Renault Kwid Climber Punya Selektor Transmisi Tidak Lazim, Seberapa Aman?

Renault Kwid Climber Punya Selektor Transmisi Tidak Lazim, Seberapa Aman?
Gambar
Review Pengguna

Ada satu hal unik yang dimiliki Renault Kwid Climber. Ia dibekali transmisi Automated Manual Transmission (AMT) dengan cara pengoperasian berbeda. Tanpa batang selektor seperti mobil otomatis pada umumnya, pemilihan gigi dilakukan lewat kenop putar. Eksentrik memang.

Cara mengatur transmisi otomatis ini jelas beda dengan mobil pada umumnya. Berbentuk bak kontrol AC namun terletak di konsol tengah. Posisi tengah adalah netral, lalu putar ke kanan untuk memilih D agar dapat melaju. Jika ingin mundur, putar ke kiri dari netral. Tak lazim bukan? Hal ini pun menimbulkan kekhawatiran.

Contohnya begini, ketika mengemudi didampingi anak-anak, mereka bisa saja ‘ngoprek’ kenop dan tombol di sekitar. Bukan tidak mungkin selektor ini dijadikan sasaran. Bentuknya tidak mencirikan tuas girboks. Mengkhawatirkan karena ketika mobil melaju dan transmisi tiba-tiba dipaksa mundur akan berakibat fatal. Minimal merusak girboks kalau tidak celaka.

Baca Juga: Renault Triber AMT Resmi Dirilis di India, Selisih Rp 7,8 jutaan dari Versi Manual

Namun kondisi ini tentu sudah menjadi pertimbangan desain Climber sejak awal. Seperti dijelaskan Sabung, After Sales Director Maxindo Renault Indonesia, bahwa kenop transmisi ini telah dilengkapi beberapa safety features. “Pada saat lagi jalan di kecepatan tertentu itu ketika diputar (kenop transmisi), secara sistem tidak akan mengirimkan pesan ke transmisi sehingga tidak ada gangguan apa-apa,” jelasnya.

kwid transmission

Terdapat fitur safety lain pada tuas selektor guna memastikan keselamatan saat pengoperasian. Dijelaskan ketika mesin menyala dan kondisi pintu dalam keadaan terbuka, tuas transmisi tidak akan beroperasi. Dalam arti girboks akan tetap dalam posisi netral meski diposisikan ke D misalnya. Baru kemudian ketika tertutup rapat, mobil dapat melaju. Cukup bermanfaat bagi mereka yang masih awam dengan kontrol seperti ini, apalagi Kwid Climber bermain di tingkatan entry level roda empat.

Girboks AMT Climber juga dilengkapi kemampuan menjaga keawetan komponen. Kalau di mobil manual biasa, pelat kopling akan terus bekerja ketika berhenti dan tuas tidak dinetralkan. Keadaan ini jelas akan memakan pelat kopling dan membuatnya cepat aus.

Namun cara kerja transmisi manual yang diotomatiskan ini tidak demikian. “Ternyata begitu di lampu merah dan menginjak rem, secara otomatis koplingnya disengage, sehingga kopling tidak termakan,” cerita Sabung.

Begitulah fitur keselamatan pada AMT milik Renault Kwid Climber. Disematkan fitur ‘foolproof’ agar pengguna dapat beradaptasi tanpa masalah. AMT ini sendiri bertugas sebagai penyalur daya mesin imut urban SUV Renault. Hanya tiga silinder berkapasitas 1.000 cc, menghasilkan output 68 PS pada putaran 5.500 rpm diikuti torsi puncak 91 Nm di 4.250 rpm. (Krm/Odi)

Baca Juga: Ini Detail Ubahan Renault Kwid Climber Facelift

Jelajahi Renault KWID

Renault KWID Rp 149,9 - Rp 158,9 Juta Cicilan : Rp 3,42 Juta

Bandingkan & Rekomendasi

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store