• Wishlist

Toyota 2000 GT: Kisah Kolaborasi Yamaha - Toyota Menantang Tiran

Toyota 2000 GT: Kisah Kolaborasi Yamaha - Toyota Menantang Tiran

Gugur dalam Perang Dunia II, membentuk mental Jepang kian kokoh melawan keterpurukan. Gerilya lewat banyak industri diupayakan. Meski direspons sebelah mata oleh negara-negara barat. Sektor otomotif pun sempat begitu. Hingga memasuki akhir 60an, akhirnya Honda sukses membombardir produk roda dua di daratan Ras Kaukasoid.


Tapi tidak dengan mobil. Nasibnya belum seberuntung itu. Toyota, yang membuat sebuah station wagon bernama Toyopet diolok-olok. Diberi julukan Toymotor (mainan) oleh para aristokrat Inggris. Penetrasi pasar pun gagal. Selain itu kepemilikan mobil pribadi masih dianggap tabu di negara Sakura. Mengharuskan mereka memutar otak untuk tetap berjualan. Inilah yang menjadi titik lahirnya mahakarya, 2000 GT. Bersama dengan Yamaha si pembuat motor dan alat musik, berambisi menantang tiran.


sejarah toyota 2000 gt


Diprakarsai Datsun (Nissan)


Sebelum kerjasama berjalan, kisah ini lebih dulu diprakarsai Datsun (Nissan). Albrecht Graf von Goertz, seorang desainer produk industri dari Amerika Serikat, mereka libatkan. Begitu juga Yamaha, untuk ikut andil merancang teknis. Nissan menginginkan sebuah mobil sport non-tradisional untuk mengganti Fairlady 1500 dan 1600. Dan singkat cerita, terciptalah konsep A550X.


Hasilnya kurang memuaskan. DNA Amerika terlalu kental. Unsur-unsur guratan hampir sama dengan Chevrolet Corvette Sting Ray. Yang tentu berlawanan dari spirit mereka soal identitas. Nissan pun memutuskan menyetop proyek ini, pada 1963.


Ambisi Yamaha belum selesai. Semangatnya tak ikut terkubur. Pabrik piano dan motor dua tak bisa dianggap sebagai titik kesuksesan. Proyek itu mereka lanjutkan sendiri. Hingga menyelesaikan sebuah prototipe yang benar-benar berfungsi.


kolaborasi toyota-yamaha


Mereka tak bisa berjalan sendirian. Tetap membutuhkan wadah seperti Nissan. Dan dalam kurun waktu setahun, Toyota melirik rancangan sportscar cantik ini. Dua perusahaan pun sepakat membangun dan bertukar teknologi hingga mobil selesai.


Desain bodi dipahat ulang. Perancang Toyota, Satoru Nozaki menghilangkan gurat khas Amerika Serikat. Tim pengembangan pun kian kuat. Insinyur balap mereka ikut andil di sini. Toyota jadi ikut berambisi membuat “one of the greatest car in the world”, sebagai pembuktian. Yang disasar pun tak tanggung-tanggung, Jaguar E-Type dan Porsche 911. Mobil-mobil terindah sepanjang masa.


Nilai Estetika Tinggi


Hasilnya? Tak kalah elok dari eksotisme Jerman, Inggris, maupun Italia. Toyota berhasil menyempurnakan desain Nissan dan Yamaha sebelumnya. Konstruksi mobil jadi jauh berbeda. Pabrikan sebelum hanya berupaya membuat kupe dengan harga tak terlalu mahal, untuk diproduksi massal. Dan 2000 GT dibuat lebih premium.


