Galeri Foto Lengkap Kia Sonet, SUV yang Bakal Meluncur di Indonesia

Gambar
Review Pengguna

Spesies apa Kia Sonet ini? Pengganti Sportage, versi lebih kecil dari Seltos, atau pendekatan lain yang sedang dicoba oleh pabrikan asal Korea Selatan. Kami mencoba mendalaminya dengan menemui Kia Sonet sebelum peluncurannya di India. Gambar-gambar eksklusif dari rekanan kami di sana, bisa memuaskan penasaran Anda akan kendaraan yang saat ini tengah diuji jalan di Indonesia. Kabar terakhir, Kia memang punya niatan untuk menjualnya. Sebelum akhirnya diniagakan, mari kita ulas sedikit apa yang ditawarkan di India.

Coba tengok beberapa mobil ini, Mazda CX-3, Honda HR-V, Toyota C-HR. Kalau Anda gemar mobil-mobil jenis ini, maka Kia Sonet versi produksi, kini sudah di depan kami. Hanya 6 bulan sejak versi konsepnya rilis.

Kia Sonet

Tapi apakah Kia Sonet bisa menyaingi semua model-model yang sudah kami sebut di awal? Ternyata, Iya!

Eksterior Gagah

Eksterior Kia Sonet

Seperti kemiripan yang bisa Anda lihat antara Hyundai Creta dan Kia Seltos, begitupun dengan Sonet. Ia juga dibangun bersamaan dengan Hyundai Venue. Walaupun demikian, butuh kecermatan untuk mencari persamaannya. Soalnya, Sonet dirancang dengan desain yang spesifik, bahkan tak mirip dengan Seltos, namun BMW X5!

Ada karakter tersendiri pada tampilan Sonet. Jika Venue punya bodi mengotak dan garis bodi yang tegas, Sonet lebih seksi dan nampak padat berisi. Hal ini nampak jelas dari fender yang terlengkapi side moulding. Lebih kekar lagi saat melihat bentuk kap-nya. Seolah kap besar ini ingin menyiratkan bahwa sang mobil baru punya mesin bertenaga yang siap menopang gaya agresifnya.

Hidung macan khas grill Kia tetap tampil dengan ciri khasnya. Yang membuatnya mirip dengan Seltos, ada pada varian GT Line ini, di mana grill dilapis warna hitam mengilap, berhias titik-titik merah, lengkap dengan emblem GT berkelir senada. Semua aksen itu dibungkus frame mewah berlabur krum. Bedanya dengan kembarannya, Venue, lampu Sonet punya penempatan yang tradisional, mengapit grill di kedua sisi dengan garis DRL yang sudah terintegrasi. Bukan cuma pakai lampu hemat daya LED pada pencahayaan utama, DRL juga berfungsi sebagai sein.

Bagian bawah wajahnya sedikit berlebihan dengan aneka kombinasi aksenstuasi. Ada lampu halogen sebagai pemendar kabut yang terbungkus frame hitam. Ada pula lower grill berbentuk honeycomb trapezoidal dengan aksen silver dan skidplate imitasi. Bahkan ada bolongan berbentuk garis antara grill atas dan bawah, seperti mobil-mobil performa tinggi Lexus LFA dan Audi RS7, entah apa fungsinya, namun sentuhan yang lucu untuk dinilai.

Tampilan Samping Kia Sonet

Dari samping sosoknya lebih unik lagi. Ia nampak seperti sebuah SUV. Roda 16 inci dengan ban 215/60 persis milik Venue. Kami juga suka desain pilar C yang unik. Tebal, klasik dengan alur yang mirip model-model SUV Merceces-Benz era 2000an. Penghias dari sisi adalah kelir merah pada kaliper rem, juga garis di bagian bawah pintu. Lagi-lagi, ini adalah penanda varian GT Line.

Bagian buritan mengingatkan kita pada Mitsubishi Eclipse Cross, lampu kombinas di kedua sisi disambungkan oleh garis merah membentang pada pintu bagasi. Nah, bagian bumper lagi-lagi bagi kami sedikit terlalu ramai. Ada lapisan hitam matte yang tegas, dihias glossy juga silver dan knalpot trapezoidal ganda palsu untuk menegaskan keramaian itu. Salah? Tentu tidak. Kia hanya berusaha menyajikan semua yang mereka punya untuk membuat mobil ini tampil menonjol.

Salut untuk desain ini. Kia Sonet tampak konsisten dengan konsepnya. Walaupun punya desain menarik, ia tidaklah sekontroversial itu. Sebuah keseimbangan berhasil mereka terapkan di sini.

Kabin SUV

Kabin Kia Sonet

Di dalam rasanya beda lagi. Kokpitnya tidak setinggi Venue, namun dengan kap yang tinggi dan kekar tadi, kesan SUV-nya kian kuat di balik kemudi. Panel dashboard sedikit mirip Seltos, namun kombinasi semuanya membuat Sonet punya karakternya sendiri. Walau kami masih ragu, apakah pengemudi bertubuh kecil bisa percaya diri di balik kokpit ini.

Tampilan dasbornya sedikit old school boleh kami bilang. Posisinya tegak, dan menjorok jauh di kaca depan. Semua klusrer AC dibentuk vertikal dengan tuas pengatur yang klasik. Begitupun tombol pengatur AC, tebal dan mengesankan durabilitas. Di bagian bawah kontrol AC ada tombol-tombol ala tape jadul untuk mengatur ragam fungsi pengendaraan.

Terkait peranti hiburan, Sonet seolah mengadaptasi versi kecil dari apa yang ada pada Seltos. Layar 10,25 inci dengan layout yang persis sama dengan sang kakak, bahkan kemudi dengan aneka tombolnya yang juga seolah dicopot dari sana dan dipindah ke sini. Pembedanya, semua jok punya ventilator AC. Fitur yang jarang kita temukan untuk menjaga kursi kulit tetap sejuk. Mode berkendara pun beragam, Eco, Normal, Sport, dan kontrol traksi beragam, Salju, lumpur, pasir.

Agar hiburan tersaji mantap, ada 7-speaker lansiran BOSE, wireless charging untuk smartphone, air purifier terintegrasi AC yang bisa dikontrol lewat kontrol di armrest dengan visualisasi layar untuk dikontrol penumpang belakang. Gimik lainnya adalah lampu LED kabin yang berpendar sesuai mood lagu. Fitur standar seperti lampu auto dim, sunroof, panel instrumen kombinasi  semi digital, tire pressure monitor, 6-airbag dan sensor parkir. Meski banyak kemiripan fitur dengan Seltos, kamera 360 dan heads up display absen di model ini.

Kabin Kia Sonet

Pindah ke jok belakang, terlihat jelas bahwa kabinnya muat nyaman untuk 4-penumpang dewasa saja. Head rest penumpang cuma dua pada bagian kursi y ang dirancang dengan ceruk untuk punggung. Jok tengah yang datar dan menonjol berfungsi ganda sebagai armrest. Ada ventilasi AC belakang dengan slot USB charger dengan laci penyimpanan hp di situ. Semua kekurangan dan kelebihan ala Venue, ada di sini. Termasuk ruang yang nampaknya bisa lebih dimaksimalkan. Untuk orang dengan ketinggian maksimal 180 cm, masih ada ruang yang layak di kabin belakang ini.

Opsi Mesin Beragam

Mesinnya yang jadi pembeda utama dari model Kia lain. Ada tiga pilihan mesin, 1,2 liter bensin bertransmisi manual, 1,0 liter bensin dengan 6-speed manual, AMT, juga 7-speed DCT, dan opsi mesin diesel 1,5 liter.

Mesin Kia Sonet

Girboks manual yang terotomatisasi memang sudah jamak digunakan belakangan. Namun dalam versi mesin diesel, nah ini yang baru. Mengendarai mesin diesel yang terkenal akan torsi buas dengan girboks seperti ini, akan jadi tawaran menarik.

Yang keren, foto-foto Sonet mewah ini adalah versi Diesel dengan girboks AMT itu. Nampaknya, varian bensin turbo bertransmisi DCT juga akan punya kemewahan yang sama ala GT Line. Sebuah pendekatan yang unik untuk model di kelasnya. Banyak pilihan dengan aneka kelebihan dari dirinya.

Prediksi Harga

Di India, Seltos dan Creta punya harga yang bersinggungan. Tak heran jika akhirnya Sonet dan Venue juga punya banderol selevel. Oke, Sonet memang tampil sedikit lebih berhias dengan beragam perlengkapannya. Apalagi ada versi diesel yang punya banderol selalu lebih mahal. Kami prediksi, harga Sonet sekitar 7-120 ribu rupee atau Rp 130-230 jutaan (level harga India).

Reviewer: Tushar Kamath (Zigwheels India)

Alih Bahasa: Ivan Hermawan

Baca Juga: First Drive Honda City 2020, Penyegaran Premium?

Jelajahi KIA Sonet

KIA Sonet Rp 193 - Rp 289 Juta Cicilan : Rp 4,4 Juta

Bandingkan & Rekomendasi

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store