Bosch Perkenalkan Nexeed, Software yang Bantu Efektivitas Produksi Manufaktur

Bosch Perkenalkan Nexeed, Software yang Bantu Efektivitas Produksi Manufaktur

Perkembangan teknologi terus berjalan di industri otomotif. Tak hanya soal produk kendaraan mulai dari desain, mesin, fitur, tapi juga proses pembuatannya. Seperti pemasok komponen otomotif asal Jerman, Bosch, yang memperkenalkan Nexeed Industrial Application System.

Ini adalah perangkat lunak dan layanan berbasis teknologi industri 4.0, diklaim sanggup tingkatkan efektivitas alur produksi manufaktur. Sistem ini disebutkan dapat merekam, memproses, serta memvisualisasikan data rantai produksi, sehingga proses berlangsung transparan sekaligus efisien.

“Jadi salah satu jasa yang kami tawarkan merupakan consulting services. Dalam artian membantu pelaku industri ke arah digital. Tentunya dengan melakukan kunjungan dan asesmen ke pabrik mereka terlebih dulu, baru disesuaikan dengan kebutuhan. Kita tahu, untuk membuat sebuah mesin (otomotif) saja melibatkan banyak hal. Dan kami menawarkan solusi digitalisasi guna membuat performa fasilitas pabrik lebih efisien,” ungkap Dhuha Abdul, Business Development Manager Connected Solutions Bosch Indonesia, dalam konferensi pers virtual.

Ia mengatakan dengan teknologi ini, pekerjaan bisa dilakukan lebih efektif. Kuncinya adalah Overall Effectiveness Equipment. Manajemen dapat mengetahui performa dan kapabilitas fasilitas pabrik sejauh mana. Karena data masing-masing mesin terus terekam dan divisualisasikan secara real time. Dari mulai energi, tegangan, temperatur, hingga getaran dan hal detail lain.

Bosch Nexeed Industrial Application System

Bahkan perihal stok material di gudang pun dapat diorganisir dengan baik. Semisal barang yang sedang diproses, baru masuk dalam perencanaan, atau sudah habis, tercatat rapi. Dengan dimunculkan evaluasi dari hasil pencapaian produksi, mudah diketahui jika terjadi masalah. Sebab ditunjukkan data waktu dan durasi malfungsi itu ketika terjadi.

Data-data ini diklaim kompatibel serta terstandarisasi. Informasi terkait proses produksi dan kondisi pabrik mampu diterjemahkan sistem dengan cepat dan akurat. Hingga mengurangi risiko kemacetan alur produksi sekitar 15 persen sekaligus meningkatkan hasil produksi 5-10 persen. Lantaran Nexeed turut memprediksi durabilitas mesin, guna manajemen dan operator bisa mengambil keputusan tepat serta mencegah terjadi hal fatal.

Disebutkan juga perolehan data pun dapat diakses dari mana saja dan kapan saja. Karena translasi variabel yang dibaca Nexeed langsung disajikan saat itu juga. Lantas perusahaan tetap dapat menjalankan protokol kesehatan tanpa khawatir atas kuantitas dan kualitas produksi.

Bosch Nexeed Industrial Application System

“Pembatasan tenaga operasional di lokasi usaha atau pabrik dapat berpotensi mengganggu jalannya rantai produksi kendaraan atau komponennya. Nexeed Industrial Application System dari Bosch memungkinkan pemantauan lini-lini produksi di sebuah pabrik otomotif tidak perlu lagi dilakukan secara langsung di lapangan, tetapi bisa dari jarak jauh. Tentunya hal ini mendukung perusahaan dalam menjalankan protokol kesehatan demi keselamatan para pekerjanya selama pandemi Covid-19 - dengan tetap menjaga kuantitas dan kualitas produksi,” tambahnya.

Sebagai contoh, Dhuha menggambarkan situasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total Maret lalu. Produksi dan demand otomotif turun drastis. Banyak penyesuaian yang perlu ditindaklanjuti. Lantas begitu PSBB melonggar – masuk kegiatan produksi serta bertambah demand lagi – ada suatu hal yang berubah signifikan. Jika mesin-mesin robotika maupun konvensional direkam dan dianalisa terus oleh sistem Nexeed, manajemen bisa mengambil tindakan cepat dari serangkai data hingga mencapai titik efisien.

“Klien kami memang kebanyakan masih di Eropa. Seperti pabrik BMW yang membuat dashboard, mereka memiliki banyak proses untuk membuat itu. Sebelumnya, operator perlu ambil data lapangan satu per satu baru merangkumnya serta melaporkan ke manajemen. Memakan banyak waktu. Kini, jika mereka ingin mengetahui kualitas masing-masing produk bisa dicek real time. Pun jika muncul data anomali langsung dapat dibenahi di lapangan,” jelas Dhuha.

 

Ia mengatakan di Indonesia sebenarnya produk ini sudah digunakan salah satu manufaktur. Namun ia menolak untuk menyebutkan brand otomotif kliennya. Yang pasti sebuah merek Jepang ternama. Tak melulu otomotif, Bosch juga menyiapkan untuk berbagai keperluan industri. Serta menyesuaikan dengan fasilitas pabrik konvensional/robotik, alias tailor made. (Hlm)

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store