Apakah Impor Pick Up 4x4 Sesuai dengan Kondisi Jalan Desa di Indonesia?

Pengamat otomotif sebut spesifikasi 4x4 mubazir untuk 80% jalan desa Indonesia

Apakah Impor Pick Up 4x4 Sesuai dengan Kondisi Jalan Desa di Indonesia?

Rencana Agrinas Pangan Nusantara (APN) melakukan impor masih menjadi perdebatan. Apalagi mereka bersikeras ingin memboyong pick up 4x4 dari India. Hal itu dilakukan demi memperkuat armada Kopdes Merah Putih. Dalam pernyataan resmi mereka bilang, pengadaan secara CBU dari sana guna menekan pengeluaran anggaran negara (APBN). Lantas apakah ada kecocokan spesifikasi dengan topografi berbagai desa di penjuru Nusantara?  

KEY TAKEAWAYS

  • Apa alasan Agrinas memilih impor pick up 4x4 dari India?

    Harga lebih murah hampir setengah dari produk lokal, serta dianggap perlu untuk medan ekstrem
  • Apa dampak industri dari impor massal?

    Berpotensi melemahkan ekosistem manufaktur otomotif domestik dan menghambat hilirisasi
  • Argumen Agrinas, Efisiensi di Atas Segalanya

    Joao Angelo de Sousa Mota, direktur utama PT Agrinas Pangan Nusantara secara gamblang menyebutkan bahwa harga menjadi faktor penentu utama. Dengan skema direct buying ke pabrik di Bharat. Ia mengklaim mampu memangkas anggaran hingga Rp43 triliun dari total pagu e-katalog yang mencapai Rp121 triliun. Dilihat dari angka, margin perbedaan tampak besar bagi pengelola anggaran negara.

    “Kenapa kami mendatangkan (mobil) dari India? Pertama masalah harga. Untuk kendaraan (pick up) 4x4 sangat mahal baik dari manapun yang suplai pasar di Indonesia. Kami perlu 4x4 karena digunakan bagi daerah dengan lahan sangat menantang. Baik di Jawa pun kalau di sawah-sawah sangat menantang. Selain itu produksi mobil niaga secara nasional kalau tidak salah cuma 70 ribu unit. Maka kami tambahkan lagi 70 ribu dari pasar yang ada, stoknya tidak ada,” ucap Joao Angelo de Sousa Mota di akun Instagram resmi PT AGN. 

    Nah, untuk diketahui. Menurut laporan resmi Kadin Indonesia. Sebanyak 200 unit pick up Mahindra telah tiba di sini (Tanjung Priok). Dan rencana impor 105.000 unit kendaraan niaga dari India dibeli menggunakan duit APBN. Dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 2026. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan. Kopdes Merah Putih memperoleh pembiayaan melalui pinjaman dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Selanjutnya, Kementerian Keuangan mencicil kewajiban pinjaman itu sekitar Rp40 triliun saban tahun selama enam tahun ke depan.

    “Begini, jadi melalui impor dari india. Itu menjadi jalan tengah. Jadi adil bagi kami menggunakan biaya APBN secara bijak. Karena dibeli dengan harga hampir setengahnya lebih murah dari produk yang ada di pasaran RI. Sehingga ketika kami belanja untuk Koperasi Merah Putih dari sisi sarana dan prasarana, sudah efisiensi secara maksimal,” imbuh dia. Namun, benarkah semua sudut desa di Indonesia se-ekstrem itu sehingga butuh penggerak empat roda (4WD)?

    Pandangan Teknis Pengamat Otomotif ITB Terkait Penggunaan Pick Up 4x4

    Yannes Pasaribu, dosen dan pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) punya pandangan lain dari gagasan Agrinas Pangan Nusantara. Menurutnya, penggunaan kendaraan pick up 4x4 secara seragam di seluruh desa di Indonesia. Justru merupakan sebuah anomali kebijakan. Hal ini dianggap tidak tepat guna karena berbagai kondisi jalanan desa relatif bisa dilalui kendaraan.

