Deretan Mobil Listrik yang Layak Dinanti Masuk Indonesia

Deretan Mobil Listrik yang Layak Dinanti Masuk Indonesia

Tren mobil elektrifikasi terus tumbuh. Tak kecuali di Indonesia. Dalam dua tahun belakangan, mulai bermunculan mobil elektrifikasi, khususnya berjantung elektrik murni. Sebut saja Hyundai Ioniq EV, Ioniq 5, Wuling Air EV, MINI Electric, Nissan Leaf dan lainnya.

KEY TAKEAWAYS

  • Seleksi mobil listrik di luar yang mungkin masuk Indonesia

    Ada Honda e, Kia EV5, Kia Niro, Renault Megane e Tech dan DFSK Mini EV
  • Tak menutup kemungkinan portfolio itu bakal bertambah. Lantaran masih banyak produk elektrifikasi yang beredar di luar Indonesia, dan punya kemungkinan untuk hadir di sini. Ada apa saja? Berikut pilihannya.

    Honda e:NS1 & e:NP1

    Honda-eNS1-EV

    April lalu, Honda melalui perusahaan joint venture di Cina resmi memasarkan mobil listriknya, e:NS1 dan e:NP1. Pada dasarnya ini seperti HR-V generasi ketiga yang diubah menjadi elektrik. Terlihat dari wujudnya mirip SUV Honda yang baru saja diregenerasi. Walau begitu, Honda membangunnya dalam basis khusus elektrifikasi, e:N Architecture F yang memungkinan ditempatkan baterai berkapasitas besar dan motor listrik bertenaga mumpuni.

    Baca juga: Honda Global Rencanakan Produksi 30 Mobil Listrik Pada 2030

    Merunut data, e:NS1 dan eNP1 dibekali dua opsi jantung pacu yang berbeda output dan jarak tempuh. Versi short range-nya mampu menjelajah 420 km berkat catu daya 53,6 kWh, yang memberikan tenaga ke motor listrik ber-output 179 hp dan torsi 310 Nm. Sementara versi long range yang dibenamkan lithium-ion 68,8 kWh bisa bertualang sejauh 510 km dengan semburan daya 204 PS.

    Honda eNP1

    Soal fitur, perangkat serba modern tersemat. Di interior misalnya terdapat layar display 15,2 inci yang diposisikan vertikal seperti di mobil Tesla. Ini menjadi kontrol sentral fungsi kendaraan sekaligus media hiburan. Kemudian panel instrumen yang menggunakan LCD tak kalah masif, 10,25 inci. Segala informasi lengkap tersaji termasuk akses ke navigasi.

    Perangkat digital itu turut menggunakan sistem operasi Honda terbaru e:N OS yang di dalamnya terdapat sistem interkoneksi pemandu pintar Honda Connect 3.0 dan sistem asistensi berkendara lanjutan Honda Sensing 360. Sisanya fitur kenyamanan dan safety standar yang banyak ditemukan pada mobil pembakaran konvensional.

    Renault Megane E-Tech Electric

    Megane e Tech

    Mungkin bakal banyak yang skeptis soal kehadiran unit ini. Namun, melihat kiprah Renault Indonesia sekarang yang sering membawa kejutan tak terduga, bisa jadi Megan E-Tech Electric diboyong pula. Sebelumnya Twizy dan Zoe EV dikenalkan di Tanah Air oleh mereka. Walau memang masih belum ada kabar terkait penjualannya. Selain itu, salah satu pemegang saham Renault di Indonesia, yakni Prestige Motorcars dikenal juga sering mendatangkan mobil listrik Tesla. Mobil yang tak disangka-sangka bakal melantai di Indonesia. Jadi bukan berarti tak mungkin Meganie elektrik ini mengadu keberuntungan di sini.

    Bicara spesifikasi, Megane E-Tech Electric dilengkapi motor listrik bertenaga 214 hp dan memiliki momen gaya 300 Nm. Disandingkan dengan baterai 60 kWh, model elektrifikasi teranyar Renault mampu bergerak sejauh 400 km.

    Terkait kelengkapan fitur, sudah pasti ada layar display besar yang serbadigital. Ukurannya 9 inci yang memanfaatkan sistem operasi Android Automotive milik Google. Dapat menyajikan layanan peta dan asistensi sepanjang perjalanan. Ini dikombinasikan panel instrumen 12,3 inci dalam satu bingkai. Ia didukung prosesor Qualcomm Snapdragon generasi terbaru.

    ADAS atau Advanced Driver Assistance Systems tersedia. Mulai dari Forward Collison Avoidance yang dapat mendeteksi pejalan kaki dan pesepeda, hingga pembaca rambu lalu lintas. Menariknya, Megane elektrik memanfaatkan material daur ulang untuk membentuk interior.

    Kia EV6

    Kia EV6

    Wujudnya yang cantik mungkin bisa menjadi daya tarik bagi konsumen di Indonesia. Apalagi ia merupakan crossover yang memungkinkan untuk beradaptasi baik dengan jalan Tanah Air. Namun, apakah hal itu bakal meyakinkan pemegang merek Kia di Indonesia untuk memboyongnya? Bukan tidak mungkin. Brand asal Korea Selatan ini tengah serius membesarkan bisnisnya di sini. Portofolionya semakin lengkap dan bisa dibilang banyak inovasinya. Apalagi sang saudaranya Hyundai juga sedang gencar-gencarnya menggarap segmen elektrifikasi. Bisa jadi ia ikutan latah untuk membesarkan produk dari negara K-Pop.

    Hadir dalam 5 varian, yakni Light penggerak roda belakang (RWD), Wind penggerak belakang (RWD) dan seluruh roda (e-AWD), GT-Line penggerak belakang (RWD) dan seluruh roda (e-AWD). Motor listrik masing-masing tipe punya output berbeda. Light mengeluarkan 167 hp dan torsi 350 Nm. Sementara Wind di angka 225 hp dan momen puntir sama seperti Light. GT-Line lebih masif yaitu 320 hp dan pendorong akselerasi 605 Nm.

    Input daya listrik terbagi menjadi dua, 58 kWh untuk Light dan 77,4 kWh dipasangkan di Wind dan GT-Line. Tapi jarak tempuhnya berbeda-beda, mungkin karena pengaruh bobot dan keluaran performa. Mulai dari 232 kilometer hingga tertinggi 498 kilometer.

    Sudah pasti fitur keselamatan lanjutan dan standar terpasang. Yang bikin keren adalah interiornya. Dual Panoramic Screens terdiri layar head unit dan panel instrumen dalam satu frame, masing-masing berdimensi 12,3 inci bergaya floating tersemat. Sangat futuristis. Ia turut dibenamkan teknologi parkir otomatis secara remote. Bahkan diklaim bisa memposisikan diri dengan baik saat melakukan parkir paralel.

    Kia Niro EV

    2019 Kia Niro Hybrid and PHEV

    Jika Hyundai punya Kona Electric dan Ioniq EV, Kia juga punya mobil listrik di segmen itu. Adalah Niro EV. Mobil kompak ini disuguhkan dalam dua Varian EX dan EX Premium. Bedanya cuma di fitur dan gimmick tampilan. Secara data, ia memakai motor listrik yang membuncahkan 201 hp dan torsi 395 Nm.

    Suplai daya dari lithium-ion 64 kWh di dasar sasis, cukup untuk mengajak mobil berkelana 389 kilometer. Dibandingkan EV6, tentu saja kelengkapan Niro berada di bawahnya. Ditambah perangkat tersebut sudah bukan hal awam di telinga masyarakat Indonesia. Seperti layar digital masif dan konektivitas antara pengguna dengan mobil. Namun, ia bisa menjadi langkah awal yang baik bagi Kia untuk mengenalkan lini mobil listriknya di Indonesia.

    DFSK Mini EV

    fengguang mini ev

    Kalau Wuling belum lama ini mengenalkan Air EV, DFSK juga punya lini yang bermain di segmen mini. Ialah Mini EV berukuran kompak, dimensinya 2.995 mm x 1.495 mm x 1.640 mm (PxLxT). Secara spesifikasi juga tak jauh berbeda. Motor listriknya menghasilkan daya dorong 34 hp dan momen puntir 100 Nm. Baterai 9,18 kWh mengizinkan perjalanan sejauh 120 km. Berarti ia hanya cocok untuk dijadikan kendaraan dalam kota. Perlu adanya rencana lebih dalam untuk membawanya bertualang jauh ke luar kota.

    Kelengkapan fitur terbilang cukup. Sudah kekinian, meski tak banyak yang mencolok. Kabarnya DFSK bakal memboyongnya lewat pameran mobil listrik ajang Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2022. Namun, baru sebatas pengenalan alias belum dijual. Terkait harga, mungkin bakal cukup kaget mendengar angka di negara asalnya. Hanya Rp70 jutaan. Tapi rasanya bila masuk Indonesia tidak bakal segitu. Mengingat Wuling Air EV saja dibanderol mulai Rp250 jutaan hingga Rp300 jutaan. (HFD/TOM)

    Baca juga: Toyota Kijang Innova EV Bakal Jadi Kenyataan? Ini Prediksi Kami

    Jual mobil anda dengan harga terbaik

    Pembeli asli yang terverifikasi Pembeli asli yang terverifikasi
    Listing gratis Listing gratis
    Daftarkan mobil Anda

    GIIAS 2022

    Anda mungkin juga tertarik

    • Yang Akan Datang

    Video Mobil Terbaru di Oto

    Oto
    Tonton Video Mobil

    Artikel Mobil dari Carvaganza

    Artikel Mobil dari Zigwheels

    • Motovaganza
    • Tips
    • Review
    • Artikel Feature