Butuh Lampu LED untuk Mitsubishi Xpander? Ini Ragam Pilihan Baru dari Autovision

  • Ragam lampu LED Autovision
  • Teknologi kipas lampu LED Autovision
  • PT SPN Distributor Autovisoon

Autovision tawarkan lampu LED terbaru. Tidak tanggung, PT Sampurna Part Niaga (SPN) selaku pemegang merek, merilis empat produk sekaligus. Peruntukannya juga beragam, mulai dari mobil Jepang hingga Eropa. Mereka juga mengklaim pendaran cahayanya lebih baik, cocok untuk Anda yang ingin beralih dari lampu halogen.

"Kami menghadirkan empat lampu. LED Headlight Carbon M1, Carbon P1, Carbon LCS untuk lampu utama dan LED Foglight Nano G1. Semua produk terbaru ini untuk menjawab kebutuhan replacement dan penerangan pada mobil-mobil di Tanah Air," ujar Lily Hermawan, Direktur SPN saat peluncuran acara di Cengkareng, Jakarta Barat (14/1).

Teknologi kipas lampu LED Autovision

Model tercanggih adalah Carbon P1. Tipe ini sudah pakai Bridgelux LED Chip buatan Amerika Serikat. Pendinginan dengan cairan dan double fan ball juga diaplikasikan. Pencahayaannya berwarna 5.700 Kelvin dengan daya terang 4.500 Lumen. Jauh lebih terang dibanding halogen. Menariknya, usia pakai varian ini diklaim lebih dari 30.000 jam. Autovision Carbon P1 bisa dipakai mobil yang menggunakan soket H4 seperti Mitsubishi Xpander. Tentunya ada juga soket H11 dan HB3. Soal harga, varian ini dibanderol mulai Rp 1,5 sampai Rp 1,7 jutaan.

Produk berikutnya adalah Carbon M1. Harga tipe H4 untuk Xpander memang sama dengan Carbon P1. Tapi pemilik mobil soket H7 dan D2 bisa mendapatkan paket yang lebih ekonomis. Khusus kedua tipe itu dijual Rp 1,3 jutaan. Harganya lebih murah karena M1 dibekali lampu LatticelBright HGL3 dan tak pakai cairan pendingin, hanya PCB tembaga dan aluminium serta kipas. Namun usia pakainya sama, maksimal 30 ribu jam. Intensitas cahaya model ini mencapai 3.600 Lumen. Masih terang ketimbang halogen.

Baca Juga: Pilih Mobil Bekas, Xpander atau Rush?

Masih kemahalan dengan dua tipe tadi? Sila arahkan bidikan ke tipe Carbon LCS. Lampunya Lattice LED Chip, dengan desain satu garis. Tapi keluaran cahayanya 4.300 Lumen dan dengan warna cahaya 5.700 Kelvin. Hampir setara dengan pencahayaan kepunyaan Carbon P1. Untuk menstabilkan suhu panas, dia pakai material Aerospace Aluminium, plus Hydraulic Fan. Wajar jika harganya paling murah. Harganya Rp 1,6 jutaan untuk semua jenis soket, H7, H11, HB3 dan HB4.

Di luar spek teknis, Autovision juga memerhatikan betul soal cahaya yang dihasilkan lampunya. Termasuk mengenai pengaplikasian, mudah lantaran tinggal pasang alias plug and play. Pasalnya soket si lampu sudah disesuaikan dengan soket lampu bawaan mobil. "Saat instalasi tidak perlu memotong kabel atau mengubah konstruksi rumah lampu mobil kesayangan. Cahaya yang dihasilkan lebih terang ketimbang lampu standar bawaan mobil, jelas Lily lagi.

Perlakuan serupa diterapkan pula untuk lampu kabut. Produk bernama LED Foglight Nano G1 memakai lampu CSP Chip. Berdaya cuma 15 Watt, makanya tidak ada pendingin di sana. Pelepas panasnya hanya mengandalkan material aluminium dan tembaga saja. Namun memiliki level terang mencapai 3.000 Lumen. SPN menyebutnya cocok digunakan pemilik mobil di Indonesia, terutama saat musim hujan seperti belakangan ini. Autovision menyediakannya fog lamp LED untuk mobil dengan soket H3, H27, HB4, 5202, P13W hingga H8/H16 yang notabene dipakai mobil Eropa. Lampu kabut LED Autovision ini dijual Rp 650 ribu.

Ragam lampu LED Autovision

Bicara garansi, SPN memberikan garansi selama 2 tahun untuk lampu utama LED dan 1 tahun untuk fog lamp. Anda yang berminat bisa menyambangi workshop maupun jaringan penjualan Autovision di seluruh Indonesia. (Ano/Van)

Baca Juga: Keren, Ini Reinkarnasi Toyota Starlet di Era Modern

Jual mobil anda dengan harga terbaik

Pembeli asli yang terverifikasi Pembeli asli yang terverifikasi
Listing gratis Listing gratis
Daftarkan mobil Anda

IIMS Hybrid 2022

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil

Artikel Mobil dari Carvaganza

Artikel Mobil dari Zigwheels

  • Motovaganza
  • Tips
  • Review
  • Artikel Feature