Unik dan Tak Disangka, Begini Asal Muasal Nama 8 Mobil Ini

Unik dan Tak Disangka, Begini Asal Muasal Nama 8 Mobil Ini

Bagi sebagian orang nama adalah hal penting. Menunjukkan doa, harapan, dan perlambang. Apalagi untuk sebuah produk otomotif seperti mobil, tentunya diharapkan nama bisa menarik dan memberikan kesuksesan. Kita mungkin tak terlalu peduli soal ini. Asalkan keren dan enak didengar, tidak akan jadi masalah.

Padahal pabrikan memikirkan masak-masak sebelum menentukan sebuah nama. Tentu ada arti di balik maksud penamaan yang diberikan. Pertanyaan berikutnya dari mana nama-nama ini kemudian diambil? Berikut paparan arti nama mobil yang mungkin belum pernah Anda ketahui.

Chevrolet Camaro 2016

Chevrolet Camaro

Mungkin kalau nama Camaro saja banyak yang kurang sadar. Tapi kalau tahu mobil kuning yang jadi tokoh Bumblebee dalam film aksi Transformer, ya ialah Camaro. Chevrolet melansirnya pada 1966. Asal muasal namanya, ternyata sederhana. Kala itu, pabrikan mobil asal Amerika Serikat ini sedang gemar menamakan mobil-mobilnya dengan awalan huruf C. Sebut saja masa itu ada Corvair, Chevelle, Chevy II, dan Corvette. Dari 2.000 nama yang disiapkan tim, akhirnya dipilihlah Camaro. Meskipun terdengar seperti bahasa Spanyol, namun ternyata ia tak memiliki arti apapun. Mungkin hanya terdengar bagus saat diucapkan. Chevrolet Camaro!

Ada versi lain soal nama ini. Menurut buku The Complete Book of Camaro: Every Model Since 1967, nama Camaro dimunculkan manajer merchandising Chevrolet Bob Lund dan wakil presiden General Motors Ed Rollett, saat mereka membaca buku Heath's French and English Dictionary oleh James Boïelle dan oleh de V. Payen-Payne dicetak tahun 1936. Dalam buku itu disebutkan bahwa Lund dan Rollett menemukan kata camaro dalam kamus bahasa Prancis-Inggris adalah bahasa gaul, artinya teman (friend), sobat (pal), atau kawan (comrade). Nyatanya, kata Perancis yang memiliki arti itu adalah "camarade," yang diturunkan dari kata Inggris "comrade", bukan "camaro". Camaro tidak dikenal dalam bahasa Prancis.

Camaro lahir dalam rangka Chevrolet melawan Ford Mustang. Pertama kali ditunjukkan pada media di Detroit pada 12 September 1966. Dilanjutkan di Los Angeles pada 19 September 1966. Sedangkan produksi massalnya dijual di dealer pada 29 September 1966. Ia diproduksi sampai 2002, sempat terhenti ia muncul lagi pada 2009. Hingga saat ini sudah memiliki enam generasi.

Baca juga: Daftar SUV yang Paling Dinanti di Indonesia Sepanjang 2021 (Part 1)

Chrysler PT Cruiser 2001

Chrysler PT Cruiser

Nama mobil ini memang unik, seirama dengan bentuknya yang unik. Kalau asing dengan PT Cruiser, model ini sempat beredar di jalanan Indonesia di era 2000an. Tenar karena bentuknya nyeleneh menyerupai mobil era 30-an. Saat itu, yang membawa ke Indonesia Importir Umum (IU). Nah, mengenai namanya, awalan PT bukanlah singkatan dari Perseroan Terbatas. Namanya memiliki banyak interpretasi dari berbagai pihak. Beberapa beranggapan dua huruf itu adalah singkatan dari Personal Transportation. Ada pula yang menyebutkan “Plymouth Truck”. Sedangkan Cruiser, dapat diartikan sebagai kendaraan yang nyaman.

PT Cruiser merupakan compact MPV yang diperkenalkan Chrysler pada 2000. Didesain Bryan Nesbitt. Ia membawa nostalgia model-model yang kemudian muncul lagi seperti Volkswagen New Betle dan MINI Cooper. Bedanya, ia tak menjiplak model lama, namun mendapat desain baru yang kekinian. Sempat menerima penghargaan North American of the Year pada 2013, model ini diproduksi sampai 2010.

Mazda MX-5 Miata 2016

Mazda MX-5 Miata

Mazda MX-5 atau dikenal dengan sebutan Miata bagi pasar Amerika. Roadster kompak yang sangat populer. Beberapa pihak menilai mobil ini memiliki ketangkasan yang sangat baik. Singkat kata, ia “fun to drive”. Masing-masing nama itu memiliki arti tersendiri. MX-5, merupakan singkatan dari Mazda Experimental nomor lima. Atau jika didefinisikan dalam bahasa Indonesia, ekperimen Mazda yang kelima. Kalau Miata sendiri berasal dari bahasa Jerman kuno yang memiliki arti reward alias hadiah. Entah hadiah buat siapa.

Roadster dua penumpang ini memulai debutnya pada Chicago Auto Show pada 1989. Kemunculannya langsung membuat banyak orang kepincut. Kecil, ringan, sarat teknologi, dinamis, dan desain simpel. Ia bahkan disebuat sebagai pengganti sports cars legendaris Lotus Elan, yang memang menjadi inspirasinya secara desain.

Baca juga: Daftar SUV yang Paling Dinanti di Indonesia Sepanjang 2021 (Part 2)

Toyota Corolla Sedan 2019

Toyota Corolla

Sedan satu ini pernah merajai jalanan Indonesia dan terkenal di banyak belahan dunia. Ia juga memiliki arti tersendiri pada namanya. Corolla adalah kata benda yang didefinisikan sebagai kelopak bunga dan membentuk lingkaran. Istilah ini lumrah digunakan oleh para pecinta tanaman. Jujur, kami tak menemukan apa filosofi di balik penggunaan nama itu. Bisa jadi hanya merepresentasikan keindahan saja.

Ada versi lain. Penamaan Corolla mengikuti sedan lainnya Toyota Crown. Corolla sendiri merupakan bahasa latin yang berarti small crown alias mahkota kecil. Mobil yang dalam bahasa Jepang disebut Karora itu, merupakan sedan compact terlaris di dunia. Diperkenalkan sejak 1974, hingga kini ia sudah memiliki 12 generasi dengan total penjualan mencapai lebih dari 44 juta unit.

Toyota Yaris 2020

Toyota Yaris

Toyota Yaris (Yarisu) merupakan subcompact keluaran Toyota. Ia sudah hadir sejak 1999 hingga sekarang, menggantikan posisi Staret dan Tercel. Dijual di seluruh dunia ia punya banyak nama alias, Vitz, Platz, Echo, Belta, Vios, Daihatsu Charade, dan Scion iA. Oke kita bahas kemunculan pertamanya.

Yaris merupakan perpaduan bahasa Jerman dan Yunani. Berdasar dari kata Charis, yang berarti simbol keindahan dan keagungan dalam mitologi Yunani. Namun tak sampai di situ, Toyota mengganti suku kata pertama dengan “Ya” dalam bahasa Jerman. Artinya sama saja dengan di Indonesia. Maksudnya merepresentasikan reaksi para desainer yang mengharapkan desain mobil ini sangat diterima oleh pasar Eropa. Agak aneh ya?

Baca juga: 13 Kendaraan Paling Aneh yang Pernah Ikut Reli Paris Dakar

Bentley Bentayga 2016

Bentley Bentayga

Inspirasi nama Bentayga berasal dari sebuah di Kepulauan Canary. Di sana berdiri kokoh gunung batu yang disebut Roque Bentayga. Atas itu, pabrikan mobil mewah asal Inggris ini, langsung menamainya. Terang saja, kalau mengambil nama pegunungan terbesar Everest, sudah digunakan oleh Ford. Sedangkan Himalaya, identik dengan Royal Enfield. Untung saja mereka tak menjelajah ke Indonesia. Bisa-bisa rival berat Rolls-Royce Cullinan itu dinamai Gede, Salak atau Slamet.

Bentley cukup lama membangun mobil ini. Diawali Bentley EXP 9 F concept car pada 2012. Crossover mewah Bentley ini pertama kali diperkenalkan pada Desember 2015 di Frankfurt Motor Show. Ia menjadi SUV pertama pabrikan asal Inggris itu.

Mercedes-Benz E-Class 2021

Mercedes-Benz E-Class

Kalau Anda melihat imbuhan E di Mercedes-benz W123 (Tiger) atau W124 (Generasi awal) pada akhiran angka. Sebetulnya itu tak merepresentasikan kelas. Melainkan merujuk pada penggunaan sistem injeksi bahan bakar. Atau dalam bahasa Jerman, einspritzung. Makanya, mobil-mobil pendahulu S-Class pun memiliki huruf yang sama di akhiran, Misalnya 220SE, 280SE dan banyak lagi.

Nah, baru di generasi W124 1994, huruf E mendefinisikan kelas mobilnya. Karena teknologi injeksi sudah tertanam di seluruh produk Mercedes-Benz. Artinya, ia berada di tengah antara huruf C (C-Class) dan S (S-Class).

Baca juga: Kisah Jaguar E-Type, Mobil Tercantik di Dunia yang Pernah Dibuat

Ferrari GTC4Lusso 2017

Ferrari GTC4Lusso

Untuk memahaminya, perlu dipecah dalam tiga bagian. Pertama GTC, yang merupakan bentuk penghormatan pada Ferrari model klasik masa 60an (330GTC). Lalu angka empat, menyuarakan bahwa mobil punya format tempat duduk empat penumpang. Terakhir Lusso, dalam Bahasa Italia artinya mewah. Kalau yang berakhiran T (GTC4Lusso T), merujuk pada varian turbo dengan basis mesin V8 yang lebih kecil.

Grand Tourer 4 tempat duduk ini merupakan pengganti Ferrari FF. Kemampuannya sebenarnya menggiurkan. Mesin 6,262 cc Ferrari F140 65° V12 dengan tenaga 681 hp @8,000 rpm dan torsi mencapai 697 Nm. Salah satu rahasinya adalah penggunaan rasio kompresi 13.5:1. Ferrari mengklaims top speed mobil ini adalah 335 km/jam dan berakselerasi 0–100 km/jam dalam 3,4 detik. Sayangnya, usianya tak panjang hanya 4 tahun (2016-2020). (Hlm/Raju)

Sumber: Autocar UK, Berbagai Sumber.