jakarta-selatan
kali dibagikan

Bosch Dukung Solusi Powertrain Elektrik di Indonesia

  • 18 Okt, 2019
  • 585 Kali Dilihat

Era mobilitas elektrik sudah di depan mata. Lihat saja gerak gerik berbagai prabrikan otomotif memasuki zaman setrum ini. Termasuk pula langkahnya di pasar Indonesia. Bosch sebagai penyedia solusi powertrain, bahkan menyatakan kesiapan mendukung kendaraan listrik.



Cepat atau lambat, kita pasti sampai ke masa menikmati kendaraan minim polusi. Walau secara proses ibarat berada di pintu depan. Belum secanggih Eropa atau negara-negara maju lainnya. Regulasi terkait memang sudah ada, namun pengaplikasiannya masih dimatangkan.


Menanggapi elektrifikasi kendaraan di Indonesia, Managing Director Bosch di Indonesia, Andrew Powell berkomentar, "Presiden baru saja menandatangani perpres mengenai kendaraan listrik. Jadi ya masih ada di tahapan awal. Saya yakin banyak negara lain yang sudah sangat maju menyoal elektrifikasi ini.”


Andrew beranggapan, porsi penggunaan motor bakar di Asia Pasifik masih di titik 70% pada 2030. "Elektrifikasi pasti datang. Seberapa lamanya, nah itu yang sulit diketahui," tambahnya. Cukup berbeda dari pasar Eropa. Mereka berambisi mendominasikan kendaraan listrik di ruas jalan pada 2030.


Salah satu bukti dukungan supplier komponen asal Jerman, ada di motor listrik Viar Q1. Sepeda motor elektrik rakitan Semarang, Jawa tengah, ini mengadopsi jantung elektrik 800 Watt dari Bosch. Lengkap dengan controllernya. Penggunaan unit penggerak ini, mampu membawa motor meraih kecepatan maksimum 60 kpj. Daya tempuh hingga 120 km berkat dua baterai Li-Ion 60V 23Ah.


Bosch selalu ingin mendukung elektrifikasi roda dua dan roda empat. Mereka percaya elektrifikasi merupakan masa depan powertrain, sehingga membuat divisi pengembangan khusus. Di lain sisi, mereka juga masih yakin motor bakar dapat dikembangkan kualitas dan emisinya.


Ketersediaan infrastruktur untuk mobilitas listrik turut menjadi perhatian. Mereka melihat infrastruktur merupakan salah satu pendorong utama dalam pengadopsian tenkologi ini. Maka dari itu, pada 2018 menjalin kemitraan bersama Pertamina, menghadirkan stasiun pengisian daya di SPBU Green Energy. Semakin mendekatkan kita pada ambisi 20% porsi kendaraan listrik baru pada 2025.


Prospek bisnis di sini dinilai masih terus berkembang. Bosch melihat potensi Indonesia dengan posisi sebagai hub ekspor dunia. Bukan tidak mungkin, kalau menjadi salah satu pusat produksi komponen mobil listrik.


Infrastruktur mulai tersedia, kita pun mendapatkan model-model mobil bertenaga listrik. Contoh saja Corolla Altis, Camry, X-Trail dan beragam produk lainnya sudah mendapatkan teknologi hybrid. Inilah permulaan dari era mobilitas ramah lingkungan. Perlahan masuk hybrid hingga akhirnya EV yang mulai berkeliaran. Walau belum tahu kapan EV benar-benar menjadi solusi praktis. Yang jelas, era elektrifikasi kendaraan adalah sebuah keniscayaan. (Krm/Odi)


Baca Juga: Bluebird dan PLN Tandatangani Nota Kesepahaman Percepatan Kendaraan Listrik

Promo Populer di Jakarta Selatan

Video Mobil Terbaru di Oto
  • Toyota Corolla Altis Hybrid | First Drive |...
    • 12 Nov, 2019
    •  
  • VW Tiguan Allspace 2019 | First Drive |...
    • 11 Nov, 2019
    •  
  • BMW X1 2019 | First Impression | Apa...
    • 08 Nov, 2019
    •  
  • Wuling Almaz WIND | Review | Mencoba Perintah...
    • 01 Nov, 2019
    •  
  • BMW 320i Sport | First Impression | Pakai...
    • 24 Okt, 2019
    •  
  • Mazda 3 | Road Test | Hatchback Jepang...
    • 23 Okt, 2019
    •  

Mobil Populer

  • Populer
  • Terbaru
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi