jakarta-selatan
kali dibagikan

Resmi, Ini Tarif Baru Integrasi Tol JORR

  • 25 Sep, 2018
  • 1481 Kali Dilihat

Setelah ditunda beberapa bulan, PT Jasa Marga akhirnya resmi memberlakukan integrasi tarif tol Jakarta Outer Ring Road (JORR). Menyarikan unggahan foto di akun Instagram dan juga Twitter Jasa Marga, penerapan integrasi tarif ini berlaku pada 29 September 2018 pukul 00.00 WIB. Sekarang, untuk melalui hampir seluruh ruas Jorr, hanya butuh sekali bayar, Rp 15 ribu untuk mobil.


Ada peraturan khusus di tol


"Berdasarkan pembahasan yang belakangan ini intens dilakukan antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama dengan Jasa Marga dan para Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) JORR lainnya, dapat kami informasikan, pemberlakuan integrasi JORR paling lambat akhir September 2018," kata AVP Corporate Communication Jasa Marga, Dwimawan Heru, dikutip dari laman resmi Jasa Marga.


Sedangkan di akun Twitternya disebutkan mulai 29 September 2018 Pukul 00.00 WIB berlaku Tarif Tol Integrasi Ruas JORR SEKSI W1, W2U, W2S, S, E1, E2, E3, ATP SEKSI E-1, E-2, E-2A, NS (Rorotan - Kebon Bawang), Pondok Aren - Ulujami. Sesuai keputusan Menteri PUPR Nomor 710/KPTS/M/2018.


Adanya integrasi ini, maka transaksi dilakukan cukup satu kali dengan tarif untuk kendaraan golongan I sebesar Rp15 ribu untuk seluruh ruas tol JORR sepanjang 76,43 km yang terdiri dari 4 ruas dengan 9 seksi.


Keputusan ini memang baru diumumkan setelah keluarnya Surat Keputusan Menteri pada 14 September lalu. Atas perubahan sistem transaksi dari sistem tertutup menjadi terbuka ini, tentu berdampak pada besaran tarif tol JORR. Tarif baru ini dinilai lebih mahal dari sebelumnya.



Setelah penyatuan tarif tol Jorr, biaya yang harus dibayarkan kendaraan golongan I berupa sedan, jip, pick-up/truk kecil, dan bus sebesar Rp 15 ribu, kendaraan golongan II dan III tarifnya adalah sama yakni Rp 22.500. Untuk golongan IV dan V juga memiliki tarif yang sama sebesar Rp 30 ribu. Untuk ruas Bintaro Viaduct-Pondok Aren, tarif Golongan I Rp 3 ribu, Golongan II dan III sebesar Rp 4.500, serta Golongan IV dan Golongan V Rp 6 ribu.


Kepala BPJT Herry TZ mengatakan besaran tarif Rp 15 ribu ini didasarkan atas perkalian antara jarak rata-rata pengguna tol JORR 17,6 km dengan tarif rata-rata Rp 875 per km. Menurutnya, tarif ini masih di bawah kesanggupan membayar (willingness to pay) masyarakat yang diperoleh dari hasil kajian sebelumnya terkait investasi jalan tol. "Integrasi tol tentunya juga diikuti oleh kebijakan pengendalian angkutan logistik yakni terkait dimensi dan muatan truk," imbuh Herry.


Terkait kebijakan ini, Dirjen Bina Marga, Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, sosialisasi kepada masyarakat diperlukan. Tak dipungkiri, banyak masyarakat awam yang menilai integrasi tol JORR sebagai kenaikan tarif tol semata. Padahal esensi kebijakan, tambahnya, untuk meningkatkan efisiensi sistem transaksi tol. Integrasi transaksi tol merupakan langkah menuju Multi Lane Free Flow (MLFF) atau pembayaran tol tanpa berhenti yang ditargetkan berlaku di semua ruas tol pada 2019 mendatang.


"Integrasi pada intinya untuk peningkatan layanan melalui penyederhanaan sistem transaksi dengan tarif tunggal. Saat ini transaksi dilakukan 2-3 kali dikarenakan pembangunan JORR dilakukan secara bertahap dan operator/BUJT juga berbeda. Namun kondisi per hari ini, tol JORR sudah tersambung seluruhnya. Dengan integrasi, sistem transaksi tol menjadi sistem terbuka, pengguna hanya satu kali membayar tol," kata Arie, dalam keterangan resminya.


Ia menekankan kebijakan integrasi transaksi tol JORR bukan untuk meningkatkan pendapatan atau revenue pengelola tol atau BUJT, melainkan untuk meningkatkan pelayanan bagi para pengguna jalan bebas hambatan. Revenue yang diperoleh oleh BUJT tentu dikontrol dan dilaporkan secara berkala kepada Menteri PUPR, serta masyarakat luas sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.


Tol JORR terdiri dari Seksi W1 (Penjaringan-Kebon Jeruk), Seksi W2 Utara (Kebon Jeruk-Ulujami), Seksi W2 Selatan (Ulujami-Pondok Pinang), Seksi S (Pondok Pinang-Taman Mini), Seksi E1 (Taman Mini-Cikunir), Seksi E2 (Cikunir-Cakung), Seksi E3 (Cakung-Rorotan), Jalan Tol Akses Tanjung Priok Seksi E-1, E-2, E-2A, NS (Rorotan-Kebon Bawang), dan Jalan Tol Pondok Aren-Bintaro Viaduct-Ulujami.


Berdasarkan pemetaan BPJT, adanya integrasi tarif tol ini justru membuat sebagian besar pengguna tol lebih untung. Pasalnya, ada 61 persen pengguna tol JORR membayar tarif lebih murah dari sebelumnya. Sebanyak 61 persen pengguna tol itu mereka yang menempuh jarak jauh atau yang biasanya melakukan lebih dari satu kali transaksi di beberapa gerbang tol. Di sisi lain, untuk pengguna tol jarak dekat akan merasa tarif tol menjadi naik karena membayar lebih mahal dari tarif sebelumnya. (Yrk/Van)


Baca Juga: Ganjil Genap Dilanjutkan!

Promo Populer di Jakarta Selatan

Video Mobil Terbaru di Oto
  • KIA Seltos | First Impression | Performa Terbaik...
    • 21 Jan, 2020
    •  
  • Mercedes Benz C180 | First Impression | Sedan...
    • 20 Jan, 2020
    •  
  • Mitsubishi Xpander Cross vs Honda BR V |...
    • 16 Jan, 2020
    •  
  • New Suzuki Baleno | First Impression | Apa...
    • 20 Des, 2019
    •  
  • Toyota Supra GR Sport | First Drive |...
    • 13 Des, 2019
    •  
  • Toyota Sienta 2019 | Jakarta Coffee Paradise |...
    • 04 Des, 2019
    •  

Mobil Populer

  • Populer
  • Terbaru
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi