jakarta-selatan

First Drive All New BMW X4 xDrive20d: Berkepribadian Ganda

  • 02 Feb, 2019
  • 935 Kali Dilihat

Thailand - Atas undangan BMW Group Indonesia Desember lalu, kami berpeluang mencoba All New BMW X4 2019. Sedianya, mobil anyar ini diluncurkan 7 Februari. Maka tanpa pikir panjang, undangan dikonfirmasi, dan 27 Januari lalu kami berangkat ke Bangkok.



BMW Group Thailand yang jadi tuan rumah, menyediakan dua unit tes X4 2019 seri G02. Saat tiba di markas mereka, ada sedikit rasa kecewa karena yang disediakan varian xDrive20d bermesin empat silinder turbodiesel berkapasitas 2.0 liter. Trim M Sport pula. Ini tidak masuk ke Indonesia. Ya sudahlah, paling tidak rasa berkendaranya bisa dicoba, begitu pikir kami, karena perbedaan hanya di mesin. Konstruksi, fitur standar sama. Sebagai informasi, kemungkinan besar yang dipasarkan varian xDrive20i berbahan bakar bensin, dengan trim M Sport X. Lebih tinggi dari yang kami coba.


Jujur, kami bukanlah penggemar SUV beraliran coupe. Siapapun pembuatnya. Tapi pendapat pribadi harus dikesampingkan, dan mulai menelusuri apa kelebihan dan kekurangan mobil ini.


Dari depan, mukanya khas BMW X-Series dengan lekukan kap mesin yang tegas dan kidney grille yang dikelilingi lapisan krom. Perbedaan dengan yang lama mudah ditemukan melalui bentuk lampu yang lebih tipis dan bumper baru dengan tiga air dam (saluran udara). Selain lebih gagah, juga aerodinamis.


Tapi buritannya harus diakui, enak dipandang. Perubahan desain lampu dan bagasi, membuat X4 lama nampak tua kalau disandingkan. Implementasi model lampu dengan pahatan 3D yang sedang trend di dunia otomotif, membuat mobil ini terkesan modern. Desain bagasi yang unik tadi, ternyata memberikan pintu besar untuk bongkar muat barang, plus digerakkan secara elektrik.



Dari samping, mobil ini tebal berkat garis pinggangnya yang tinggi. Atapnya melengkung layaknya mobil coupe, kemudian disambung sedikit tambahan ekor. Dari samping inilah yang membuat kami berpikir dua kali untuk memuji bentuknya. Di fender depan, insang yang entah memang berfungsi sebagai peranti aerodinamik atau hanya sekadar pemanis.


Bumpy Road


Begitu buka pintu, Anda yang pernah naik BMW pasti langsung familiar. Bentuk dashboard, rasa doortrim saat disentuh, setir ketika digenggam adalah sangat BMW. Konsol tengah jadi hal yang dominan di dashboard; AC, pengaturan audio bertumpuk dengan ventilasi dan layar multimedia. Posisinya, seperti biasa, dimiringkan ke arah pengemudi untuk memberikan nilai ergonomis.


Kami tidak bisa komplain di bagian ini. Dan agak terkejut sebetulnya. Selain kualitas interior premium, ruang kabin juga harus diacungi jempol. Kaki dan bahu tidak terasa kesempitan, baik di depan ataupun belakang. Khusus belakang, kami pernah mencoba X4 lama, dan agak kecewa dengan head room yang terlalu akrab akibat desain atapnya yang melandai tepat di atas kepala penumpang belakang. Tapi di generasi kedua ini, BMW memperbaikinya dengan ruang yang lebih baik. Efeknya, kenyamanan bertambah.


Mesin dihidupkan, terdengar gemeretak khas diesel. Tapi begitu kabin ditutup, segalanya berkurang drastis. Pintunya terasa berat, tapi kami tidak heran karena memang begitulah BMW.



Oke, hampir waktunya jalan. Sistem navigasi diset di layar sentuh berukuran 10,2 inci, untuk menunjukkan jalan ke pabrik BMW di Rayong yang kami kunjungi. Kenop iDrive digunakan untuk melayari apa saja isi alat penghibur dan informasi ini. Menurut BMW, ada sistem operasi baru untuk mendukung perintah melalui gerakan (gesture control) dan suara yang lebih presisi.