Lampu pop up, foglamp besar, bonet panjang dan buritan ringkas benar-benar menghasilkan proporsi penuh estetika. Dipercantik lagi dengan pelek jari-jari yang tren di era 60an. Tokyo Motor Show 1965, menjadi panggung pertama 2000 GT berlenggok. Tentu menuai komentar positif dan negatif. Utamanya kritikan soal desain, yang dianggap terlalu menyerupai E-Type. Ya, mungkin separuh benar. Tapi apa yang ada di dalamnya jauh berbeda. Nuansa Eropa mungkin menjadi acuan, tapi ini sesuatu yang berbeda dari fantasi insinyur Jepang.


desain toyota 2000 GT


Salah satu majalah Classic & Sports Car dari Inggris, cetakan 2014, bahkan pernah mengulas - berdampingan langsung dengan E-Type dan Sting Ray. Menurut mereka, hanya 2000 GT-lah yang terasa benar-benar seperti mobil sport. Rancang bangun dan kualitas buatannya mungkin tak bisa dipahami jika hanya melihat. Harus dikendarai langsung.


Memakai sasis tulang belakang bersiluet X, semacam milik Lotus Elan. Dan bukan hanya baja, namun bercampur aluminium. Posisi mesin tepat di depan persilangan, sementara gear box di belakang sudut. Peletakan seperti ini membuat tunnel yang menjulang di tengah kabin, sehingga pengemudi dan penumpang terpisahkan konsol tengah. Ala mobil performa.


Dengan padanan suspensi independen dan coil spring di tiap roda, kolaborasi ramuan konstruksi berhasil membuat mobil bermanuver presisi dan tangkas. Sesuai yang diinginkan Yamaha dan Toyota. Mengendalikannya bakal semakin terasa puas, atas nuansa kabin ala pesawat tempur (banyak kluster), plus aksen kayu mewah, dibawa Yamaha dari pabrik pianonya. Mengubur stigma Toyopet yang ditertawakan kaum ningrat.


Racikan Mesin Kompak Bertenaga Ekstra


Mesin pun tidak besar. Mereka tak butuh deruman delapan piston yang diletakkan miring. Tertanam mesin 3M Toyota, enam silinder segaris dengan kubikasi 1.998 cc. Head aluminium DOHC-nya hasil racikan Yamaha, berikut karburator Mikuni-Solex 40PHH. Dan alunan enam piston itu bisa menarik jarum speedometer ke angka 214 kpj.


interior toyota 2000 gt


Dalam catatan angka, tenaga hanya 148 hp/6.600 rpm dan torsi 174 Nm/ 5.000 rpm. Tak terlalu besar, tapi bisa menuntaskan akselerasi 0-100 kpj di bawah 10 detik. Komposisi bobot dan mesin begitu pas. Sehingga konsumsi bahan bakar pun secara bersamaan tak begitu boros, 10 kpl. Impresif bukan?


Namun, tak bisa dipungkiri. Nilai jualnya pada saat itu benar-benar tinggi. Menyentuh USD 6.611, lebih mahal dari E Type dan Porsche 911. Beberapa rumor pun mengatakan, dengan nominal tadi mereka tak menuai profit sama sekali. Seiring pengembangan mobil, sepertinya mereka memutar balik sudut pandang, lebih ke pembuktian, bukan lagi orientasi profit. Selama tiga tahun diproduksi, 351 unit saja yang mengaspal. Dan memang sengaja dibatasi.


Apapun itu, pabrikan berlambang garpu tala dan Toyota berhasil membungkam para tiran. Spirit dan ambisi pembuktian, mereka terjemahkan dengan baik. Bahkan sampai hari ini, sebuah 2000 GT lebih berharga dari jajaran sports car sekelas satu masa.


Di samping itu, kisah ini sekaligus menjadi refleksi industri otomotif Tiongkok. Sekitar tiga puluh tahun lalu warganya baru mengenal mobil. Kini berbagai jenis roda empat sanggup dibuat. Lengkap dengan performa dan kualitas buatan semakin baik. Laju industrinya begitu cepat. Jepang pun mungkin tertegun. Dan menimbulkan pertanyaan, apa yang bakal terjadi 20 tahun ke depan? Akankah datang suatu masa, Wuling atau DFSK dan sejenisnya menjadi perhatian para petrol head? (Hlm/Odi)


Sumber: Silodrome


Baca Juga: Rekam Jejak Harley-Davidson SX Series, Motor 2-Tak Pesaing Yamaha DT