BMW iDrive Generasi Termutakhir Janjikan Dialog Laksana Hubungan Antarmanusia

BMW iDrive Generasi Termutakhir Janjikan Dialog Laksana Hubungan Antarmanusia

Teknologi saat ini dapat merealisasikan imajinasi Anda yang menganggap mobil kesayangan sebagai makhluk hidup. Pengembangan sistem infotainment termutakhir memungkinkan semua itu lewat asisten suara. Bahkan evolusinya kini bisa semakin natural laksana berbincang dengan sesama manusia. Setidaknya, ini dijanjikan generasi kedelapan BMW iDrive.

Baru saja dirilis detail kemampuan dari sistem infotainment kebanggaan pabrikan asal Munich, Jerman. Adalah iDrive dengan BMW Operating System 8 yang berisi deretan fungsi ambisius nan canggih. Termasuk di dalamnya pemanfaatan display, kontrol, dan perangkat lunak anyar berikut peningkatan kekuatan konektivitas dan pemrosesan data. Mejeng perdana di SUV listrik BMW iX, lanjut ke i4, dan kemudian diturunkan ke seluruh kasta kelas.

Komponen pendukung iDrive anyar adalah BMW Curved Display. Merupakan interpretasi modern dari ciri khas kokpit BMW yang berfokus pada pengemudi. Yep, dibuat mengkurva demi memudahkan pengoperasian sang pilot. Pada iX, aransemennya dibuat membentang dari balik roda kemudi sampai ke konsol tengah tanpa tudung. Memainkan perpaduan layar instrumen 12,3 inci dan display sarana hiburan nan lebar 14,9 inci.

BMW iDrive

Pengoperasian sistem sendiri bakal lebih memprioritaskan voice control dan fungsi sentuhan. Tak mengherankan bila akhirnya pabrikan terlihat lebih santai dalam menyebar tombol. Disebut sampai meminimalisir nyaris setengah tombol fisik. Aransemen dasbor pun kini terlihat lebih sederhana sekaligus futuristis. Kendati begitu, gugus kontrol untuk fungsi mendasar tetap dipertahankan. Misal silinder iDrive controller dan set tombol di konsol tengah.

Baca juga: BMW iX Bawa Segudang Inovasi Termutakhir dalam Format EV, Simak Kecanggihannya

Mobil yang Semakin Hidup

Menarik bagaimana hardware iDrive sudah berevolusi sekitar 20 tahun sejak pertama dibawa Seri 7 E65. Namun tentu bukan sebatas perangkat keras, evolusi utama terjadi di balik semua itu. Perlahan terlahir asisten yang membuat mobil seolah hidup. Kemampuannya kini semakin pintar. Diklaim interpretasi BMW Operating System 8 “memungkinkan mobil untuk secara aktif terlibat dalam hubungan dengan penumpang”. Ia bakal menjadi rekan digital yang pintar dan proaktif di berbagai kondisi.

BMW iDrive

Adalah pengembangan BMW Intelligent Personal Assistant, melakoni peran sebagai karakter digital BMW. Diklaim dapat berdialog lebih natural dengan pengemudi dan penumpang depan laksana hubungan antarmanusia. Masih bisa pula diberi nama panggilan untuk mengaktifkan fungsi asisten suara.

Juga terdapat visualisasi dari serangkaian cahaya untuk memberikan ekspresi dan ‘muka’ asisten. Kalau diajak berbicara, akan muncul animasi pada display tanpa menutup informasi relevan. Bahkan ia dapat mengenali siapa yang berbicara dan muncul di sisi terdekat. Terdengar kalau imajinasi K.I.T.T dari Knight Rider seolah semakin nyata.

BMW iDrive

Walau mungkin masih terlalu ambisius bila diibaratkan seintuitif sesama manusia, setidaknya ia dibuat semakin pintar dan proaktif. Kolam data dan informasi yang ditampung tak hanya membuat asisten digital ini kian cerdas. Turut memungkinkan sistem merespons sesuai konteks. Dapat memperhitungkan situasi dalam kendaraan dan sekitar ketika mempertimbangkan kapan dan bagaimana ia akan berkomunikasi bersama penumpang.

Lewat iDrive dan BMW ID, tingkat personalisasi semakin tinggi dan tidak terpaku pada satu kendaraan saja. Segala terkoneksi. Nantinya pengguna dapat menyimpan settingan kendaraan sendiri di BMW ID dan kemudian dipakai di mobil lainnya. Langsung beradaptasi sesuai preferensi pribadi ketika BMW ID.

BMW iDrive

Teknologinya bahkan memungkinkan penyambutan elegan tanpa kelim dari luar ke dalam. Setelah disambut permainan lampu sampai visual display dalam proses menuju dan masuk kabin, settingan pribadi otomatis tersaji via koneksi smartphone pengemudi. Kalau sedang menelpon, microphone dan speaker otomatis aktif untuk melanjutkan perbincangan. Sementara itu, display akan menunjukan sambutan berikut informasi dan saran berguna.

Perdana Mejeng di BMW iX

Versi termutakhir dari BMW iDrive akan muncul perdana di BMW iX. Inilah perwujudan dari Vision iNext yang dikenalkan 2018. Realisasi desain disingkap November 2020. Bukan sekadar mobil listrik, iX mewakili pabrikan di lansekap EV global dengan segudang pengembangan inovasi termutakhir. Menyandang status flagship-nya teknologi BMW.

Dari simfoni garis dan proporsi tubuh mungkin sebagian menduga bahwa ia sebuah minivan atau MPV. Tapi jangan salah, BMW menempatkannya sebagai Sport Activity Vehicle (SAV) – sebutan mereka untuk SUV. Secara dimensi juga tidak bisa dibilang “mini”. Panjang dan lebarnya dapat disetarakan dengan X5 berikut memiliki tinggi nyaris serupa sang SUV kupe X6.

BMW iX

Aplikasi rancangan ini mendukung efisiensi energi lewat aerodinamika. Aliran udara semulus 0,25 Cd menjadikannya salah satu SUV paling aerodinamis saat ini. Sebagai gambaran, BMW i8 mencatatkan koefisien hambat udara (Cd) sebesar 0,26. Semua ini tak hanya mengandalkan pahatan tubuh. Elemen seperti desain bumper, spion, handle pintu rata bodi, dan lainnya turut mendukung pencapaian. Tak ketinggalan pula pemakaian sepatu yang didesain untuk meminimalisir turbulensi.

BMW iX sendiri memanfaatkan paket powertrain BMW eDrive Technology generasi kelima. Dikenalkan lebih dulu di X3 versi elektrik (iX3), jelas ada penyesuaian performa khusus sang flagship. Jantung elektris yang diadopsi iX diklaim sanggup melontarkan output sampai tembus 500 hp. Tempuhan akselerasi ke 100 kpj dapat terlaksana tidak sampai 5 detik. Cukup impresif mengingat ia merupakan sebuah SUV.

BMW iX 2022

Pun dengan potensi sekuat itu, ia tetap menawarkan daya tempuh yang jauh. Yep, kemampuan berlari dikombinasikan kehematan konsumsi tenaga. Dalam spesifikasi fase pengembangan, ia ditargetkan untuk dapat memanfaatkan energi di bawah rata-rata segmen. Konten energi baterai lebih dari 100 kWh sanggup membawanya bepergian sekitar 600 km. Disokong pula kemampuan pengisian fast charging DC 200 kW yang dapat menambah daya dari 10 ke 80 persen kurang dari 40 menit. (Krm/Tom)

Baca juga: Prediksi Model Elektrifikasi BMW Indonesia di 2021, Apa Saja?