Nissan Mengaku Curang Pada Skandal Uji Emisi dan BBM

Nissan Mengaku Curang Pada Skandal Uji Emisi dan BBM

Nissan mengakui ada kesalahan internal dalam proses pengujian emisi gas buang. Mereka menemukan ada pemalsuan data uji emisi dari sebagian besar pabrik mereka di Jepang. Dilansir dari laman situs BBC UK, Nissan sudah memberi laporan pihak terkait seperti Kementerian tanah, infrastruktur, transportasi dan pariwisata. Namun tidak dibeberkan model apa saja yang terlibat skandal uji emisi Nissan.

Meski tidak diinformasikan model dan jumlah mobilnya, Nissan menyatakan ada penyimpangan hasil tes emisi dan klaim konsumsi bahan bakar. Mereka mengatakan, uji emisi dan efisiensi bahan bakar telah menyimpang dari lingkungan pengujian yang sudah ditetapkan. Pelanggaran itu terungkap melalui inisiatif proaktif untuk mencegah terulangnya isu-isu seperti yang terjadi (kecurangan hasil pengujian). Anehnya, Nissan tidak menjelaskan alasan inisiatif seperti itu baru diluncurkan ketika sudah terjadi hal yang tidak diinginkan.

Ketidaksesuaian data hasil pengujian, ditemukan Nissan pada inspeksi akhir September 2017 lalu. Sejak itu, selain memberikan laporannya, Nissan sudah melakukan inspeksi berdasarkan data pengukuran yang berubah. Penyelidikan menyeluruh dan lebih komprehensif, menjadi janji manufaktur sebagai langkah ke depan, sekaligus memastikan tidak ada masalah sejenis yang muncul di masa mendatang. Firma hukum pun ditugaskan untuk menyelidiki masalah terkait.

Akibat masalah itu, saham Nissan dan Renault merosot jauh, lebih dari 4,5 persen setelah ada laporan masuk ke pihak investor, seperti yang diwartakan oleh situs BBC. Sedang tahun lalu, Nissan recall 1,2 juta mobil mereka di Jepang setelah pihak pemeriksa mengatakan kalau pengecekan safety tidak memenuhi persyaratan dan ketentuan domestik. Penyelidikan berikutnya mengungkap, inspeksi safety Nissan tidak memenuhi standar ada kaitannya dengan masalah terbaru yang muncul.

Meski begitu, manufaktur bilang, sudah melakukan pengecekan ulang dengan data yang lebih bisa dipercaya dan memberi konfirmasi semua model selain mobil sport Nissan GT-R sudah sesuai standar keamanan dan regulasi Jepang. Entah mengapa GT-R tidak termasuk di dalamnya.

Pengakuan kesalahan dan kecurangan dari Nissan, bisa dipicu juga oleh kasus serupa, skandal dieselgate Volkswagen. Pabrikan Jerman berlogo VW itu didenda € 1 miliar oleh jaksa penuntut karena sudah menjual lebih dari 10 juta unit mobil, sejak pertengahan 2007 - 2015, dengan perangkat lunak yang mencurangi hasil tes emisi bahan bakar terpasang di mobil. (Tom/Van)

Sumber : BBC 

Baca Juga: Akibat Donald Trump, Kerjasama Nissan dan Mercedes-Benz Terancam