    Di atas 80 Persen Jalanan Desa di Indonesia Sudah Terhubung

    Ia malah menilai, pengadaan armada pick up penggerak 4x2 atau 2WD untuk Kopdes Merah Putih sudah sangat memadai dalam mendukung operasional di berbagai wilayah secara optimal. Tetapi tetap ekonomis, apalagi bila disuplai dari produk domestik. Sedangkan pemakaian 4x4 berdasarkan zonasi geospatial BPS yang butuh 4WD (15-20 persen wilayah ekstrem). Dan perlu diteliti lebih jauh agar efisiensi Total Cost of Ownership (TCO) naik 15-20 persen tanpa mengorbankan kinerja operasional harian kelak.

    “Asal tahu, kebutuhan operasional kopdes di berbagai wilayah sebenarnya tidak menuntut spesifikasi 4WD secara menyeluruh. Karena pemilihan moda angkutan wajib berkorelasi dengan indeks aksesibilitas sejumlah wilayah saat ini sudah mencapai fase matang. Mengacu data BPS 2024, di atas 80 persen desa telah terhubung jalan aspal atau beton yang dapat dilalui sepanjang tahun. Maka dapat dinyatakan bahwa penggunaan lebih besar prosentase kendaraan niaga 4x2 jauh lebih efisien dan tepat. Sesuai prinsip teknologi fungsional infrastruktur,” ungkap Yannes Pasaribu kepada OTO.com

    Lalu berdasarkan hierarki akses logistik perdesaan. Dari seluruh wilayah, Yannes bilang, Papua memiliki 23 persen wilayah yang berinfrastruktur jalan desa. Sehingga memang perlu kendaraan 4WD. Sebaliknya, wilayah dengan densitas ekonomi sudah tinggi seperti Jawa dan Sumatra. Nyaris memiliki jaringan jalan stabil dan memungkinkan mobilitas tinggi bagi kendaraan niaga standar. Tanpa kendala traksi mekanis. 

    Implikasi dari pengadaan armada seragam, lanjut dia, adalah terjadinya ketidakseimbangan sistem distribusi. Kapasitas teknis kendaraan niaga (4WD) yang dibeli berpotensi melampaui kebutuhan operasional lapangan sehingga menjadi mubazir (overspec). Maka fokus pengadaan seharusnya dilakukan secara inklusif. Yakni dengan memprioritaskan armada niaga nan efisien di jalur utama logistik perdesaan. Alhasil mempercepat sirkulasi barang tanpa beban biaya operasional tidak perlu.

    Harus Ada Verifikasi Kesesuaian Enjin Pick Up Impor dengan Biodiesel B35-B40 Lokal 

    Efisiensi armada secara profesional tidak diukur dari harga pembelian awal saja. Tapi dari total biaya operasional jangka panjang. Mencakup konsumsi energi dan pemeliharaan rutin, ketersediaan parts berikut harga bersaing. Lalu kemudahan servis resmi dan jaminan engine kompatibel dengan biodiesel B35-B40 di Indonesia. Perlu dipahami pula, sistem 4WD jika dipakai frekuensi tinggi memiliki kerugian mekanis lebih tinggi. Ia mengungkap dapat menyebabkan peningkatan konsumsi BBM hingga 20 persen. Serta membutuhkan ongkos perawatan lebih mahal akibat kompleksitas & tambahan beban komponen pemindah daya. 

    Walau capex (harga beli) terlihat lebih murah dibanding kompetitor produksi APM nasional di Indonesia. Ia menyimpulkan terjadi peningkatan opex (ongkos pelaksanaan), berpotensi membuat TCO bakal membengkak signifikan sehingga menaikkan biaya logistik pangan secara keseluruhan. Dan berisiko mengurangi profitabilitas Kopdes Merah Putih dalam jangka panjang. Yannes mengingatkan, investasi untuk armada yang lebih boros tentunya bakal menciptakan peningkatan ketergantungan terhadap subsidi energi. Kemudian menurunkan daya saing ekonomi desa jika tidak disesuaikan dengan kebutuhan riil operasional.

