jakarta-selatan
kali dibagikan

McLaren Senna: Penghormatan Sang Legenda F1

  • 11 Des, 2017
  • 2381 Kali Dilihat

McLaren punya produk hypercar baru dan langsung menjadi perbincangan. Bukan cuma performa, yang mencolok justru namanya, McLaren Senna. Ya, nama Senna diambil dari nama bersejarah dalam dunia balap Formula 1, Ayrton Senna da Silva. McLaren Senna sendiri termasuk hypercar yang siap melibas lintasan balap tapi tetap legal digunakan di jalan raya.



Selain nama, McLaren Senna tentu punya bekal performa luar biasa. Jantung mekanis V8, 4.0 liter yang disokong turbocharger ganda, menghasilkan daya hingga 800 PS dan torsi puncak 800 Nm. Tak berhenti sampai di situ, McLaren Senna punya bobot ringan, 1.198 kg. Angka itu merupakan yang paling ringan yang pernah ada dalam sejarah mobil jalanan McLaren sejak McLaren F1. Dengan itu, rasio bobot berbanding tenaganya mencapai 668 PS per ton. Tenaga besar itu dikirimkan dari mesin di tengah ke penggerak roda belakang.


Kontribusi bobot ringan salah satunya dari penggunaan rangka Monocage III yang terdiri dari bahan serat karbon dan dibungkus ulang dengan serat karbon lagi. Sasis itu pengembangan dari yang digunakan pada McLaren 720S dan rangka terkuat untuk mobil jalanan yang pernah dibuat McLaren. Panel-panel yang digunakan juga terbuat dari serat karbon untuk diet bobot.



Performa Senna ternyata punya filosofi yang mirip dengan P1. Kalau McLaren P1 didesain untuk jadi mobil terbaik yang dikemudikan di jalanan dan lintasan balap, Senna punya ambisi untuk jadi yang terbaik di lintasan balap sebagai mobil legal jalanan.


McLaren Senna tak seperti mobil lain: personalisasi dari DNA balap McLaren, legal di jalanan tapi didesain dan dikembangkan untuk jadi yang terbaik di sirkuit. Setiap elemen dari Ultimate Series McLaren terbaru punya fokus performa tanpa kompromi, ditempa untuk memastikan hubungan semurni mungkin antara pengemudi, mesin dan menyediakan pengalaman mengemudi di trek sedemikian rupa yang hanya bisa disajikan oleh McLaren,” ungkap CEO McLaren Automotive, Mike Flewitt dalam siaran rilisnya.



Tak sekadar menyandang nama pembalap, McLaren Senna juga punya filosofi yang sama dengan sang legenda Ayrton Senna. Kaitannya dalam hal pengalaman berkendara. Ayrton Senna terkenal dengan kekuatan konsentrasi dan fokusnya dalam mengemudi untuk jadi yang terbaik di lintasan. Nah, pengemudi McLaren Senna juga diharapkan bisa mencapai pengalaman itu dengan dukungan dari sistem kemudi, pedal-pedal dan jok. Setiap sensasi yang dihasilkan dari mengemudi kencang dikomunikasikan dengan presisi, menempatkan pengemudi dalam kendali penuh.


Desain seperti biasa yang dilakukan McLaren. Bodinya terdiri dari banyak bagian pendukung aerodinamika. Ini menggambarkan prinsip bentuk yang juga fungsional. Bertabur bahan serat karbon, desain dalam kabin punya layout minimalis dan didukung sistem infotainment, kamera parkir mundur dan pembungkus jok yang bisa dipesan sesuai keinginan.



McLaren membangun Senna dengan totalitas terbaik. Mengutip dari kata-kata yang pernah dilontarkan Ayrton Senna, “Anda berkomitmen pada diri sendiri sampai tahap di mana tak ada kompromi sama sekali. Anda berikan semua yang dimiliki, semuanya, benar-benar semuanya.” McLaren Senna benar-benar memberi semuanya yang dibutuhkan konsumen untuk lintasan balap maupun jalanan.


Produksinya dimulai pada kuartal tiga 2018 dan dibatasi hanya 500 unit. Seperti biasa, 500 unit itu sudah punya label nama pemilik. Banderol harga McLaren Senna sendiri 750.000 Poundsterling atau sekitar Rp 13 Miliar. Keuntungan dari penjualan bakal disumbangkan pada yayasan amal Senna Foundation. (Tom/Odi)


Baca Juga: McLaren Buat Lagi Supercar 3-Seater

Galeri

Promo Populer di Jakarta Selatan

Video Mclaren 570S

Lihat video terbaru Mclaren 570S untuk mengetahui interior, eksterior, performa, dan lainnya.

Mobil Mclaren Pilihan

  • Populer
  • Komparasi