Prototipe Land Rover Defender Bertenaga Hidrogen Disiapkan Dalam Langkah Pengurangan Emisi Secara Menyeluruh

Prototipe Land Rover Defender Bertenaga Hidrogen Disiapkan Dalam Langkah Pengurangan Emisi Secara Menyeluruh

Jaguar Land Rover (JLR) jadi satu dari sekian banyak pabrikan yang berusaha mengurangi emisi karbon. Sebuah langkah nyata, eksis hasil pengembangan teknologi pemacu berbasis baterai seperti kebanyakan pemain lain. Namun belakangan diketahui bahwa senjatanya tidak terbatas di situ saja. Diumumkan bahwa kontestan Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) bertenaga hidrogen tengah mereka siapkan.

Melalui Land Rover, JLR berusaha memanfaatkan hidrogen sebagai alternatif sumber daya elektris. Sebuah prototipe Defender disiapkan untuk menjalani proses riset dan pengujian mulai tahun ini. Merupakan bagian dari proyek rekayasa canggih “Project Zeus” dengan melibatkan Advanced Propulsion Center – sebuah organisasi nirlaba yang memfasilitasi pendanaan untuk proyek pengembangan teknologi powertrain rendah emisi.

Langkah ini terlaksana agar para teknisi memahami bagaimana teknologi Fuel Cell dapat dioptimalkan sesuai ekspektasi performa dan kapabilitas. Diuji untuk mengetahui jarak tempuh hingga pengisian ulang. Juga, sebagaimana sebuah Land Rover Defender yang terkenal piawai di segala medan, dilihat seberapa hebat ia dapat menarik beban sampai kemampuan off-road.

hydrogen fuel cell

Untuk saat ini belum disebutkan spesifikasi secara mendetail terkait kemampuan dari komponen pencipta geraknya. Namun, sedikit sudah dijelaskan bagaimana sistem FCEV bekerja. Ia mengandalkan dua tangki bertekanan tinggi sebagai ruang penyimpanan hidrogen dan baterai untuk menyimpan daya dari regenerative braking. Dari tangki, hidrogen disalurkan ke Fuel Cell untuk kemudian bercampur dengan udara sehingga dapat tercipta tegangan listrik.

Baca juga: Nissan Umumkan Rencana Peluncuran Fairlady Z Terbaru di New York Auto Show 2021

Bukan sebuah terobosan baru lantaran Toyota sudah lebih dulu mempresentasikan teknologi serupa lewat Mirai. Namun memang FCEV ini cukup menggiurkan sebab diklaim punya banyak keunggulan. Di antaranya pengisian ulang cepat dan tidak banyak kehilangan jarak tempuh di iklim dingin. Tak salah kalau tampak seperti alternatif menarik dari BEV (Battery Electric Vehicle). Selain itu, elemen residual dari penciptaan energi pun sama sekali tidak merugikan lingkungan sebab hanya mengeluarkan air.

Faktor penghambat besar terletak di sisi infrastruktur. Jelas belum sebanyak stasiun pengisian listrik apalagi bahan bakar. Namun, populasi FCEV dan stasiun pengisian hidrogen dikabarkan tengah berkembang. Berdasarkan pemantauan International Energy Agency (IEA), jumlah FCEV bertambah nyaris dua kali lipat dan stasiun pengisian hidrogen sudah meningkat lebih dari 20% sejak 2018. Lebih dari itu, Hydrogen Council memprediksi peningkatan jumlah FCEV hingga ke titik 10 juta unit dengan sokongan 10 ribu stasiun pengisian di seluruh dunia pada 2030.

Defender FCEV

Jelas JLR tidak melakukan pergeseran elektrifikasi seperti ini tanpa arah pasti. Dalam strategi bertajuk “Reimagine”, mereka targetkan pencapaian misi net zero carbon emission – dari sisi rantai suplai, produk, hingga kegiatan operasional – terlaksana 2039. Tapi sebelum sampai sejauh itu, setidaknya di akhir dekade ini seluruh nameplate Jaguar dan Land Rover akan hadir dalam pilihan pemacu elektris murni.

Khusus Land Rover Defender, model full EV disebut akan tersedia di 2024. Akankah ia nanti mengadopsi teknologi Fuel Cell yang sekarang sedang diteliti? Kita tunggu saja perkembangannya. (Krm/Tom)

Baca juga: Lexus NX Tegaskan Keseriusan Fokus Pergeseran Elektrifikasi, Hadir Sebagai PHEV Pertama Pabrikan

Coronavirus

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil