perkenalan untuk publik Indonesia, Martin Kuehl, Director Audi Sport customer racing Asia, datang langsung untuk mempromosikan. “Sejak kami meluncurkan kejuaraan one-make race Audi pertama di 2012, aktivitas Audi Sport customer racing Asia di wilayah regional tumbuh pesat. Jumlah partisipan di Asia, baik dari kalangan privateer atau profesional meningkat terus, seiring seri balap yang terus berekspansi,” ujar Kuehl saat ditemui beberapa waktu lalu.


Bukan tanpa sebab khusus Martin Kuehl datang mempromosikan LMS cup di sela-sela GIIAS 2018 berlangsung. Perhatiannya tertuju pada pembalap Indonesia, Andrew Haryanto, yang secara mengejutkan juara pertama di Adelaide, Australia. Lebih mencengangkan lagi, itu debut Andrew di dalam Audi R8 LMS GT3. Sebelumnya, ia sudah berpengalaman mempiloti Lamborghini dalam balap Lamborghini Super Trofeo dan Blancpain GT Series Asia.



Martin Kuehl pun mengakui, ia mencari dan mengundang pembalap Indonesia lain untuk berpartisipasi dalam Audi Sport R8 LMS Cup ini. Namun persyaratannya tentu saja tak mudah, karena butuh biaya sangat besar. Untuk dana masuk saja butuh antara 55.000 euro sampai 70.000 euro (Rp 920 juta – 1,1 miliar) dan siapkan 260.000 euro (Rp 4,3 miliar) permusim. Belum termasuk harga mobil spek GT3 senilai 379.000 euro (Rp 6,3 miliar) dan GT4 198.000 euro (Rp 3,3 miliar).


Persyaratan pembalap juga tidak sembarangan. Sesuai regulasi balap GT3 manapun, butuh Competition License minimal “International C” atau lebih tinggi. Butuh juga rekam jejak balap resmi di berbagai kompetisi. Tidak ada batasan usia bagi konsumen Audi yang ingin masuk dalam tim R8 LMS. Sepanjang memenuhi regulasi utama yang ditetapkan. Bahkan menurut Kuehl, ada pembalap asal Hong Kong yang hampir berusia 60 tahun.


Mobil yang dibesut Andrew adalah Audi R8 LMS GT3 generasi kedua. Mobil ini sudah membukukan 300 kemenangan international, termasuk balap endurance Nurburgring 24 Hours, 24 Hours of Spa, Barthrust 12 Hours, Macau GP dan Sepang 12 Hours. Separuh bagian R8 GT3, masih memakai komponen R8 produksi massal. Paling berubah, paket aerodinamika ekstrem dan pengetatan bobot besar-besaran. Mesin yang dipakai versi V10 5,2-liter yang ditingkatkan tenaganya menjadi 585 hp. Akselerasi 0-100 km/jam secepat 3,2 detik dengan kecepatan puncak menyentuh 305 km/jam.


Audi Sport R8 LMS Cup memasuki putaran 5 dan 6 yang bakal berlangsung 1 dan 2 September 2018 di sirkuit Ningbo International Speedwat, Cina. Total ada 10 seri berlangsung dalam satu musim. Saat ini, Andrew Haryanto masih memimpin klasemen sementara dengan 71 poin. (Odi/Van)


Baca Juga: Punya Teknologi Canggih, Audi Luncurkan RS5 dan A8L