    Inferensi 

    Harus ada model simulasi kesesuaian energi transportasi nasional yang memproyeksikan efisiensi, sebelum pemilihan armada kopdes. Landasannya berdasar korelasi BBM lokal, kondisi jalan, serta karakteristik mesin kendaraan niaga. Lalu penting mengutamakan opex dari sekadar capex. Intinya perlu sinkronisasi kebijakan ketahanan pangan. Kemudian penguatan koperasi desa dengan data geospasial, energi nasional, program reindustrialisasi. 

    Bila proses keputusan pemilihan model pick up mengabaikan rujukan itu dan menerapkan kebijakan pengadaan secara seragam (semua 4x4). Hal ini dinilai bakal memperbesar potensi inefisiensi energi nasional yang bertentangan dengan peta jalan hilirisasi industri otomotif domestik. Semua ini jelas merupakan langkah mutlak guna memastikan kemandirian teknologi nasional. Serta pencapaian target swasembada pangan berkelanjutan bagi Indonesia. (OTO)

    Tabel Analisis Komparatif: Pick-up 4x4 India vs Realita Medan Indonesia

    Parameter 

    Perspektif Strategis (PT Agrinas Pangan Nusantara)

    Analisis Teknis & Operasional (Yannes Pasaribu - ITB)

    Implikasi Logistik

    Harga Beli (Capex)

    Unit impor dibilang lebih murah melalui direct buying. Hampir setengah harga produk di pasar RI. 

    Terlihat hemat di Awal. Namun belum menghitung biaya operasional (TCO) di kondisi nyata.

    Efisiensi APBN jangka pendek diklaim memiliki potensi penghematan Rp43 triliun. 

    Spesifikasi Penggerak

    Pick up 4x4 dianggap perlu untuk medan ekstrem, sawah, dan jalan menantang di seluruh Indonesia.

    Overspec (mubazir). 80 persen jalan desa sudah aspal/beton. Kebutuhan pick up 4x4 secara teknis hanya 10-15 persen di Nusantara.

    Kerugian mekanis 4x4 meningkatkan beban kerja mesin di jalan rata. Termasuk potensi inefisiensi.

    Biaya Operasional (Opex)

    Fokus terhadap efisiensi harga beli murah dalam skala besar.

    Konsumsi BBM dan perawatan sistem penggerak roda 4 jauh lebih tinggi. Lebih mahal sekitar 20 persen. 

    Total Cost of Ownership (TCO) dinilai bisa membengkak dalam beberapa tahun ke depan.

    Karakteristik Mesin

    Unit impor dianggap solusi jalan tengah untuk keterbatasan stok produksi nasional.

    Risiko Biofuel. Wajib uji kecocokan sistem engine diesel India terhadap BBM solar jenis B35/B40 lokal.

    Risiko down time (mangkrak) massal jika mesin tidak adaptif dengan biodiesel Indonesia.

    Dampak Industri

    Mengisi kekosongan stok 70 ribu unit yang dikatakan tidak bisa dipenuhi APM lokal.

    Ancaman hilirisasi. Impor massal tanpa komitmen investasi pabrik melanggar semangat Asta Cita.

    Melemahkan ekosistem manufaktur otomotif dalam negeri.

    Rekomendasi

    Pengadaan seragam unit pick up 4x4 untuk seluruh Koperasi Merah Putih.

    Bauran armada (fleet mix). 85 persen unit 4x2 dan 15 persen unit 4x4 berdasarkan zonasi geospasial.

