Indonesia Kerja Bareng Jepang Perkuat Sumber Daya Manusia di Sektor Otomotif

Indonesia Kerja Bareng Jepang Perkuat Sumber Daya Manusia di Sektor Otomotif

Perkembangan industri otomotif di dunia terus bertumbuh. Tren teknologi dan kemampuan kendaraan sekarang penuh dengan sofitikasi. Untuk itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor ini juga terus dipacu. Mengingat daya saing dan inovasi industri semakin kompetitif di kancah global. Kementerian Perindustrian kerja bareng pemerintah Jepang.

Arus Gunawan, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BSDMI) menyampaikan. Sinergi Indonesia-Jepang dalam pengembangan SDM industri otomotif berupa kolaborasi. Ada kerja sama antara BPSDMI Kemenperin dengan Lexer Reserch Inc. Semua dimulai dari penandatanganan Letter of Intent (LoI) tentang Pengembangan Pendidikan Terkait Lean Manufacturing pada Maret 2019.

Selanjutnya dilaksanakan Simposium Jepang-Indonesia terkait SDM industri pada Desember 2019. “Kegiatan yang menjadi kick-off program SDGs terkait pengembangan SDM industri otomotif di Indonesia. Didukung penuh oleh pemerintah Jepang melalui pendanaan JICA. Ini merupakan hasil kerja sama Kemenperin,” tutur Arus, dalam surel resmi (27/7).

Tahun ini, realisasi kerja sama dilanjutkan dengan pemberian hibah berupa dua set alat peraga bottle cap dan seperangkat peralatan pendukung IT berbentuk server dan laptop. Total sebanyak 50 unit. “Alat hibah ini akan dipasang di Politeknik STMI Jakarta dan Pusat Inovasi Digital Industri (PIDI 4.0). Termasuk juga dilengkapi aplikasi simulator untuk mendukung pembelajaraan Digital Engineering,” imbuh dia.

Baca juga: Kinerja Penjualan Mobil di ASEAN Januari-Mei 2021, Indonesia Posisi Berapa?

Mitsubishi Pabrik

Di sisi lain, CEO Lexer Reserch Inc, Masahiro Nakamura turut bicara. Mereka bakal mendukung peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan. Bagi dosen, instruktur, praktisi industri dan mahasiswa serta memberikan kuliah di Politeknik STMI Jakarta. “Komitmen terus menjalin kerja sama kembali dilakukan pada 3 Juni 2021 melalui penandatanganan Minutes of Meeting. Antara BPSDMI dan JICA tentang Kerja Sama Pengembangan SDM Industri Sektor Manufaktur di Bidang Digital Engineering 4.0,” sebut Nakamura.

Lexer Research Inc telah melakukan pelatihan teknis lean manufacturing. Baik untuk praktisi industri maupun akademisi sepanjang 2020. Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri, Iken Retnowulan menyampaikan. Kegiatan ini merupakan kolaborasi banyak pihak. Di antaranya Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE), Ditjen Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII). Lalu Asosiasi Industri meliputi Indonesian Automotive Industrial People Development (IAIPD), Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO). Berikutnya, Institut Otomotif Indonesia (IOI), Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM), PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).

“Kementerian Perindustrian terus mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Jepang. Dalam rangka pengembangan kompetensi SDM sektor industri otomotif. Indonesia memiliki potensi besar, dengan ditopang sebanyak 21 industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih. Nilai investasinya sebesar Rp 71,35 triliun untuk kapasitas produksi 2,35 juta unit per tahun. Serapan tenaga kerja langsung sebesar 38 ribu orang. Serta lebih dari 1,5 juta orang bekerja di sepanjang rantai nilai industri tersebut,” pungkas Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Alx/Raju)

Baca juga: 5 Mobil Terlaris Semester Pertama 2021 Tanpa Kartu Eksklusif LCGC dan Relaksasi PPnBM, Siapa Mendominasi?

Coronavirus

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil