Kisah Jaguar E-Type, Mobil Tercantik di Dunia yang Pernah Dibuat

Kisah Jaguar E-Type, Mobil Tercantik di Dunia yang Pernah Dibuat

Il Commendatore Enzo Ferrari, sang legenda Ferrari, merupakan pengagum mobil dan juga balap. Satu kali ia pernah menyebut 'The most beautiful car ever made' justru bukan untuk produk Kuda Jingrak. Mobil terindah yang pernah dibuat itu dia sematkan pada Jaguar E-Type ketika diluncurkan resmi ke publik pada 15 Maret 1961. Pengakuan ini tentunya tak sembarangan diberikan.

Sebutan sebagai mobil tercantik di dunia tak hanya diberikan Enzo. Pada Maret 2008, Jaguar E-Type menempati urutan pertama dalam daftar 100 most beutifull cars of all time yang dikeluarkan media inggris The Daily Telegraph. Tahun ini, E-Type merayakan ulang tahunnya yang ke-60. Meski tak lagi diproduksi, ia tetap dianggap sebagai mobil tercantik yang pernah dibuat.

Jag E-Type memang punya dongeng yang menarik. Pada waktu diluncurkan di Geneva Auto Salon, tak ada yang menyangka mobil tersebut bakal menggemparkan jagat. Tapi sang pendiri pabrikan, Sir Williams Lyons menyadari E-Type bakal menjadi mobil yang istimewa bagi publik Inggris dan Eropa. E-Type yang ia bawa ke Geneva adalah mobil kedua yang diproduksi, dan baru tadi malam sampai di Swiss setelah dikirim dari Coventry, Inggris, siangnya.

Ketika selubung dibuka, E-Type bikin publik berdecak. Motoring journalist menilai E-Type 1961 sebagai jalan revolusioner. Bodywork yang dikerjakan Malcolm Sayer itu berbeda dengan mobil-mobil lain yang beredar pada era tersebut. Memiliki bentuk lampu depan unik, masuk ke dalam dengan nose panjang dan knalpot kembar di tengah. Sampai saat ini, E-Type masih dianggap sebagai salah satu mobil dengan desain terhebat sepanjang masa.

Jaguar E-Type 1971

Desain Jaguar E-Type

Cerita tentang E-Type sudah dirintis jauh sebelum sang legend dirilis. Garis desainnya dipengaruhi oleh mobil balap Jaguar D-Type yang turun di Le Mans. Mesin 6 silinder segaris 3.8 yang diadopsi bersumber dari sang kakak, Jaguar XK.

Memang betul D-Type cukup banyak mempengaruhi E-Type, tapi moyangnya E-Type sebetulnya adalah mobil purwarupa E1A tahun 1957. Dari sinilah sebetulnya hikayat E-Type mulai bergulir. Bodi E1A memiliki dimensi lebih kecil dibandingkan versi produksi E-Type, mesinnya juga 2.4 liter (2.400 CC). E-Type menjadi mobil Jaguar pertama kali yang mengadopsi layout suspensi belakang independen yang akhirnya dipakai oleh semua model-model Jaguar selanjutnya selama 4 dasawarsa.

Pada waktu E-Type ingin dibangun, tim yang bertanggung-jawab sudah berpikir bahwa mereka harus mengambil terobosan yang berani. Tim dipimpin langsung oleh Technical Director Williams Heynes, yang sudah bekerja di Browns Lane (lokasi pabrik Jaguar di Coventry) sejak 1935. Jam terbang yang tak bisa dianggap remeh dan Heynes sudah paham betul seluk-beluk dan soul Jaguar.

Baca juga: erkenalan dengan Empat Model Mercedes-Benz Berpintu Gullwing

Jaguar E-Type 1971

Style body mobilnya dikerjakan oleh orang baru, Malcolm Sayer. Langkah the British mempercayakan urusan desain body pada Sayer merupakan lompatan jauh ke depan, meskipun memang kemahiran Sayer sempat diragukan. Pasalnya, Sayer tidak berpenampilan unik khas desainer mobil. Malah terlihat sederhana. Tapi ia punya latar belakang akademis yang brilian.

Lahir di Cromer, Norfolk bulan Mei 1916, ia lulusan Great Yarmouth. Tahun 1933 Ia kuliah di Loughborough College, mengambil jurusan otomotif (Automobile Department). Lulus dari kuliah tahun 1938, Ia bekerja di perusahaan Bristol Aeroplane Company, bertahan selama sepuluh tahun. Sehabis itu bekerja di Irak selama beberapa tahun lantas kembali ke UK bekerja di Jaguar pada September 1950.

Karier Sayer moncer ketika Jaguar C-Tpe menjuarai Le Mans 24 Hours tahun 1951 dan 1953. Pada tahun 1953, Williams Heyness sampai mendesain mobil one-off (satu-satunya) XKC 054/XP11 untuk menginvestigasi konstruksi monokok.

Jaguar E1A Prototype 1957

Prototipe Jaguar E1A

Pada waktu Malcolm Sayer mendesain mobil ini, bodynya dibuat lower slung plus ramping. Style body itu diturunkan pada E-Type. Tapi karena Jaguar memutuskan semua mobil baru harus bisa untuk balapan, maka diciptakan mobil balap D-Type. Lagi-lagi ketekunan membuahkan hasil. Jaguar menjuarai Le Mans 1955, 1956 dan 1957. Bahkan di dua musim terakhir, dimenangkan tim privateer Ecurie Ecosse.

Di bawah komando Heynes, pabrikan mulai menyeriusi pengerjaan E-Type bulan Desember 1956. Purwarupa pertama selesai bulan Mei 1957 dan diberi nama resmi E-Type 1 Aluminium atau disingkat E1A. Dimensinya lebih kecil daripada E-Type versi produksi, tapi lebih besar D-Type.

Konstruksinya sendiri umumnya mengambil dari D-Type dan mengadopsi layout central monocoque tub. Yang membedakannya dengan D-Type adalah, E-Type menggunakan sistem suspensi belakang independent. E1A sendiri diberi mesin short-block XK 2.4 liter yang dikembangkan untuk Jaguar Mk1, yang dirilis tahun 1955.

Setelah purwarupanya kelar pada tahun 1957, E1A langsung dites oleh tim penguji pabrikan Jaguar. Bahkan pernah dipinjamkan oleh Heynes kepada jurnalis majalah The Motor, Christopher Jennings, untuk mendapat masukan independen. Ternyata setelah dibawa jarak jauh, Jennings memberikan pujian pada mobil tersebut.

Tak puas dengan purwarupa versi Jaguar E1A, pabrikan membuat prototipe lanjutan diberi nama E2A. Versi yang ini sudah sangat mendekati versi produksi. Pengembangan E-Type berevolusi secara bertahap pada 1958, pada saat Jaguar memulai proyek Zenith, yang akhirnya menjadi varian tertinggi sedan MkX. Yang menarik adalah, kedua mobil memakai suspensi belakang independen karya Bob Knight yang dikembangkan hanya dalam waktu 27 hari saja. Desain suspensi Knght ini bertahan sampai era 1990-an.

Tak puas dengan dua prototipe, bulan Juli 1959 keluar purwarupa ketiga dan di tes di jalan raya. Untuk pertama kalinya publik melihat sportscar Jaguar masa depan (E-Type) ketika pabrikan merilis mobil balap E2A. Tapi E2A yang diturunkan di balapan bukan prototipe langsung E-Type karena basisnya dari D-Type namun berbagi wheelbase dengan E-Type. Tujuannya waktu itu untuk diikut sertakan dalam balapan Le Mans 24 Hour musim 1960. Mobil rencananya bakal bakal digeber oleh pengusaha sekaligus distributor Jaguar dan seorang enthusiast Jaguar bernama Briggs Cunningham. Sayang rencana itu batal.

