Ingat Tips Ini, Jangan Biarkan Tangki BBM Mobil Lama Diam dan Nyaris Kosong

Ingat Tips Ini, Jangan Biarkan Tangki BBM Mobil Lama Diam dan Nyaris Kosong

Lebih dari satu tahun Pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Apalagi dua bulan teakhir pemerintah menerapkan PPKM sehingga kegiatan dan mobilitas masyarakat jadi terbatas. Kondisi ini juga kerap membuat mobil lebih banyak parkir di rumah dan jarang dipakai. Situasi ini tentunya rawan bagi kendaraan. Salah satu cara agar mobil tidak rusak adalah dengan tidak membiarkan tangki bahan bakar minyak (BBM) dalam keadaan kosong.

Kebiasaan membiarkan bahan bakar tersisa sedikit atau bahkan kosong di tangki BBM dapat menjadi hal yang merusak komponen mobil. Ini tidak terbatas pada saat mobil jarang digunakan. Banyak juga yang sering mengemudi mobil dengan sedikit BBM pada tangki. Tangki dengan BBM yang tiris sangat tidak direkomendasikan. Kenapa? Karena, jumlah BBM yang sedikit berpotensi menyebabkan tangki bensin menjadi kotor.

Tangki bahan bakar yang kosong akan meningkatkan terjadinya kondensasi. Kondensasi inilah yang bisa menjadi penyebab utama timbulnya kotoran pada tangki BBM. Kotoran yang muncul di tangki BBM mobil bisa berbahaya dan dapat merusak komponen pompa dan filter BBM. Jika kotor, maka penggantian pun jadi lebih sering dilakukan.

Tips BBM

Fuel Pump

Satu kebiasaan buruk lain dari pemilik mobil adalah membiarkan volume bahan bakar dalam tangki di bawah level seperempat, bahkan nyaris kosong hingga menyentuh huruf E alias empty. Padahal hal itu menimbulkan risiko kerusakan pada beberapa komponen, dan biaya perbaikannya memerlukan ongkos yang tidak murah.

Solusi terbaik yang bisa kamu lakukan adalah, jangan pernah membiarkan tangki besin kosong dalam waktu yang lama. Setelah indikator bensin sudah menunjukkan angka 50 persen, segera lakukan pengisian ulang bensin untuk menjaga tangki bensin tetap penuh.

Rifat Sungkar, Brand Ambassador Mitsubishi di Indonesia, mengatakan kebiasaan tersebut secara langsung dapat mempengaruhi keawetan komponen fuel pump (pompa bensin) atau tangki bensin. “Yang namanya fuel pump tugasnya adalah menyedot semua bahan bakar yang menuju ke mesin,” ujar Rifat, dalam konferensi virtual (9/9/2021).

Endapan kotoran yang terhisap pompa besin juga membuat filter bensin lebih cepat kotor dan konsumsi BBM menjadi boros. Dalam kondisi yang parah, pompa bensin akan menjadi panas kemudian kerusakan bisa menjalar ke komponen lain, misalnya injektor hingga ruang pengapian.

Menurut Rifat, beberapa fuel pump punya teknologi untuk meminimalisir bahaya menyedot kotoran. Namun kondisi pompa bensin mesti prima. “Masalahnya adalah hanya perlu waktu sekian detik untuk memuat fuel pump itu overheat. Jadi tidak direkomendasikan untuk kosong banget tangki bensinnya. Jika kosong, akan ada potensi fuel pump menyedot kotoran,” tuturnya.

Baca juga: Jaga Keselamatan Balita dengan Car Seat, Kenali Model dan Fungsinya

Fuel pump

Karat

Membiarkan bensin nyaris kosong juga membuat tangki bensin berpotensi karatan karena proses oksidasi dari ruang kosong di dalam tempat penampungan bahan bakar. Jika tangki bensin motor kamu sudah terlanjur berkarat, solusi terbaik yang bisa dilakukan adalah, dengan melakukan pengurasan secara total. Proses pengurasan ini biasanya memakan waktu cukup lama, sehingga sangat disarankan dilakukan oleh pihak bengkel profesional.

Nah, jika kondisi karat dalam tangki sudah sangat parah, mau tidak mau jalan terakhir adalah, dilakukan pembelahan tangki, kemudian karat tersebut dibersihkan dengan cara manual menggunakan sikat kawat. Setelah bersih, baru dilakukan upaya penyambungan kembali tangki bensin.

Faktor lainnya yang membuat pemilik mobil tidak boleh malas mengisi BBM adalah kondisi lalulintas yang tidak bisa diprediksi. Hal itu membuat perjalanan menuju tempat isi bensin (SPBU) memerlukan waktu lama.

"Bagaimana kalau ada keperluan mendadak, sementara bensin mau habis? Akan membuang waktu untuk mencari SPBU," kata Rifat. "Apalagi kondisi lalulintas tidak terprediksi, menuju SPBU yang dekat bisa memakan waktu dan khawatir bensin mobilnya habis duluan sebelum sampai di SPBU."

Oleh karena itu, Rifat menyarankan agar pengemudi memperhatikan soal bahan bakar yang digunakan. Sebaik mungkin tangki BBM tidak dibiarkan dalam kondisi tiris. Selain itu, pemilihan bahan bakar yang sesuai RON yang direkomendasikan oleh pabrikan, tentu akan membuat performa lebih baik dan komponen mesin lebih awet. (Raju)

Baca juga: Menyalakan dan Mematikan AC Jangan Sembarangan, Ini Aturannya

GIIAS 2021

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil