Dirikan Laboratorium Uji Terbuka, Upaya ExxonMobil Mudahkan Pelaku Industri Ciptakan Pelumas Terbaik

Dirikan Laboratorium Uji Terbuka, Upaya ExxonMobil Mudahkan Pelaku Industri Ciptakan Pelumas Terbaik

Keseriusan PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (PT EMLI) berkecimpung di industri pelumas Tanah Air, tak hanya diperlihatkan melalui proses mengakuisisi PT Federal Karyatama. Selain memindahkan basis produksi dari Singapura ke Indonesia, payung besar merek oli Mobil dan Federal Oil, mendirikan pula laboratorium lokal Mobil Serv℠ Lubricants Analysis (MSLA).

Apalagi disebutkan pula, PT EMLI tak sekadar fokus dengan model bisnis B2C dan B2B untuk kendaraan roda dua dan empat saja. Pasalnya, ranah pelumas di sektor industri, manufaktur, pertambangan hingga energi, jua sudah menjadi bagian dari cakupan bisnisnya sekarang ini.

Mobil Serv℠ sendiri merupakan layanan analisis pelumas yang ditujukan bagi pelaku industri. Kebutuhan ini dirasa penting karena mampu memonitor mesin, kondisi pelumas, serta mendeteksi terjadinya kontaminasi. Oleh karena itu, perlunya hasil analisis yang cepat dan akurat, agar dapat menghasilkan pelumas terbaik. Dalam hal ini berkaitan dengan memaksimalkan kinerja pelumas terhadap mesin. Ujung-ujungnya berhubungan pula dengan optimasi produksi.

laboratorium Mobil Serv℠ Lubricants Analysis

Sebagaimana disebut dalam rilis, laboratorium MSLA di Indonesia hadir untuk memenuhi kebutuhan para pelaku industri di tanah air. Tentunya dengan tujuan untuk memperkuat kepuasan pelanggan dengan memberikan waktu penyelesaian pengujian lebih cepat dengan analisis tepat. Laporan pengujiannya pun terperinci untuk mendapatkan hasil dan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti. Dengan harapan dapat membantu menghasilkan penghematan biaya, serta produktivitas yang kuat.

Baca juga: Mobil Lubricants Hadirkan Produk Teranyar, Suguhkan Proteksi bagi Mesin

"Kami senang menginformasikan bahwa kami telah siap dan semakin dekat untuk melayani para pelaku industri di Indonesia, dengan menghadirkan lokal laboratorium MSLA di tanah air. Kami harap kelangsungan hubungan kerjasama kami dengan para pelaku industri tanah air dapat berlanjut dengan baik kedepannya, dan saling menguntungkan," kata Syah Reza, Presiden Direktur PT EMLI dalam keterangan pers.

Selain itu, keunggulan lain yang dapat dirasakan adalah hasil analisis lebih terjangkau dan praktis, karena hasil langsung dikirim dari lokal laboratorium yang berada di Jakarta. Hasil analisis yang diberikan, diharapkan mampu membantu para pelaku industri dalam pemeliharaan preventif. Sehingga dapat menghemat biaya peralatan dan kegagalan komponen yang akan terjadi.

"Lokal laboratorium MSLA didukung penuh oleh tenaga ahli resmi dari ExxonMobil. Kami berharap kebutuhan akan analisis pelumas dapat dipenuhi dengan cepat dan akurat. Sehingga dapat menangkap lebih banyak peluang, membantu dalam mencapai puncak produktivitas, dan membedakan diri kita dengan lebih baik dari para pesaing," ucap Lukman Hakim, selaku Engineering Services General Manager PT EMLI.

Bilapun berhadapan dengan kompetitor, PT EMLI memiliki bekalan mumpuni perihal fasilitas produksi. Mereka punya pabrik pengolahan pelumas dengan kapasitas 700 ribu barel per tahun di Cilegon. Bukan tanpa alasan pula mengakuisisi FKT. Pasalnya perusahaan itu sudah sejak lama dikenal sebagai pemasok oli sepeda motor dengan jaringan yang luas. Tahun ini pun di tengah mewabahnya pandemi COVID-19, EMLI menambah layanannya agar lebih dekat dengan konsumen. Satu diantaranya adalah dengan menghadirkan pelayanan servis di rumah.

Kami terus melakukan berbagai upaya dan penyesuaian diri dengan adaptasi kebiasaan baru ini, agar dapat terus mempertahankan eksistensi di pasar otomotif Indonesia. Upaya integrasi jaringan yang kami lakukan sejak 2018 berjalan sesuai rencana, dan memberikan dampak positif bagi efektifitas dan efisiensi waktu, biaya, serta sejumlah aktivitas operasional lainnya dalam mendistribusikan produk kami ke pasar. Ke depan kami berharap dapat terus memperluas area, dan memperkuat jaringan pemasaran produk kami, sehingga memberikan dampak pada pertumbuhan pangsa pasar dan pencapaian perusahaan," ucap Patrick Adhiatmadja Head of Indonesia Lubricants Market Indonesia PT EMLI. (Ano/Tom)

Baca juga: Bosch Perkenalkan Nexeed, Software yang Bantu Efektivitas Produksi Manufaktur

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store