Baca juga: Ini Mobil-Mobil Keren Keluaran Pabrikan Asal Inggris

Jaguar E2A Prototype 1961

Jaguar E2A

Menjelang E-Type diluncurkan di Geneva Motor Show 1961, pabrikan meminjamkan mobil tersebut kepada dua majalah besar di Inggris untuk dicoba. Autocar dan The Motor, keduanya terbit mingguan. Tes drive yang dilakukan dua majalah besar di UK itu ikut berperan membesarkan nama E-Type. Langsung booming. Tapi kedua majalah harus mematuhi embargo, tulisan baru bisa turun setelah mobil dilaunching di Geneva, Swiss.

Satu unit Jaguar sudah ready di booth pabrikan di Geneva, tapi akhirnya dibawa unit kedua untuk diperlihatkan kepada media dengan dipandu Sir Williams Lyons sendiri.

Karena keputusannya begitu, harus ada mobil E-Type kedua untuk kebutuhan media, test driver Jaguar Norman Dewis, mengemudikan sendiri mobil tersebut dari Browns Lane, Inggris ke Swiss. Berangkat pukul 19.00 waktu UK, tanggal 14 Maret 1961. Baru tiba di Parc des Eaux Vives dinihari.

Pagi harinya langsung dikerubutin oleh 200 jurnalis di Geneva Motor Show. E-Type dianggap sebagai sportscar sensasional. Bukan cuma dari sisi desain, dari sisi harga juga lebih menarik. Versi roadster (convertible) waktu itu dibanderol 2.097 poundsterling, sementara versi FHC (fixed head coupe) alias hard top 2.196 poundsterling.

Lebih murah daripada mobil yang sama buatan Ferrari, Aston Martin dan Chevrolet. Namun, harganya memang sama dengan Porsche, tapi tenaganya lebih kecil dan top speed lebih rendah. Bahkan lebih murah daripada Jaguar XK150.

Jaguar E-Type 1971

Spesifikasi Jaguar E-Type

Dari sisi spek apa yang membuat E-Type menjadi sportscar sensasional? Mesinnya berbagi dengan XK150S yaitu engine XK 3.781 cc dikombinaikan dengan transmisi Moss 4 percepatan tanpa overdrive. Jaguar mengklaim enginenya menghasilkan tenaga 268 hp (265 bhp) pada puntiran 5500 rpm. Blok mesin dari baja cor diproduksi oleh Leyland Motors di Lancashire, yang sudah memproduksi mesin buat Jaguar sejak 1948. Jadi Leyland sudah lama terlibat dalam produksi mobil-mobil Macan Terbang.

Cylinder headnya yang terbuat dari alumunium dibuat dari dua sumber. Yaitu West Yorkshire Foundries di York dan William Mills di Wednesbury, Staffordshire. Bodinya mengambil layout monokok terbuat dari baja, setahun sebelum chassis monokok dipakai dalam balap F1.

Di eranya, mobil ini tergolong hening dan minim getaran berkat suspensi belakang independent karya Bob Knight dan pemakaian ban yang tepat. Tersedia dalam dua varian yakni roadster dan FHC. E-Type pun menjadi satu-satunya mobil Jaguar di mana Williams Lyons banyak terlibat secara langsung di dalamnya.

Sejak itu, E-Type terus berevolusi dari tahun 1961 sampai akhirnya dihentikan produksinya tahun 1975. Penerus spiritual dari E-Type adalah Jaguar F-Type yang dirilis pada tahun 2013. Garis desainnya dipengaruhi oleh E-Type namun dalam bahasa yang lebih modern. (Eka/Raju)

Sumber: Jaguar, aronline.co.uk

Baca juga: Mengenal Ferrari 250 Testa Rossa, Mobil Balap Legendaris Si Kuda Jingkrak