    Efisiensi energi nasional dan ketahanan pangan yang berkelanjutan  jika spesifikasi armada sesuai geografi.

     

    Baca Juga: 

    Rencana Impor 105.000 Mobil untuk Kopdes Merah Putih, Industri Otomotif RI Terancam Kehilangan Pasar?

    BUMN Mau Impor 105 Ribu Mobil dari Tata Motors dan Mahindra di India, Buat Apa?

    Kadin Indonesia Serukan Pembatalan Impor 105.000 Mobil untuk Koperasi Merah Putih

    Contents

    OTO

    OTO

    Portal otomotif no.1 di Indonesia. Kami menyediakan informasi seputar industri otomotif nasional dan internasional.

    Baca Bio Penuh

    Jual mobil anda dengan harga terbaik

    Pembeli asli yang terverifikasi Pembeli asli yang terverifikasi
    Listing gratis Listing gratis
    Daftarkan mobil Anda

    IIMS 2026

    Tren & Pembaruan Terbaru

    Anda mungkin juga tertarik

    • Berita
    • Artikel feature

    Mobil Pilihan

    • Yang Akan Datang
    • BYD Atto 4 ev
      BYD Atto 4
      Harga menyusul
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
    • BYD Denza B5
      BYD Denza B5
      Harga menyusul
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
    • Geely Star Wish ev
      Geely Star Wish
      Harga menyusul
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
    • BYD Yangwang U8 phev
      BYD Yangwang U8
      Harga menyusul
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
    • BYD Denza Z9 GT ev
      BYD Denza Z9 GT
      Harga menyusul
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan

    Video Mobil Terbaru di Oto

    Oto
    •  SUZUKI XL7 FACELIFT 2026: BEDAH DETAIL EKSTERIOR DAN INTERIOR SEMUA VARIAN
      SUZUKI XL7 FACELIFT 2026: BEDAH DETAIL EKSTERIOR DAN INTERIOR SEMUA VARIAN
      20 Jul, 2026 .
    •  HONDA SUPER ONE, INIKAH BRIO VERSI LISTRIK?
      HONDA SUPER ONE, INIKAH BRIO VERSI LISTRIK?
      20 Jul, 2026 .
    •  BAIC T1: EV HATCHBACK 300 JUTAAN BERFITUR LENGKAP
      BAIC T1: EV HATCHBACK 300 JUTAAN BERFITUR LENGKAP
      20 Jul, 2026 .
    •  CHANGAN DEEPAL S05 REEV & BEV: TES RUTE JAKARTA-CILETUH, INI PLUS MINUSNYA!
      CHANGAN DEEPAL S05 REEV & BEV: TES RUTE JAKARTA-CILETUH, INI PLUS MINUSNYA!
      20 Jul, 2026 .
    •  WULING EKSION PHEV: 600 KM PERTAMA YOGYAKARTA-JAKARTA, INI PLUS MINUSNYA
      WULING EKSION PHEV: 600 KM PERTAMA YOGYAKARTA-JAKARTA, INI PLUS MINUSNYA
      20 Jul, 2026 .
    •  DAIHATSU KUMPUL SAHABAT DEPOK 2026: DEFINISI PESTA RAKYAT, SEMUA SENANG!
      DAIHATSU KUMPUL SAHABAT DEPOK 2026: DEFINISI PESTA RAKYAT, SEMUA SENANG!
      30 Jun, 2026 .
    •  LEPAS E4 EV, SEGERA DIPASARKAN DENGAN SPESIFIKASI MENARIK
      LEPAS E4 EV, SEGERA DIPASARKAN DENGAN SPESIFIKASI MENARIK
      30 Jun, 2026 .
    • MGS5 EV: SUV LISTRIK NYAMAN TANPA KOMPROMI
      MGS5 EV: SUV LISTRIK NYAMAN TANPA KOMPROMI
      18 Jun, 2026 .
    • TEST DRIVE NEW KIA CARENS 2026: MPV FAMILY YANG PROPER
      TEST DRIVE NEW KIA CARENS 2026: MPV FAMILY YANG PROPER
      03 Jun, 2026 .
    •  NYETIR DI JALANAN GUANGZHOU CHINA SAMBIL COBAIN AUTONOMOUS DRIVING XPENG VLA 2.0 . FULL DISETIRIN AI
      NYETIR DI JALANAN GUANGZHOU CHINA SAMBIL COBAIN AUTONOMOUS DRIVING XPENG VLA 2.0 . FULL DISETIRIN AI
      03 Jun, 2026 .
    Tonton Video Mobil

