Warisan Desain Yang Melegenda

Warisan Desain Yang Melegenda

Bagi para pabrikan mobil, desain bukanlah sekadar kulit pembungkus mesin dan kabin yang menyusun komposisi mobil. Desain merupakan representasi identitas dari model mobil yang dirancang sedemikian rupa oleh tim insinyur dan desainer. Tujuannya, untuk menjadikan mobil bukan hanya sebatas fungsi transportasi, namun juga produk marketing yang enak dipandang mata masyarakat juga jika beruntung, masuk dalam kategori karya seni.

Sejak Karl Benz mulai memproduksi mobil yang berbatas fungsi, pabrikan sedikit demi sedikit mulai mengembangkan desain mobil agar turut berfungsi menjadi tatanan fashion yang mampu menjawab selera sang konsumen. Tapi itu tentu tak mudah.

Bagi para pabrikan hebat yang berhasil, beberapa ornamen dari desain mobil mereka sukses melampaui masa dan menjadi simbol yang ikonik. Sementara yang tidak beruntung, maka desain kendaraannya akan lekang oleh jaman. Jalopnik merilis 10 elemen desain pada mobil yang berhasil membuat sejarah di industri otomotif dunia.

Namun, karena Indonesia tentu saja memiliki pasar dan segmentasi yang beda, kamipun menyaringnya menjadi 5 saja. Berikut adalah 5 elemen desain yang berhasil mencatat sejarah dan menjadi legenda di dunia otomotif.

Lambang

Lambang Rolls ROyce

Pabrikan memiliki berbagai cara untuk mendeskripsikan identitas dan orisinalitas mereka. Tujuannya tak lain tak bukan adalah menunjukkan kedigayaan mereka lewat presentasi ego. Cara yang paling umum adalah membuat bahasa desain yang diterapkan di semua model. Namun ada cara yang lebih egois lagi selain menerapkan sekadar alur maupun aksen yang bisa berbeda penerapannya, yaitu lambang.

Lambang atau logo baik itu berbentuk ornamen patung maupun emblem merupakan bahasa paling global dan paling sederhana untuk menjabarkan identitas setiap merek. Siapapun yang mengenal otomotif, pasti akan mudah mendeteksi bahwa logo propeller biru putih dengan ring hitam milik BMW. Bintang berkaki tiga, adalah simbol Mercedes-Benz, dan empat lingkaran sudah pasti mendeskripsikan Audi.

Pun dengan simbolisasi berupa patung di kap mesin, ketika melihat spirit of ecstassy, tentu mereka akan mengenal bahwa mobil itu adalah Rolls Royce, pun saat lambang kuda jingkrak, well, hanya Ferrari yang menggunakannya, selain tentunya, arena pacuan kuda.

Lampu Belakang Corvette

Lampu Corvette

Dua pasang lampu merah bundar di bagian buritan. Mungkin di Indonesia kita awam mengenalnya pada dua jenis mobil, Chevrolet Corvette, dan Ferrari 348. Namun, sebenarnya lampu ini sudah digunakan sejak puluhan tahun silam, dan selalu digunakan hingga saat ini oleh pabrikan asal Amerika, Chevrolet untuk model-model Corvette. Berbeda dengan Ferrari yang hanya menggunakannya untuk model-model tertentu saja.

Dijelaskan oleh Jalopnik, bahwa para desainer Corvette setiap kali merancang selalu diminta oleh prinspal untuk memberikan kesan yang impresif di bagian buritan. Pasalnya bagian insinyur engineering sudah diminta oleh prinsipal untuk membuat mobil lain hanya mampu melihat bagian buritannya. Alias, membuat Corvette lebih kencang, dan lebih kencang dari generasi ke generasi. Karenanya perlu untuk menunjukkan pesan yang berkesan saat mobil yang beradu cepat tertinggal dan hanya bisa melihat ciri khas sang Corvette, dua pasang lampu merah bundar.

Jika Anda belum tahu, tujuan bentuk lampu bundar berpendar merah adalah merepresentasikan exhaust pesawat jet tempur yang mengeluarkan api merah saat lepas landas.

Sirip Belakang

Sirip belakang mobil klasik

Tahun 1950-1960an, adalah era di mana masyarakat dunia diajak bermimpi melintasi batas langit, yaitu menuju luar angkasa. Bentuk roket dengan sirip besarnya membuat banyak industri saat itu terpengaruh, termasuk industri otomotif. Tentunya bukan mengaplikasikannya pada teknologi mesin dengan menggantikan unit silinder pembakaran internal dengan mesin roket, melainkan memberikan sentuhan desain pada bodi.

Jadi jangan heran jika Anda lihat di film-film tahun 50-60an, banyak mobil dengan sirip di bagian buritannya. Banyak yang menyebutnya dengan istilah tailfin. Biasanya berada di atas lampu belakang. Fungsi aerodinamika, tentu saja belum terpikirkan oleh para desainer saat itu. Ini sekadar gimmick, pemanis, dan penanda bahwa mobil ini mengikuti desain yang sedang tren saat itu.

Bumper Dagmar

bumper desain dagmar

Sebelum era tailfin merebak pada jaman di mana roket banyak meluncur ke luar angkasa, ada masa di mana perang merebak di seluruh dunia. Tepatnya di awal tahun 1950an, pasca perang dunia ke2. Narsisme terhadap pasukan militernya yang berhasil memenangkan perang, membuat beberapa pabrikan Amerika saat itu menciptakan desain kendaraan yang memiliki unsur militer. Bukan dengan warna loreng, pun bukan dengan SUV maskulin, namun dengan bumper beraksen senjata peluncur roket di depannya.

Ya, bumper besi tersebut memiliki bagian menonjol bagaikan peluru roket pelumpuh tank. Desain ini sempat mampir ke Indonesia lewat mobil-mobil Chevrolet masa itu yang banyak digunakan kaum kelas atas di Tanah Air. Penulis sendiri sempat bertemu dengan Chevrolet Bel Air tahun 1952 hasil restorasi yang masih menggunakan bumper Dagmar itu di ajang pameran mobil klasik Indonesia. Siluet 911

Siluet 911 sangat khas

Siapapun yang merasa sudah cukup mengenal dunia otomotif, mungkin masih harus mengira-ngira mobil apa yang ada di hadapannya ketika ditemukan pada sisi samping BMW 5-series ataupun Mercedes-Benz S-Class. Mereka pasti butuh waktu untuk mengenal model apa yang ada di depannya, apakah S-Class atau E-Class, apakah 5-series atau mungkin 3-series.

Namun tak demikian dengan siluet dari sisi milik Porsche 911. Tak ada yang akan salah menyebutnya sebagai 911. Tarikan garisnya begitu khas. Tak ada yang berani menirunya. Bahkan ketika Mercedes-Benz merilis Mercedes-AMG GT teranyar, itu tetaplah disebut menyontek desain Porsche 911.

Desain dengan moncong mendatar, lalu bertemu siku pada pilar A. Dari sisi atas pilar A, garis desainnya langsung ditarik merebah ke arah buritan menciptakan sebuah alur yang sangat khas, dan tak sulit diterka oleh siapapun, bahwa ini adalah 911.

Meski sudah masuk ke generasi penerusnya dan berubah desain secara signifikan, namun siluet milik 911 tetap diterapkan dengan baik pada semua seri 911 hingga saat ini.

Baca Juga: Mobil-mobil pilihan drifter

Sumber: Jalopnik

Foto: autofocus.ca, Chevrolet, Rolls Royce

Coronavirus

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil