GIIAS 2019: Nissan Masih Pertimbangkan Potensi Teknologi ProPilot di Indonesia

GIIAS 2019: Nissan Masih Pertimbangkan Potensi Teknologi ProPilot di Indonesia

Nissan memperkuat X-Trail teranyar dengan teknologi Nissan Intelligence Mobility. Fiturnya beragam, yang memastikan kendaraan tetap aman di jalan. Namun, dalam penjabaran Nissan di sesi workshop New Nissan X-Trail di booth-nya pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, tak disebutkan ada ProPilot.


Nissan ProPilot 2.0 Driver


Padahal teknologi ini bukan barang baru. Di Jepang contohnya, Nissan sudah mengaplikasikan di Serena pada 2017 lalu. Perlu diketahui ProPilot merupakan salah satu fitur turunan dari Nissan Intelligent Mobility, berupa teknologi semi otonom. Ia mengizinkan mobil untuk bergerak sendiri setelah mendapatkan perintah dari pengemudi. Salah satunya parkir, baik itu seri maupun pararel.


Menariknya, belum lama ini Nissan mengenalkan generasi kedua yang disebut ProPilot 2.0. Ia sudah bisa membaca hingga dua jalur, sehingga mobil Nissan dapat melakukan tugas yang lebih berat saat berjalan. Contohnya berpindah jalur dan menyalip kendaraan di depan. Hal itu dapat tercapai berkat penggunaan berbagai sensor, kamera dan radar yang mampu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, sehingga segala aksinya tetap aman.


Kami pun menanyakan visibilitas pengaplikasian ProPilot pada produk Nissan yang dipasarkan di Tanah Air. Menurut Yasushi Yokoi, Senior Manager R&D Nissan Motor Indonesia, bukan tidak mungkin ke depannya ProPilot digunakan di Indonesia. Pihaknya pun terus mempelajari kemungkinan itu. Namun, terdapat beberapa catatan yang perlu dipenuhi, agar teknologi ini dapat bekerja dengan baik.


Faktor pertama infrastruktur yang memadai. Sebagai contoh marka jalan, ini diperlukan oleh sensor, radar dan kamera yang tertanam pada mobil menjadi acuan, sehingga memungkinkan mobil mengambil tindakan yang diperintahkan dengan tepat. Tak hanya itu, kebiasaan pengguna kendaraan lain, khususnya sepeda motor juga menjadi pertimbangan. Sayangnya, ia tak menjelaskan secara jelas bagaimana pengaruhnya terhadap sistem semi otonom ProPilot.


“Bila ditanya apakah ingin mengaplikasikannya, tentu saja. Kami ingin terus mengenalkan teknologi yang kami miliki. Tapi, ada faktor-faktor yang harus diperhatikan,” terangnya.


X-Trail terbaru yang meluncur di GIIAS punya segudang fitur anyar yang menyandang sebutan Intelligent di depannya. Ini artinya, SUV andalan pabrikan asal Jepang itu semakin pintar. Setidaknya ada 8 fitur, antara lain Intelligent Lane Departure Warning, Intelligent Blind Spot Warning, Intelligent Rear Cross Traffic Alert, Intelligent Cruise Control, Intelligent Arpund View Monitor, Intelligent Forward Collision Warning, Intelligent Forward Emergency Brake dan Intelligent High Beam Assist. Untuk bisa memiliki New Xtrail yang canggih ini, konsumen dikenai harga Rp 530 juta (on the road Jakarta). (Hfd/Odi)


Baca Juga: Evolusi Tiga Generasi Nissan X-Trail di Indonesia

    • Overview
    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Others
    • Kebijakan Privasi
    • S&K
    • Dapatkan di Google Play
    • Tersedia di App Store