    Artikel Mobil dari Carvaganza

    • Incar Generasi Muda, Kia Gandeng Hearts2Hearts Jadi Brand Ambassador di Indonesia
      Incar Generasi Muda, Kia Gandeng Hearts2Hearts Jadi Brand Ambassador di Indonesia
      Anindiyo Pradhono, 24 Jul, 2026
    • Bedah Lengkap Changan Deepal S05 Versi BEV dan REEV
      Bedah Lengkap Changan Deepal S05 Versi BEV dan REEV
      Anjar Leksana, 24 Jul, 2026
    • Hyundai  SmartSense Jadi Kelebihan Stargazer, Ini Serangkaian Manfaatnya
      Hyundai SmartSense Jadi Kelebihan Stargazer, Ini Serangkaian Manfaatnya
      Anjar Leksana, 23 Jul, 2026
    • Raih Pangsa Pasar 17,1 Persen, Astra Daihatsu Motor Tutup Semester Pertama 2026 dengan Catatan Positif
      Raih Pangsa Pasar 17,1 Persen, Astra Daihatsu Motor Tutup Semester Pertama 2026 dengan Catatan Positif
      Anjar Leksana, 23 Jul, 2026
    • ACC dan TAF Tawarkan Bunga Spesial 2,99% Hingga Cashback Trade-In Rp15 Juta di GIIAS 2026
      ACC dan TAF Tawarkan Bunga Spesial 2,99% Hingga Cashback Trade-In Rp15 Juta di GIIAS 2026
      Anindiyo Pradhono, 23 Jul, 2026

    Artikel Mobil dari Zigwheels

    • Motovaganza
    • Tips
    • Review
    • Artikel Feature
    • Desain Baru Sangat Atraktif, All-New Kia Seltos Siap Meluncur di GIIAS 2026
      Desain Baru Sangat Atraktif, All-New Kia Seltos Siap Meluncur di GIIAS 2026
      Anjar Leksana, 23 Jul, 2026
    • Penantang Baru di Kelas SUV Kompak: Geely Coolray Meluncur Bawa Mesin Turbo 174 PS
      Penantang Baru di Kelas SUV Kompak: Geely Coolray Meluncur Bawa Mesin Turbo 174 PS
      Anindiyo Pradhono, 22 Jul, 2026
    • Mitsubishi Xforce HEV Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Rp445 Juta dan Garansi Baterai 10 Tahun
      Mitsubishi Xforce HEV Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Rp445 Juta dan Garansi Baterai 10 Tahun
      Anjar Leksana, 21 Jul, 2026
    • Wuling BingoS Siap Jadi Penantang Baru SUV Listrik Kompak, Jarak Tempuh 525 Km
      Wuling BingoS Siap Jadi Penantang Baru SUV Listrik Kompak, Jarak Tempuh 525 Km
      Anjar Leksana, 08 Jul, 2026
    • TOP dan Pesonna Optima Jasa Tambah 250 Armada Ride-Hailing, Perkuat Ekosistem EV
      TOP dan Pesonna Optima Jasa Tambah 250 Armada Ride-Hailing, Perkuat Ekosistem EV
      Anjar Leksana, 03 Jul, 2026
    • Tips Pengecekan Rem Mobil dari Suzuki Sebelum Mudik Lebaran
      Tips Pengecekan Rem Mobil dari Suzuki Sebelum Mudik Lebaran
      Anjar Leksana, 10 Mar, 2026
    • Perlunya Pengecekan Ban Mobil Sebelum Perjalanan Jauh dan saat Musim Hujan
      Perlunya Pengecekan Ban Mobil Sebelum Perjalanan Jauh dan saat Musim Hujan
      Anjar Leksana, 29 Des, 2025
    • Pahami Konsekuensi dan Kesiapan Sebelum Beralih ke Mobil Listrik
      Pahami Konsekuensi dan Kesiapan Sebelum Beralih ke Mobil Listrik
      Setyo Adi, 12 Agu, 2025
    • Termasuk Komponen Vital, Pentingnya Merawat Ban Serep
      Termasuk Komponen Vital, Pentingnya Merawat Ban Serep
      Setyo Adi, 04 Des, 2024
    • Menyiasati Terjebak Macet Horor Berjam-jam
      Menyiasati Terjebak Macet Horor Berjam-jam
      Setyo Adi, 20 Sep, 2024
    • Test Drive Mitsubishi Destinator: SUV 7-Seater Turbo yang Sangat Menjanjikan
      Test Drive Mitsubishi Destinator: SUV 7-Seater Turbo yang Sangat Menjanjikan
      Setyo Adi, 01 Sep, 2025
    • First Drive Jaecoo J7 AWD di Medan Offroad: Tangguh Tanpa Modifikasi
      First Drive Jaecoo J7 AWD di Medan Offroad: Tangguh Tanpa Modifikasi
      Muhammad Hafid, 29 Agu, 2025
    • First Drive Jaecoo J7 SHS: Efisiensi Tinggi dan Fitur ADAS Lengkap
      First Drive Jaecoo J7 SHS: Efisiensi Tinggi dan Fitur ADAS Lengkap
      Muhammad Hafid, 29 Agu, 2025
    • First Drive Xpeng G6: Siap Tantang Kelas Premium
      First Drive Xpeng G6: Siap Tantang Kelas Premium
      Setyo Adi, 24 Jun, 2025
    • Test Drive New BYD Seal: Geber di Mandalika, Jajal Suspensi DiSus-C
      Test Drive New BYD Seal: Geber di Mandalika, Jajal Suspensi DiSus-C
      Alvando Noya, 13 Jun, 2025
    • Harga Beda Tipis, Beli Toyota Kijang Innova Reborn 2.4 Diesel atau Zenix 2.0 G CVT?
      Harga Beda Tipis, Beli Toyota Kijang Innova Reborn 2.4 Diesel atau Zenix 2.0 G CVT?
      Anjar Leksana, 02 Jan, 2026
    • 5 SUV Besar Lawan Jaecoo J8 SHS Ardis di Indonesia
      5 SUV Besar Lawan Jaecoo J8 SHS Ardis di Indonesia
      Anjar Leksana, 16 Okt, 2025
    • Nissan R35 GT-R Resmi Pensiun, Warisan 18 Tahun dan Dedikasi Sang “Godfather of GT-R”
      Nissan R35 GT-R Resmi Pensiun, Warisan 18 Tahun dan Dedikasi Sang “Godfather of GT-R”
      Setyo Adi, 08 Sep, 2025
    • Pilihan Mobil Listrik Terbaru Pasca GIIAS 2025
      Pilihan Mobil Listrik Terbaru Pasca GIIAS 2025
      Anjar Leksana, 04 Agu, 2025
    • GIIAS 2025, Jadi Panggung Elektrifikasi Mobil Hybrid dari Segala Segmen
      GIIAS 2025, Jadi Panggung Elektrifikasi Mobil Hybrid dari Segala Segmen
      Setyo Adi, 04 Agu, 2025

    Bandingkan

    You can add 3 variants maximum*