Nissan dan Renault Mungkin Melebur Jadi Satu Perusahaan Raksasa

Nissan dan Renault Mungkin Melebur Jadi Satu Perusahaan Raksasa

Akuisisi dan aliansi sudah biasa terjadi di industri otomotif. Tapi perpaduan dua perusahaan ini patut diperhitungkan para aliansi yang ada, karena berpotensi menjadi penguasa baru. Renault SA dan Nissan Motor Co. sedang dalam proses pembicaraan untuk merger. Seperti dilaporkan Bloomberg, kedua pabrikan menjajaki melebur jadi satu perusahaan.

Jika benar terjadi, aliansi yang terbina akan berakhir dan keduanya berbaur menjadi satu perusahaan raksasa. Saat ini, Renault memiliki 43 persen saham Nissan, sebaliknya Nissan punya 15 persen saham Renault. Carlos Ghosn, chairman kedua perusahaan, mengatur semua negosiasi itu.

XM Concept

Merger ini membuka peluang terciptanya pabrikan otomotif terbesar di dunia. Bila memang ingin mengalahkan dominasi Volkswagen Group dan Toyota, kemungkinan besar bakal lebih mudah. Tahun lalu saja. Aliansi Renault-Nissan dan berbagai merek lain belum termasuk Mitsubishi, berhasil menjual mobil sebanyak 10,6 juta unit. Sudah menggusur posisi Toyota yang menjual 10,4 juta unit dan mendekati posisi puncak milik Volkswagen dengan 10,7 juta unit. Ghosn mencanangkan target penjualan 14 juta unit pada 2020.

Kesepakatan yang diharapkan bisa sulit terjadi, karena pemerintah Prancis punya 15 persen saham Renault. Hal ini terkait lokasi kontrol dan operasional bila benar menyatu, karena Renault berpusat di Prancis, sedangkan Nissan di Jepang. Tentunya perundingan juga perlu dilakukan antara kedua pemerintahan. Soal ini pastinya tak mudah karena menyangkut domisili perusahaan baru itu jika kelak terjadi. Satu kemungkinan bisa jadi terpusat di Inggris atau Belanda, dan mungkin juga kantor pusat terbagi dua di Prancis maupun di Jepang.

Peresmian pabrik mitsubishi

Carlos Ghosn menemani Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, saat meresmikan pabrik baru Mitsubishi

Negosiasi soal domisili perusahaan, masih terlampau jauh dan belum jelas. Karena belum ada keputusan final mengenai rencana merger. Prosesnya panjang hingga butuh waktu berbulan-bulan. Dan belum tentu menemui kesepakatan seperti diinginkan. Sumber dari aliansi Renault-Nissan menegaskan mereka tidak berkomentar tentang rumor dan spekulasi. Selain itu, juru bicara kementerian keuangan Prancis dan perwakilan Nissan dari Jepang juga masih bungkam.

Jika benar terwujud, merupakan langkah paling besar semenjak Carlos Ghosn terlibat di dalam aliansi. Pria 64 tahun ini sekarang menjabat sebagai chairman di Renault, Nissan, Mitsubishi dan pabrikan asal Rusia, AvtoVAZ. Ia juga memegang puncak wewenang sebagai CEO di Renault dan juga Mitsubishi. Sekarang Nissan pemegang saham terbesar Mitsubishi, begitu pula Renault yang mengakuisisi mayoritas saham AvtoVAZ. Renault dan Nissan memiliki merek lain yang masih berada dalam satu payung, yaitu Infiniti, Datsun, Alpine, Dacia dan Renault Samsung Motors. (Odi/RS)

Baca juga: Empat Pabrikan Bergabung Dengan Toyota-Mazda Kembangkan Mobil Listrik