“Ayo kita jalan,” begitu instruksi dari Ismail Ashlan, Corporate Communication BMW Group Indonesia yang mendampingi kami. Penunjuk arah dan hiburan pun mulai bersuara melalui speaker buatan Harman Kardon. Deruman saat melaju juga terasa merdu, pergerakan mobil seberat 1,7 ton ini terasa ringan.


Saat disentak dorongan torsi 400 Nm menyenangkan, khas mesin turbodiesel. Meski begitu, pengantaran tenaga yang dilakukan oleh transmisi 8-speed buatan ZF terasa halus, tidak ada yang menyentak walaupun kick down berulang kali dilakukan demi menyesuaikan dengan lalu lintas kota Bangkok di pagi hari. Sistem start-stop otomatis berfungsi dengan baik, meski sepertinya bekerja keras karena padatnya jalanan.


Navigasi akhirnya menunjukkan jalan tol. Selain kami bisa bernapas lega, sang X4 pun sepertinya butuh melemaskan kaki. Mode berkendara kami ganti ke Sport dan pedal gas diinjak habis. Mobil yang halus tadi seperti berkepribadian ganda. Kali ini terasa sangat agresif dengan sentakan-sentakan yang bisa memuaskan adrenalin. Kecepatan 175 km/jam dengan mudah tercapai. Kalau tidak melihat rambu bergambar kamera di depan, mungkin bisa lebih ngebut lagi.



Satu hal yang kami sadari, jalan tol di Bangkok ternyata kualitasnya tidak lebih baik dari tol Cipali yang bumpy. Di mode Sport, kaki X4 terasa kokoh dan seperti kesulitan untuk menerjemahkan permukaan jalan. Geser lagi ke mode normal, maka aspal dan beton jalan yang tidak rata bisa dilewati dengan nyaman.


Keluar dari tol, navigasi bilang tujuan kami sekitar tujuh kilometer lagi dengan jalan berliku. Geser lagi ke mode berkendara Sport dan terbukti, biarpun keras tapi suspensi X4 bisa dengan baik mengakomodir pengendalian yang diminta oleh pengemudi. Gerak empat roda xDrive punya andil agar mobil bisa mengarahkan moncongnya dengan tepat. Pergerakan kemudi dengan Electronic Power Steering terasa presisi dalam hal bobot ketika diputar. Kemudinya terasa ringan saat bergerak di basement gedung parkir, dan terasa berisi ketika melahap tikungan pada 60 km/jam.


Simpulan


Setelah dua hari berkendara dengan All New X4, meski spesifikasi mesin berbeda, tapi bisa dirasakan kalau mobil ini memang punya potensi besar. BMW Indonesia yang ingin memasarkan trim M Sport X, varian paling tinggi di keluarga X4 menjanjikan kelengkapan fitur yang mumpuni.


Soal kenyamanan, kami yakin tidak ada bedanya. Karena pada dasarnya X4 sudah dirancang menjadi kendaraan untuk mengakomodir kaum urban di mana pun. Bantingan suspensi ala BMW yang agak sporty, bisa dirasakan di semua varian. Bagian ini mungkin tidak semua orang suka.


Sistem kemudi, kekedapan kabin, kemudahan bongkar muat di bagasi harus diakui jempolan. Bentuk atapnya yang melengkung itu ternyata bisa memberikan fleksibilitas yang cukup baik, termasuk ruang kepala yang lega. Meski kami sekali lagi, bukan penggemar atap coupe di SUV.


Jangan lupa, mobil ini meluncur di Indonesia tanggal 7 Februari 2019. Kalau minat, bisa bertanya ke diler BMW terdekat atau mengisi data diri di halaman model X4 2019 kami. (Ddn/Odi)


Baca Juga: Menjajal BMW M5 di Thailand

kali dibagikan

Promo Populer di Jakarta Selatan

Video BMW X4

Lihat video terbaru BMW X4 untuk mengetahui interior, eksterior, performa, dan lainnya.

Mobil BMW Pilihan

  • Populer
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi